Persik Reborn !!

Penantian panjang suporter Persik Kediri tak sia-sia. Bukan sekedar bangkit, kesebelasan yang kerap dipandang sebelah mata ini menjuarai Liga 2 kompetisi PSSI 2019.

KEDIRI – Jalanan Kota Kediri pecah. Sebuah bus warna ungu melintas diikuti ribuan kendaraan yang mengiringi. Atribut Persik berkelindan di sepanjang jalan hingga memicu kemacetan di sejumlah titik.

Hari ini, masyarakat Kota Kediri merayakan kemenangan klub sepak bola Persik Kediri yang menyabet Juara I Liga 2 kompetisi PSSI 2019. Laga final yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali, Senin 25 November 2019, tim berjuluk Macan Putih ini berhasil menundukkan Persita Tangerang dengan skor 2-3. Kemenangan ini mengantarkan Persik menjadi juara untuk kedua kali setelah memenangi Liga 3 Kompetisi PSSI 2018.

Hiruk pikuk dan tepuk tangan menggema di sepanjang jalan yang dilalui bus pengangkut skuad Persik. Bunyi klakson menjerit tiada henti dari kendaraan suporter yang memuaskan kegembiraan mereka. Sore itu, Persik benar-benar disambut seperti pahlawan.

Kemenangan Persik kali ini bukan kemenangan biasa. Kemenangan ini adalah bukti sekaligus “warning” bagi klub sepak bola Indonesia untuk tak lagi menganggap remeh Persik Kediri. Klub ini benar-benar siap merebut kembali kejayaan masa lalu sebagai Juara Umum Liga Indonesia yang disegani. “Mudah-mudahan kemenangan ini membawa berkah bagi Persik dan masyarakat Kota Kediri,” kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang mendampingi Persik bertanding di Bali.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis ke media sore tadi, Abu Bakar menyampaikan terima kasih kepada manajemen, pelatih, pemain, dan seluruh masyarakat Kota Kediri yang mendukung Persik selama ini. Hasil ini benar-benar menggembirakan dan membanggakan.

Abu Bakar juga menegaskan komitmennya untuk membantu Persik, baik secara pribadi maupun sebagai Wali Kota Kediri selama dalam koridor yang diperbolehkan undang-undang. Sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2011, klub profesional dilarang menggunakan dana APBD lagi.

Ungkapan kegembiraan juga disampaikan Manager Persik Benny Kurniawan. Melalui akun Facebook, Benny mengungkapkan kebanggaan telah mengantarkan Persik menjadi juara dua kali. Raut kegembiraan juga tergambar dari foto-foto yang diunggah di tengah lapangan Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Pemain Persik melakukan selebrasi setelah memasukkan gol ke gawang Persita Tangerang. Foto: Persik

Chief Executive Officer (CEO) Persik Subiyantoro bahkan tak menduga timnya akan bisa memenangi kompetisi ini. Sejak awal dia tak memasang target tinggi kepada skuad Persik agar tak membebani permainan. “Alhamdulillah kita bisa keluar sebagai pemenang di Liga 2. Ini diluar ekspektasi kami,” katanya kepada Jatimplus.ID.

Diakui Subiyantoro, perjalanan Persik di melewati kompetisi sepak bola tanah air bukan perkara mudah. Klub ini bahkan sempat terpuruk di Liga 3 pada musim kompetisi tahun 2017, hingga memicu boikot dari para suporter yang kecewa. Mereka menganggap pengelolaan Persik buruk hingga menjatuhkan prestasi tim.

Namun masa sulit itu telah dilewati. Upaya manajemen melakukan pembenahan membuahkan hasil yang sepadan. Persik berhasil membuktikan diri sebagai klub yang profesional dan bersih.

Suporter Yang Dewasa

Kemenangan Persik menjuarai Liga 2 kompetisi PSSI 2019 tak bisa dilepaskan dari peran suporter. Mereka adalah nafas bagi Persik dalam setiap laga yang dilalui.

Seiring perjalanan Persik yang makin matang, kedewasaan suporter terus bertumbuh. Mereka tak lagi menjadi tim sorak di pinggir lapangan, tetapi teman diskusi bagi pengurus untuk mengelola tim. “Suporter Persik sekarang ini lebih peduli, dewasa, dan realistis,” kata Subiyantoro.

Mereka tidak hanya menuntut timnya menang, tetapi juga rasional menerima kekalahan. Suporter Persik juga tak lagi terpaku pada angka, tetapi kualitas permainan saat berlaga di lapangan. Soal hasil urusan belakangan selama skuad Persik telah berusaha bermain gemilang.

Situasi inilah yang menurut Subiyantoro membuat tren permainan Persik selalu positif. Kepiawaian pelatih Budiarjo Thalib dalam mengelola tim patut diapresiasi di tengah keterbatasan yang dialami Persik.

“Kita membuat rapor dari setiap pertandingan, sehingga pelatih bisa melakukan padu padan di setiap permainan agar dinamis. Sesekali saja kami memberi usulan, tapi keputusan ada di tangan pelatih,” kata Subiyantoro.

Bagaimana kesiapan menghadapi Liga 1 yang dipastikan jauh lebih berat? Hingga kini Subiyantoro mengaku belum memiliki gambaran. Pengurus akan melakukan evaluasi keseluruhan terlebih dulu, mulai pemain, pelatih, hingga manajemen untuk menentukan langkah berikutnya.

Selamat datang sang juara.

Penulis : Hari Tri Wasono & Dina Rosyida
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.