READING

PKK Kota Kediri Adakan Lomba Bercerita untuk Tumbu...

PKK Kota Kediri Adakan Lomba Bercerita untuk Tumbuhkan Minat Baca

KEDIRI- Suasana Kantor Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Kediri tampak lebih ramai dari biasanya. Ibu-ibu berbaju batik warna hijau toska berseliweran di dalamnya. Mereka tampak cantik dengan jilbab dan rok dengan warna senada.

Ketika ditelusuri, ternyata pusat keramaian ada di aula kantor yang berada di lantai 2. Suara mereka terdengar riuh riang berceloteh dengan rekan-rekan yang berkumpul di dalam gedung.

Kedatangan Ibu Wali Kota, Ferry Silviana Feronica-lah yang akhirnya sedikit menyurutkan gemuruh suara yang tercipta. Perempuan yang mengenakan seragam sejenis dengan ibu-ibu lainnya tersebut dengan hangat menyalami para ibu-ibu yang sudah hadir sebelumnya.

Wah saya tidak menyangka antusiasme ibu-ibu semuanya cukup besar hingga ruangan ini hampir penuh,” terang perempuan yang akrab disapa Bunda Fey tersebut takjub.

Ternyata para ibu-ibu tersebut berkumpul karena sedang ada lomba bercerita atau mendongeng. Lomba tersebut baru dilaksanakan pertama kalinya sehingga membuat para ibu PKK penasaran dengan keseruannya.

“Sebenarnya tujuan utama acara ini adalah untuk meningkatkan minat baca bagi anak-anak kita,” tambahnya ketika sedang membuka acara.

Bagi Bunda Fey, kunci meningkatkan minat baca pada anak ada pada orang tuanya terutama para ibu. Seorang ibu adalah sosok yang paling dekat dan paling banyak berinteraksi dengan anak ketika di rumah. Mereka yang paling mungkin dijadikan contoh bagi kehidupan anak.

Penampilan dari Kelurahan Manisrenggo yang menampilkan kisah monyet dan katak. FOTO: JATIMPLUS.ID/Dina Rosyida

“Kalau ibu senang membaca, sering membawa buku, dan mendongeng ketika tidur, Insyaallah anak-anak juga belajar bagaimana mencintai buku,” kata Bunda Fey.

Bunda Fey sempat bercerita tentang sosok yang juga menginspirasinya. Najwa Shihab, jurnalis yang juga seorang moderator kawakan acara debat di televisi pernah menyampaikan pengalamannya. Najwa yang dikenal sebagai orang yang pintar dan suka membaca ternyata terinspirasi dari ayahnya.

“Quraish Shihab, ayahnya Mbak Najwa, selalu membaca selepas Salat Subuh. Itu yang dicontoh Mbak Najwa sejak kecil hingga dewasa,” ujarnya sambil mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan.

Bunda Fey pun membandingkannya dengan kebiasaan ibu-ibu yang dilakukan pada umumnya. “Kalau kita pagi-pagi yang dibaca dulu pasti pesan Whatsapp atau Facebook,” katanya diiringi suara tawa para peserta lomba.

Makanya dengan kegiatan lomba mendongeng, Bunda Fey berharap kecintaan buku pada anak mulai tumbuh. Dimulai dari kebiasaan para ibu yang sering membaca maupun mendongengi anak sebelum tidur.

“Untuk meningkatkan minat baca, mulai saja dengan buku yang disukai. Apapun itu,” tambah Bunda Fey.

Usai menyampaikan sambutan, lomba mendongeng pun dimulai. Ada banyak cara yang digunakan para ibu-ibu untuk bercerita. Ada yang menggunakan boneka, gambar-gambar, topeng binatang hingga miniatur panggung boneka pun disiapkan.

Seperti yang dilakukan ibu-ibu dari kelompok kerja (pokja) 1 Kelurahan Manisrenggo. Dua orang ibu-ibu tampak bersemangat ketika mereka mendapat giliran bercerita. Dengan membawa batang pisang utuh berikut daun dan buahnya, mereka menuju ke depan untuk tampil.

Cerita yang diangkat adalah cerita Monnie, si monyet. Pemerannya dua ibu berjilbab yang memerankan tokoh monyet dan katak. Suara dan gerak tubunya pun mulai disesuaikan dengan peran yang dibawakan. Penggunaan topeng sederhana membuat penampilan keduanya semakin sempurna.

Para juara berpose dengan Ibu Wali Kota Kediri, Ferry Silviana Feronica (No. 4 dari kiri), 10/09/2019. FOTO: JATIMPLUS.ID/Titik Kartitiani

“Kakakakakak…,” teriak Lisa mengawali pertunjukan sambil loncat-loncat dan memegangi kepalanya menirukan cara jalan khas monyet.

Sontak para ibu-ibu lainnya yang melihat pun tertawa. Keduanya tampak total memerankan karakter dua binatang yang menjadi tokoh dalam cerita. Ditambah lagi properti pohon pisang yang menjadi obyek dalam cerita semakin menambah atraktif penampilan mereka.

“Saya sangat senang bisa ikut menjadi pendongeng di lomba ini,” terang Lisa usai tampil. Ibu tiga anak tersebut memang senang mendongeng. Apalagi untuk anak-anaknya. Dengan mendongeng, anak-anaknya bisa melupakan gawai untuk sejenak. Makanya Lisa berusaha mengasah kemampuan berceritanya agar bisa menarik perhatian anak-anak.

“Lumayan buat mengalihkan perhatian anak ke HP agar tidak kecanduan,” pungkasnya.

Sejumlah 18 kelurahan mengirimkan masing-masing wakilnya. Satu per satu tampil masing-masing 10 menit untuk unjuk kebolehan dihadapan 3 orang juri yaitu Agus Sudarmaji dari praktisi pendidikan anak, Titik Kartitiani-editor Jatimplus.ID, dan Siti Nurlaila Istiqomah dari tim PKK.

Penonton pun mengikuti hingga peserta terakhir tampil. Untuk ukuran sebuat event yang baru pertama dilakukan, kualitas tampilan bisa dikatakan cukup lumayan. Kreativitas tampak beragam sampai akhirnya juri harus memutuskan pemenangnya.

“Para pendongeng ini banyak menggunakan kata-kata untuk orang dewasa. Padahal kita harus berbicara dengan bahasa anak,” kata Titik Kartitiani kepada para peserta menjelang pengumuman.

Selain itu, Titik menyarankan kepada para pendongeng agar menyusun cerita semenarik mungkin dan tidak menggurui. Itu juga mengapa cerita anak di luar negeri tetap bisa menarik perhatian orang dewasa.

Atas pertimbangan tersebut, maka juri memutuskan sebagai juara ke-1 diraih oleh Kelurahan Jamsaren dengan judul cerita Cantik Jelita. Juara ke-2 diraih Kelurahan Ngletih dengan judul cerita Salah Mangkuk, sedangkan juara ke-3 diraih Kelurahan Tamanan dengan judul Rizqi Anak Sholihah.

Selain itu, juga ada juara harapan 1, 2, dan 3 diraih oleh Kelurahan Tinalan dengan judul Indahnya Persahabatan, Kelurahan Bujel dengan judul Malin Kundang, dan Kelurahan Manisrenggo dengan judul Monyet yang Licik.

Penulis : Dina Rosyidha
Editor  : Titik Kartitiani

print

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.