READING

Pria “Penyewa” Vanessa Angle Segera Di...

Pria “Penyewa” Vanessa Angle Segera Diungkap

SURABAYA – Misteri pria hidung belang yang menyewa jasa syahwat Vanessa Angle segera terbongkar. Polisi berjanji akan memamerkan pria yang disebut-disebut sebagai pengusaha tambang pasir ini.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan identitas pria hidung belang yang menggunakan layanan jasa esek-esek online tak akan ditutupi. “Nanti, akan ditampilkan itu, pasti ditampilkan, kan pengadilan sudah bicara, bahwa akan ditampilkan, pasti akan ditampilkan,” kata Frans Barung Mangera seperti dilansir Antara di Surabaya, Kamis 17 Januari 2019.

Menurut Barung, selama ini polisi belum membuka identitas pengusaha berinisial R tersebut karena masih dalam proses pemeriksaan. Hingga kini R masih berstatus sebagai saksi lantaran tidak ada regulasi ataupun undang-undang yang menjeratnya sebagai tersangka.

Alih-alih menghukum perbuatan R, Frans Barung Mangera justru meminta wartawan menunjukkan undang-undang yang bisa menjerat pengusaha itu. “Tolong tunjukkan kepada saya apakah itu UU Trafficking atau UU lainnya, (yang berbunyi) barang siapa laki-laki yang menggunakan prostitusi akan dihukum. Tidak ada,” kata Frans.

Kalaupun menggunakan undang-undang tentang perzinahan, menurut Frans, harus didasari laporan dari istri R karena hal itu sudah merupakan delik aduan. Dan hingga saat ini laporan tersebut tidak pernah ada.

Sebelumnya Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur AKBP Harissandi memberikan kisi-kisi identitas pengusaha tersebut. Dia disebut sebagai pria keturunan Tionghoa berusia 45 tahun yang memiliki usaha pertambangan di Lumajang.

Vanessa Angle ditangkap anggota Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur pada Sabtu, 5 Januari 2019. Bersama rekannya yang berprofesi sebagai model majalah dewasa, Avriellya Shaqila, keduanya ditangkap di dua kamar berbeda saat tengah berhubungan badan dengan pria hidung belang. Hasil penyelidikan polisi menyebutkan dua selebriti itu terbukti melakukan transaksi seks online.

Sementara itu rencana pengungkapan identitas pria yang menggunakan jasa mereka oleh polisi diapresiasi masyarakat. Mereka berharap pranata hukum di Indonesia tak hanya menjerat perempuan, tetapi juga pengguna jasa seks. “Setidaknya kalau tidak dihukum harus dipertontonkan, biar malu,” sergah Winarni, warga Tambaksari, Surabaya.

Di lain pihak aktivis perempuan dan HAM justru menyesalkan langkah polisi yang mengumbar identitas Vanessa Angle dan Avriellya Shaqila dalam kasus ini. Keduanya dianggap pula sebagai korban yang harus tetap dilindungi oleh negara. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.