READING

Pesan Bupati Banyuwangi, Santri Harus Cakap Dibida...

Pesan Bupati Banyuwangi, Santri Harus Cakap Dibidang Ekonomi Tak Cuma Pintar Ngaji

BANYUWANGI – Banyuwangi menggelar Kirab Santri untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada Selasa, (20/10/2019). Pada hari sebelumnya, selama 2 hari ratusan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) di Banyuwangi ngumpul dalam acara Santri’s Camp yang digelar di Hutan Pinus Songgon, Banyuwangi. Santri’s Camp atau Kemah Santri menjadi pembuka dalam rangkaian HSN 2019 dan penyelenggaraan Santri Preneur Festival.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik kehadiran para santri dalam kirab yang diadakan pukul 15.00 WIB kemarin. Ribuan santri dari 25 kecamatan di Banyuwangi turut meramaikan kirab sepanjang tiga kilometer yang dimulai dari depan Pemda menuju RTH Taman Blambangan. Dalam sambutannya, bupati yang dulunya merupakan santri dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Karangdoro Tegalsari dan MI Kebunrejo Genteng ini berpesan kepada para Pengurus Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) Banyuwangi untuk lebih mengutamakan membangun keterampilan SDM pada setiap ponpes.

“Tentu ke depan tantangan anak-anak kita (para santri) bukan hanya belajar ta’limul muta’allim atau mempelajari kitab-kitab fiqih, dan juga kitab yang lain di ponpes. Tapi juga keterampilan, bagaimana menghadapi situasi baru yang menjadi penting untuk didapatkan untuk para santri,” pesan Anas.

Secara lugas, Anas juga menyampaikan dengan terbuka kepada para pengurus pondok pesantren agar pengajuan proposal pengajuan dana APBD kepada pemkab tak hanya diperuntukkan pembangunan fisik ponpes. Namun wajib dirancang untuk acara-acara yang mendukung keterampilan dalam pengembangan SDM para santri.

“Saya berkali-kali sampaikan kalau perlu ponpes-ponpes melatih putra puterinya untuk membuat misalnya roasting kopi, untuk melahirkan barista-barista, atau membuat start-up, dan lain-lain,” tambahnya.

Sebelumnya dalam rangkaian Santri Preneur Festival ini digelar pula sejumlah pelatihan kepada para santri agar jiwa entrepreneur mereka tumbuh dan dapat terus dikembangkan. Seperti pelatihan roasting atau menyangrai kopi, pelatihan internet marketing, pembuatan roti, dan sejumlah ketrampilan lainnya yang dilaksanakan di beberapa pesantren. Anas mengungkapkan, memiliki jiwa wirausaha sangat mengungtungkan. Seperti pelatihan pembuatan roti yang ternyata hanya membutuhkan biaya sebesar Rp.1600 saja. Sementara santri dapat menjualnya dengan harga Rp.5.000.

Menurut Anas, menyiapkan tenaga terampil dari ponpes merupakan PR penting bagi semua stakeholder. Ia mengatakan, jika setiap tahunnya ada 10 ribu lebih lulusan SMK dan SMA di Banyuwangi. Sementara setiap tahun ada bayi lahir dengan total 18 ribu jiwa. Hal ini tentu berkaitan dengan PR untuk mempersiapkan lulusan santri di setiap ponpes agar memiliki keterampilan yang cukup, sehingga dapat menekan tingkat pengangguran yang dikhawatirkan akan semakin tinggi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka acara HSN 2019. FOTO: JATIMPLUS.ID/ Suci Rachmaningtyas.

Sejalan dengan optimisme Pemkab  Banyuwangi, Pengasuh Ponpes Alkaf Cemoro Songgon Gus Fat Reza Abdullah mengatakan jika ponpes memang sudah saatnya berorientasi pada pengembangan SDM. “Visi Pemkab Banyuwangi sangatlah tepat. Karena sudah saatnya investasi bangsa Indonesia ke depan adalah investasi human development,” terang Gus Reza, cucu dari Kiai Haji Abdullah Fakih atau yang lebih dikenal dengan nama Kiai Fakih Cemoro  salah satu ulama Banyuwangi yang dikenal sangat kharismatik.

Kirab yang digelar hingga pukul 16.30 WIB tersebut menarik perhatian masyarakat Banyuwangi di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Jalan Dr.Soetomo, dan Jalan Diponegoro. Ribuan santri dengan sarung dan kopiah serta busana muslim berwarna-warni meneriakkan yel-yel almamater masing-masing. Sejumlah poster dengan berbagai tulisan unik turut menyedot perhatian warga. Seperti poster-poster satir karya santri SMP Unggulan Al Anwari yang membuat warga tertawa melihatnya.

Seperti beberapa poster yang tertulis ‘Guru kami Kyai, bukan Google’, ‘Santri iku kudu duwe jiwa nasionalis (Santri itu harus punya jiwa nasionalis)’, ‘Mondok iku budal nawaitu, moleh nggowo ilmu (Mondok itu berangkat nawaitu, pulang dapat ilmu)’ , serta ‘Santri kalah rupo menang dungo. Kalah kabeh, mondok maneh (Santri memang kalah penampilan, tapi menang doa. Kalau kalah semua, mondok lagi)’.

Sesampai di Taman Blambangan, ribuan santri dari total 25 kontingen kirab melaksanakan apel HSN yang dipimpin oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiyatmoko. Yusuf mengajak para santri untuk berjihad dengan membangun Banyuwangi agar menjadi lebih baik.

“Santri adalah elemen penting dalam pembangunan Kabupaten Banyuwangi. Kami mengajak para santri untuk bersama-sama membangun daerah kita tercinta ini sebagai bagian dari manifestasi hubbul wathan minal iman,” ajak Yusuf di hadapan ribuan santri, pimpinan pondok, serta masyarakat Banyuwangi yang turut larut dalam selebrasi santri itu.

Dalam festival yang turut dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi tersebut, terlihat pula Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH.Zainullah Marwan, Pengasuh Ponpes Al-Anwari KH.Achmad Siddiq, dan sejumlah kiai lainnya. Acara ini merupakan sinergi antara Pemkab Banyuwangi bersama RMI serta PCNU Banyuwangi.

Dalam Festival Santri Preneur kali ini, Anas juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan  fraksi yang telah mendorong lahirnya UU Pesantren. Menurutnya, UU Pesantren menjadi bagian penting yang telah tercatat dalam sistem ketatanegaraan dalam upaya mendorong dan mencerdaskan SDM di Indonesia. UU Pesantren seolah menjadi kado istimewa dalam hari santri tahun ini.

Reporter : Suci Rachmaningtyas
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.