READING

PMII Jombang Demo Tolak Revisi RUU yang Melemahkan...

PMII Jombang Demo Tolak Revisi RUU yang Melemahkan KPK

JOMBANG-Ratusan mahasiswa Kabupaten Jombang yang tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang melakukan unjuk rasa terkait polemik revisi UU (Undang-undang) Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, Senin (16/9/2019). Aksi dilakukan dilakukan di gedung DPRD dengan harapan para wakil rakyat menyampaikan suara rakyat kecil ke pemerintah pusat.

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang, M. Irham Thamrin kepada awak media menyebutkan 6 tuntutan PMII Jombang dalam aksi kali ini yaitu pertama independensi KPK jangan sampai dijadikan kepentingan politik, kedua menolak RUU KPK yang melemahkan KPK, ketiga meminta Presiden Jokowi mengembalikan aspirasi masyarakat sebagai proses untuk menetapkan perkara, keempat menuntut Presiden untuk segera menyelesaikan RUU KPK. Poin kelima meminta sikap tanggung jawab pimpinan KPK. Tuntutan keenam meminta DPR RI mengembalikan fungsi DPR sebagai penampung aspirasi masyarakat bukan kepentingan sekelompok orang atau golongan.

“Aksi ini sebagai sikap serius PMII dalam mengawal RUU KPK. KPK harus selalu berpegang teguh terhadap independensi guna memperkuat sistem internal KPK sebagai alat memberantas korupsi. Tujuan aksi kami jelas, PMII Jombang menolak jika nanti RUU KPK justru melemahkan KPK,” kata Irham.

Irham berharap keenam tuntutan dari PMII Jombang bisa didengarkan oleh pemerintah pusat dan DPR RI. Menurutnya, enam tuntutan itu sudah melalui proses panjang baik lewat kajian internal dan pembacaan atas situasi yang berkembang secara mendalam. Dari proses tersebut, aktivis PMII se-Jombang sepakat untuk melakukan aksi turun jalan untuk menunjukkan keseriusannya mengawal RUU KPK.

“PMII sudah melakukan beberapa kajian yang dengan serius, tentunya selain menambah data-data, juga menguatkan apa yang akan kami sampaikan hari ini, sehingga tujuan yang nantinya kami harapkan bisa didengar oleh pemerintah,” tambahnya.

Aksi mahasiswa ini sempat memanas dan terjadi sedikit kericuhan. Hal ini disebabkan polisi merasa ada ucapan dari peserta aksi yang memuat provokasi. Untuk meredam massa aksi, Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widianto mengajak perwakilan mahasiswa berdialog ke dalam gedung DPRD Jombang dan menggandeng Ketua PC Ansor Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto untuk meminta peserta aksi tidak rusuh.

GP Ansor dan PMII dianggap memiliki ideologi yang sama yaitu berasal dari kaum Nahdliyin. Keputusan ini berhasil. Setelah Zulfikar berbicara, massa berangsur tenang kembali.

“Saya harapkan sahabat-sahabat PMII tetap dalam koridornya dan menjaga nilai ke-Islaman yang selama ini dipegang, karena PMII juga merupakan bagian dari Banom NU,” kata Zulfikar.

Sementara itu Kapolres Jombang Fadli menjelaskan kepada mahasiswa bahwa aksi ini akan di-follow up setelah ketua DPRD Jombang terpilih. Hingga detik ini ketua DPRD Jombang belum terpilih.

Ya nanti akan ada komunikasi kembali dengan massa yang melakukan aksi, karena untuk saat ini ketua DPRD belum terpilih. Sekitar dua minggu lagi atau kisaran tanggal 30 nanti akan ada audiensi kembali dengan perwakilan dari massa,” ujarnya.

Reporter: Syarif Abdurrahman
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.