READING

PPDB 2019, Masih Banyak Peserta di Blitar Yang Bel...

PPDB 2019, Masih Banyak Peserta di Blitar Yang Belum Memahami Zonasi

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 telah dimulai. Semua lulusan mulai berlomba lomba mencari sekolah favorit.

BLITAR- Niko (15) baru saja mengikuti tahap awal proses PPDB 2019. Setengah jam lalu dia masih antri. Seperti yang lain, berdiri menunggu panggilan panitia sambil menenteng stop map berisi persyaratan administrasi.

Sesuai ketentuan di SMA Negeri 01 Srengat Kabupaten Blitar, Niko harus menunjukkan nilai ujian sementara, surat keterangan benar benar sebagai siswa sekolah di tempatnya belajar dan foto copy kartu keluarga (KK). Syarat yang terakhir terkait dengan kebijakan zonasi yang sudah berjalan dua tahun ini.

“Karena dokumen nilai yang asli belum keluar, yang digunakan nilai sementara,“tuturnya. Siang itu udara terasa panas. Andai bukan bulan ramadan, ditangan Niko sudah tergenggam sekantong es buah lengkap dengan sedotannya. Atau sebotol air mineral yang baru keluar dari lemari pendingin.

Karena ingin semuanya segera beres, mau gak mau dia harus tetap bertahan sampai tiba  gilirannya menyerahkan semua persyaratan. “Hari ini panasnya menyengat sekali, “katanya. Niko mengaku sempat cemas. Apalagi dirinya bukan berasal dari sekolah jalur diknas (dinas pendidikan).

Jika linier, harusnya dia mendaftar ke sekolah madrasah aliyah negeri. Namun tahun ini memang sengaja memilih SMA. Dengan nilai ujian yang menurutnya tidak bagus bagus amat, Niko masih merasa khawatir. Dia sempat tidak percaya diri.

“Kalau tidak keterima saya harus mencari sekolah kemana lagi, itu yang saya cemaskan, “tuturnya. Namun kerisauan itu akhirnya teratasi dengan sendirinya. Selama antri Niko mengaku menjadi banyak tahu. Khususnya terkait nilai para “pesaingnya”.

Dari bercakap cakap dia banyak menerima informasi. Kupingnya mendengar tidak sedikit pendaftar yang nilainya dibawah 30. Sementara nilai ujiannya diatas 30. “Alhamdulillah nilai saya diatas 30. Jadi masih ada harapan,“ungkapnya dengan berkelakar.  

Pendaftaran offline berlangsung mulai 11-13 Juni 2019. Pendaftaran online dimulai 17-20 Juni 2019. Adapun pengambilan PIN pendaftaran dimulai 20 Mei sampai 14 Juni. Hari ini Niko dalam rangka mengambil PIN atau semacam nomor registrasi, dan sudah mendapatkanya.   

Yang tidak dipahami banyak pendaftar, tidak secara otomatis semua yang berada dalam satu zonasi akan diterima. Ketidakmengertian itu yang membuat banyak siswa bersantai dalam ujian nasional. Mereka berfikir berapapun nilai yang dimiliki pasti diterima.

“Mengetahui itu banyak yang mendadak cemas, takut tidak lolos pendaftaran. Sebelumnya tidak sedikit yang memaknai zonasi adalah siapapun yang tempat tinggalnya dekat lingkungan sekolah, pasti diterima, “papar Niko.

Padahal tidak demikian. Dalam zonasi tetap berlaku kriteria nilai dan batasan kuota. SMA Negeri 01 Srengat misalnya. Sekolah yang pernah mencetak mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum itu  tergabung di zonasi tiga. Selain SMAN 01 Srengat di dalamnya ada SMAN 01 Ponggok.

Secara geografis, zonasi tiga meliputi Kecamatan Srengat, Kecamatan Wonodadi, Kecamatan Udanawu, Kecamatan Ponggok dan Kecamatan Sanankulon. Dengan kriteria nilai dan batasan kuota tidak semua pendaftar di SMAN 01 Srengat akan diterima. Sekolah memiliki tiga jalur pendaftaran (PPDB) yang terkait dengan kuota.

Jalur prestasi, jalur pindahan dan jalur zonasi. Jalur prestasi dan pindahan pendaftaran dilakukan secara offline. Sedangkan jalur zonasi memakai mekanisme online. Adapun kuota penerimaan jalur prestasi dan pindahan hanya 10 persen. Sedangkan kuota zonasi sebesar 90 persen, dengan 20 persen diantaranya khusus untuk keluarga miskin atau anak buruh tidak mampu.

Namun tak usah berkecil hati. Mereka yang tidak keterima di SMAN 01 Srengat, nantinya masih bisa berkesempatan bersekolah di SMAN 01 Ponggok. Dan ironisnya hal itu baru diketahui saat mengikuti proses pendaftaran. Bahkan karena tidak pede, tidak sedikit pendaftar yang berniat potong kompas mendaftar ke sekolah “grade” lebih rendah lintas zonasi.

Sementara untuk zona dua meliputi SMAN 01 Sutojayan dan SMAN 01 Kademangan. Sedangkan zona satu meliputi SMAN 1 Talun, SMAN 1 Garum dan SMAN 01 Kesamben. Selain masuk zona kabupaten, wilayah Kecamatan Nglegok dan Sanankulon, juga masuk wilayah Kota Blitar yang hanya dari satu zona.

Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota/Kabupaten Blitar Trisilo Budi Prasetyo, perlakuan khusus untuk wilayah Kecamatan Nglegok dan Kecamatan Sanankulon baru berlaku mulai tahun ini. Perubahan itu lebih dikarenakan kedua wilayah berdekatan dengan kawasan Kota Blitar.

“Wilayah Kota Blitar tetap satu Zonasi. Tapi tahun ini ada tambahan dari Kabupaten yakni kecamatan Nglegok dan Sanankulon. Sanankulon dekat dengan SMAN 04 Kota Blitar, Nglegok dekat dengan SMAN 02 Kota Blitar, “katanya. (Mas Garendi)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.