READING

Pro Kontra Memasang Bilik Desinfektan di Masyaraka...

Pro Kontra Memasang Bilik Desinfektan di Masyarakat

KEDIRI – Tren jumlah warga yang terpapar virus corona (Covid-19) belum menurun. Hal ini memaksa masyarakat melakukan perlindungan sendiri dengan memasang bilik desinfektan.

Sejak Pemerintah Kota Kediri mengumumkan satu warganya terjangkit virus corona di lingkungan Perumahan Permata Jingga Kelurahan Tinalan beberapa waktu lalu, masyarakat mulai bergerak. Mereka ramai-ramai memasang alat penyemprot desinfektan di lingkungan rumah untuk menghalau virus corona.

“Kami tidak tahu apakah cara ini bisa benar-benar membunuh virus corona. Tapi setidaknya menambah rasa aman bagi warga,” kata Sigit Purnomo, warga Perumahan Persada Sayang Kediri yang menginisiasi pemasangan bilik semprot di lingkungannya.

Meski disebut bilik, bentuk ruang penyemprotan desinfektan yang dipasang warga Persada Sayang ini tak benar-benar menyerupai bilik. Warga mendirikan tenda tepat di pintu gerbang masuk perumahan dan memasang empat alat semprot di sisi kiri kanan sebelah atas.

Semprotan itu terhubung dengan selang dan mesin pompa kecil. Selanjutnya ujung selang berakhir di dalam gentong besar yang berisi cairan desinfektan. Cara kerjanya, petugas jaga memutar tuas kran yang memacu pompa setiap menjumpai kendaraan yang masuk ke perumahan. Pompa itu akan menyemburkan cairan desinfektan dalam bentuk percikan kecil agar tak membasahi badan pengguna jalan.

Pemasangan semprotan desinfektan ini tak asal-asalan. Sigit mengaku mengadopsi teknik ini saat menghadapi serangan virus flu burung yang menyerang ternak beberapa tahun lalu. Maraknya serangan flu burung memaksa Sigit yang berkecimpung di bidang peternakan memasang sterilisasi di area kandang. “Tujuannya untuk melindungi ternak, sehingga siapapun yang masuk kandang harus steril,” katanya.

Langkah itu cukup ampuh menekan angka kematian ternak akibat serangan flu burung. Apalagi cairan desinfektan yang dipergunakan sudah terbukti aman untuk manusia. Bahkan menurut Sigit, dalam kadar tertentu cairan desinfektan miliknya bisa untuk dikonsumsi hewan ternak.

Namun demikian ia mengingatkan bahwa pemakaian desinfektan harus dalam kadar terukur dan diawasi orang yang faham komposisi oplosnya. Sigit menyarankan kepada masyarakat yang akan memasang bilik semprot untuk selektif memilih produk desinfektan yang aman. Desinfektan yang aman harus mengandung Benzalkonium chloride 10 persen. Cairan ini ampuh untuk desinfektan dan antiseptik, termasuk dikonsumsi hewan ternak dalam dosis tertentu.

Sigit tak menampik jika ada beberapa warga di perumahannya yang menolak disemprot. Terlebih lagi marak beredar broadcast tentang bahaya menyemprot desinfektan untuk tubuh manusia melalui media sosial. “Kami tidak memaksa mereka mau disemprot. Tapi dalam kondisi seperti ini, siapa yang akan melindungi kita selain warga sendiri,” kata Sigit.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam sesi konferensi pers melalui video awal pekan ini mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam penggunaan desinfektan. Menurutnya, aksi warga yang berburu desinfektan untuk bilik semprot cukup mengancam pasokan desinfektan di pasaran. “Kalau masih bisa pakai sabun, gunakan alat yang ada. Desinfektan dipakai dalam situasi darurat untuk membunuh virus nanti. Kalau sekarang sudah diborong, besok pas kita butuh tidak ada,” katanya.

Kalaupun warga tetap meracik desinfektan sendiri untuk perlindungan, Abu Bakar menyarankan agar diaplikasikan kepada benda mati seperti daun pintu, jendela, dan benda yang sering dipegang. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.