READING

Pijat Shiatsu Kota, Bisa Pilih Sendiri Terapisnya

Pijat Shiatsu Kota, Bisa Pilih Sendiri Terapisnya

KEDIRI – Salah satu kalangan yang sangat terdampak COVID-19 adalah para penyandang tuna netra. Mereka yang sebelumnya bekerja sebagai terapis pijat shiatsu harus tutup karena aturan ketat dari pemerintah untuk menekan jumlah penyabaran virus. Masuk era new normal, kini mereka bisa buka praktik kembali dengan pengawasan dan fasilitas dari pemerintah.

Sejak akhir Bulan Juni lalu para pemijat shiatsu ini telah beroperasi kembali. Mereka menggunakan salah satu ruangan yang tidak terpakai di kantor Dinas Sosial, yang berlokasi di Jalan Brigjen Pol. Imam Bachri No.115, Pesantren, Kota Kediri. “Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah, terutama bagi para penyandang disabilitas tuna netra supaya tetap bisa berpenghasilan di tengah pandemi seperti saat ini” ungkap Vina Nurannisa, salah satu pendamping penyandang disabilitas dari Kementrian Sosial RI yang ditempatkan di Dinsos Kota Kediri.

Para terapis yang berpraktik di sana bukanlah pemijat sembarangan. Mereka merupakan terapis yang sudah ahli dan telah lama membuka praktik mandiri. Sayang penghasilan mereka terpaksa terhenti akibat pandemi. Selain untuk membantu para terapis, tempat pijat yang menggunakan fasilitas gedung dinsos juga sebagai bentuk pengawasan proses pelaksanaannya.

Para terapis pijat shiatsu ini dipastikan aman dari paparan virus COVID-19. Mereka menjalani rapid test secara berkala dan harus non reaktif. Para pengunjung yang datang ke lokasi juga harus menerapkan protokol kesehatan yakni mengenakan masker dan menjaga jarak antrian. Untuk menghindari penumpukan pengunjung dan waktu tunggu yang terlalu lama, pengunjung harus membuat janji terlebih dahulu dengan pihak pengelola.

“Bagi yang mau pijat silahkan membuat janji dulu, untuk kemudian kami atur jadwalnya. Selain itu calon konsumen juga bisa menghendaki siapa yang akan memijat mereka, apakah laki-laki atau perempuan” imbuh Vina saat ditemui di tempat praktik pijat (6/7).

Karena terbilang cukup baru, pijat refleksi shiatsu ini belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itu pihak pengelola tidak mematok tarif khusus di masa promo ini agar masyarakat tertarik untuk memanfaatkan fasilitas pijat ini. Pengunjung cukup memberikan iuran secara sukarela. Nantinya uang tersebut diberikan sepenuhnya ke pihak pemijat.

“Seluruh pendapatan dari praktek pijat shiatsu ini 100 persen diberikan kepada pemijat, pihak manajemen tidak mengambil keuntungan” tegas Vina.

Pijat shiatsu sendiri adalah terapi pijat yang telah lama diterapkan di Jepang dengan menggunakan teknik tekanan jari dan tanpa menggunakan minyak seperti pijat kebanyakan. Terapis melakukan tekanan dari satu titik ke titik lain (meridian) dalam urutan tertentu. Tujuannya untuk melancarkan aliran darah sekaligus energy atau chi  yang bisa memicu penyembuhan.

Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan dari pijat shiatsu ini. Selain bisa menghilangkan rasa sakit dan kaku pada otot, pijat ini juga bisa mengurangi stress dan gejala depresi serta kecemasan. Setelah pijat, tubuh menjadi lebih enteng, segar, dan rileks.

Lebih lanjut, Vina berharap upaya yang ditempuh ini dapat membangkitkan perekonomian di masa pandemi terutama bagi para penyandang tuna netra di Kota Kediri. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.