READING

Petirtaan Candi Eksotis hingga Kisah Serangan Hama...

Petirtaan Candi Eksotis hingga Kisah Serangan Hama Tikus

MOJOKERTO – Kalau mudik ke Jawa Timur melewati jalur Mojokerto, tidak ada salahnya untuk mampir ke beberapa destinasi wisata di kota ini. Kota yang terkenal dengan pusat peradaban kerajaan Majapahit ini menyimpan banyak rahasia kerajaan terbesar di Nusantara. Terlebih di Kecamatan Trowulan terdapat banyak peninggalan kerajaan seperti candi hingga museum yang memiliki nilai sejarah dan keindahaan yang tinggi. Salah satu peninggalan candi yang patut dikunjungi ketika berada di Mojokerto adalah Candi Tikus.

Candi yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini merupakan candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang terbuat dari batu bata merah. Jika biasanya candi berbatu bata merah banyak yang bentuknya sudah tidak utuh lagi. Candi yang berada di dekat jalan raya Jombang-Mojokerto ini terlihat utuh sehingga menambah kecantikannya. “Cukup menarik sebagai spot-spot foto bersama keluarga dengan latar kerajaan di Candi Tikus ini,” ungkap Ilma Ainum Makhris salah satu pengunjung.

Ilma yang datang bersama keluarganya ini mengaku keindahan candi bertambah  dengan adanya kolam berisi air yang berada tepat di bawah candi. Sehingga dia bisa membayangkan candi ini dulunya sebagai petirtaan para ratu kala menikmati keindahan arsitektur candi. Selain itu yang membuat semakin betah berlama-lama di sekitar candi ini adalah tempatnya yang bersih dan tertata rapi. “Nyaman berada di sini, selain bersih karena dekat kolam air juga suasana sejuk,” terang pengunjung asal Kediri ini.

Yang menjadi keuntungan mengunjungi Candi Tikus ini yaitu berada dekat dengan Museum Trowulan dan komplek candi peninggalam Majapahit. Sehingga ketika mengunjungi Candi Tikus, para pengunjung bisa langsung mampir di dua lokasi bersejarah tersebut untuk berwisata sambil belajar sejarah bangsa. “Cukup bermanfaat, terlebih di sini kami membawa anak-anak, jadi liburan sekaligus belajar sejarah,” ungkapnya ketika mengunjungi Candi Tikus Jumat pagi (7/6).

Para pengunjung menikmati keindahan Candi Tikus di Trowulan, Mojokerto. FOTO: JATIMPLUS.ID/ Moh. Fikri Zulfikar.

Abdul Hamid pengunjung lain pun mengaku tertarik datang ke candi ini selain karena sejarahnya juga karena memiliki nama yang unik yaitu Candi Tikus. Terlebih dia menjadi tahu mengapa candi yang melambangkan Gunung Mahameru ini disebut warga sebagai Candi Tikus. Konon ceritanya sekitar tahun 1914 candi ini ditemukan warga ketika terjadi serangan hama tikus besar di sekitar areal persawahan mereka. “Karena banyaknya hama tikus ini, warga pun berinisiatif untuk memburunya,” ujarnya.

Perburuan pun hingga menggali sarang-sarang tikus itu pun dilakukan. Betapa terkejutnya warga ketika saat menggali sarang tikus itulah mereka menemukan bongkahan batu merah yang diduga adalah bahan dari sebuah candi. Saat itulah candi itu ditemukan sehingga warga sekitar menamai candi ini dengan nama Candi Tikus. “Saat ditemukan konon candi ini merupakan sarang hama tikus,” terang pengunjung asal Pasuruan ini.

Selain itu, banyak cerita yang berkembang di masyarakat bahwa karena sejarah penemuannya ini erat kaitannya dengan hama tikus, warga sekitar Mojokerto yang juga mayoritas petani juga percaya bahwa tempat ini berhubungan dengan kesuburan tanah mereka. Sehingga banyak yang mempercayai jika terdapat wabah hama tikus menyerang lahan para petani, mereka akan mengambil air di petirtaan Candi Tikus ini untuk nantinya di siram di sekitar areal persawahan mereka agar wabah itu berhenti menyerang. “Di percaya air di petirtaan candi ini bisa mengusir hama tikus,” tegasnya. (Moh. Fikri Zulfikar)

print

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.