READING

Petani Kediri Temukan Bengkoang Ukuran Jumbo

Petani Kediri Temukan Bengkoang Ukuran Jumbo

KEDIRI – Petani di Kabupaten Kediri sukses melakukan budidaya bengkoang berukuran jumbo. Pemerintah daerah akan mendaftarkan hak paten atas bengkoang itu agar tak diklaim pihak lain.

Penemuan luar biasa di bidang pertanian ini dilakukan oleh petani di Dusun Luksongo, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Ia adalah Suparyono, petani bengkoang yang mampu membudidayakan buah bengkoang hingga seberat 5 kilogram. “Paling besar bisa mencapai 5 kilogram bahkan bisa lebih untuk per satu buahnya,” katanya.

Menurut Suparyono, ukuran buah bengkoang yang sangat besar ini tak lepas dari bibit unggul yang ia tanam sebelumnya. Ia mengaku bibit itu hasil rekayasanya sendiri melalui beberapa kali percobaan. Hingga pada akhirnya menemukan hasil buah dengan kualitas super seperti sekarang ini.

Panen bengkoang. Foto : Istimewa

Alih-alih melindungi penemuannya, Suparyono justru menjelaskan teknik rekayasa itu dengan gamblang. Tahapan ini diawali dengan mencari atau memilah buah bengkoang yang memiliki ukuran besar. Buah itu diolah menjadi bakal bibit dengan terlebih dulu mengambil bijinya. “Jadi kita cari dulu buah yang benar-benar bagus dan memiliki ukuran besar. Selanjutnya buah tersebut dipilah untuk dijadikan bibit unggulan,” ungkapnya.

Melihat potensi itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab Kediri berinisiatif untuk melindungi ciptaan Suparyono. Pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementrian Pertanian untuk mendaftarkan paten sebagai buah asli produk Kabupaten Kediri. Namun sebelumnya, petugas akan melakukan observasi terlebih dulu.

Selain itu Dinas Pertanain juga akan memberikan edukasi kepada petani agar produksi mereka lebih optimal. Terutama soal pembibitan agar bibit yang dibudidayakan hasilnya merata dan maksimal. Sebab saat ini buah tersebut belum bisa tumbuh secara merata dalam satu kali panen.

Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Holtikultura Dipertabun Kabupaten Kediri Arahayu Setya Adi mengatakan penghasil komoditas bengkoang di daerahnya cukup banyak. Area tanaman ini juga tersebar di Kecamatan Kayen Kidul dan Papar, dengan luasan mencapai lebih dari 30 hektar.

“Saat ini jenis bengkoang LSS atau Loksongo Super sudah di budidayakan oleh petani di Desa Tugurejo yang berjumah 10 orang. Semoga bisa dikembangkan terus,” kata Arahayu. (Advertorial)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.