READING

Pesan Romahurmuziy Sebelum Ditangkap KPK

Pesan Romahurmuziy Sebelum Ditangkap KPK

KEDIRI – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy sempat meninggalkan pesan kepada para ulama sebelum ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia mengajak ulama Kediri untuk memerangi hoax dan fitnah yang marak menjelang pemilihan presiden.

Sehari sebelum terjaring operasi tangkap tangan oleh tim anti rasuah di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Juanda,  Kabupaten Sidoarjo, sekitar pukul 09.00 pagi tadi, Gus Romy-panggilan Romahurmuziy-tengah berada di Kediri. Dia menghadiri acara Halaqoh Alim Ulama di Hotel Bukit Daun Kabupaten Kediri pada Kamis malam, 14 Maret 2019.

Acara yang dihadiri ratusan tokoh agama Islam ini menghadirkan Romahurmuziy sebagai Ketua Dewan Pembina Majelis Dakwah dan dan Pendidikan Islam menjadi narasumber. Mengenakan kemeja panjang putih dan peci hitam, Gus Romy banyak memberikan pesan terkait pelaksanaan pemilihan presiden mendatang.

Salah satu pesan penting dia sampaikan adalah meminta peran ulama untuk memerangi hoax dan fitnah. Gus Romy mengajak para ulama yang memiliki massa riil dan majelis taklim di masyarakat untuk membantu meluruskan berbagai informasi keliru yang sengaja diproduksi pihak tertentu. “Saya sengaja keliling Nusantara bertemu para ulama untuk meluruskan hoax dan fitnah,” katanya seperti dilansir Beritajatim.

Gus Romy juga menyebut beberapa berita hoax yang menyerang calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo, seperti legalisasi LGBT dan larangan pendidikan agama. Hoax dan fitnah itu ditujukan untuk mendeligitimasi pemerintah melalui isu agama. Karena itu peran kiai dan ulama diperlukan untuk meluruskan hal itu ke akar rumput.

Usai mengisi acara, Gus Romy bermalam di hotel tersebut. Petugas hotel mengaku tak mengetahui kapan politisi yang gemar bergaya gaul itu meninggalkan kamar.

Penangkapan Romahurmuziy ini mengejutkan banyak pihak. Masyarakat tak menyangka jika pemimpin partai agama ini telah melakukan tindak pidana korupsi.

Saat ini Gus Romy tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Timur oleh penyidik KPK. Belum ada penjelasan resmi dari komisi anti rasuah atas penangkapan tersebut.

Anak Politisi  

Lahir di Sleman pada 10 September 1974, Muchammad Romahurmuziy memiliki jejak rekam panjang di dunia politik. Dia juga terlahir dari keluarga berpendidikan, anak dari KH Prof. Dr. M. Tolchah Mansoer, SH, yang merupakan pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Minat politiknya diturunkan oleh ayahnya yang sempat menjabat anggota DPR-GR mewakili Partai NU DIY di era orde lama dan Rois Syuriah PBNU 1984-1986. Romy juga cucu Menteri Agama ketujuh RI KH. Muhammad Wahib Wahab.

Romy berkarir di senayan sebagai Ketua Komisi IV DPR RI mewakili Fraksi PPP sejak 30 Mei 2011. Muktamar VII PPP tahun 2011 menunjuk Romy sebagai Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan periode 2011-2015. Dan tepat Oktober 2014, Romahurmuziy terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2014-2019 menggantikan Suryadharma Ali. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.