READING

Prodamas Rp 100 Juta, Begini Aturan Mainnya

Prodamas Rp 100 Juta, Begini Aturan Mainnya

KEDIRI – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menaikkan dana Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) menjadi Rp 100 juta tiap rukun tetangga (RT). Hingga kini masyarakat masih kebingungan memanfaatkan dana sebesar itu.

Janji politik Abdullah Abu Bakar untuk menaikkan budget Prodamas dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta per RT memang baru dimulai tahun 2019 mendatang. Namun kasak kusuk soal pemanfaatannya sudah terjadi di sejumlah RT, terutama tentang besarnya anggaran yang akan diterima. “Prodamas tahun depan naik seratus persen, sangat besar untuk tingkat RT,” kata Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana, Sabtu 3 Nopember 2018.

Apip mengingatkan, meski nilai bantuan pemerintah ini mengalami peningkatan dua kali lipat, bukan berarti penggunaannya bisa seenaknya. Tim verifikasi di kantor kelurahan akan memangkas atau menolak usulan warga yang dianggap tak realistis dengan kebutuhan sebenarnya.

Hingga kini aturan main penggunaan dana Prodamas yang baru memang belum ditetapkan. Pemerintah Kota Kediri masih membahas rambu-rambu pemanfaatannya agar efektif dan tak melanggar ketentuan perundangan. “Terutama terkait besarnya nilai yang akan diterima masyarakat,” kata Apip.

Makin besar anggaran yang diterima, makin banyak pula usulan penggunaan yang bisa diajukan masyarakat. Secara umum ketentuan penggunaan dana Prodamas masih seperti tahun sebelumnya, yakni 60 persen untuk infrastruktur, dan sisanya untuk pemberdayaan sosial ekonomi.

Namun tak menutup kemungkinan prosentase itu akan berubah, seiring berubahnya kondisi lapangan di masing-masing RT. Sebab program Prodamas sebelumnya telah banyak menyelesaikan pembangunan infrastuktur. “Bisa saja prosentase infrastruktur ke depan dikurangi,” tambah Apip.

Dia mencontohkan, untuk lingkungan RT di perkotaan saat ini rata-rata telah memiliki kelengkapan infrastruktur dari pembiayaan Prodamas sebelumnya. Sehingga masyarakat harus lebih cermat memikirkan kebutuhan lingkungan di luar infrastruktur jika ingin mengakses dana Prodamas senilai Rp 100 juta.

Apip juga mengingatkan masyarakat bahwa tak ada ketentuan dana Rp 100 juta itu harus habis terserap. Bahkan tak menutup kemungkinan dari dana tersebut, hanya Rp 30 juta saja yang terserap berdasarkan kebutuhan riil yang ada. “Tak harus semua terpakai. Tim kami akan tetap memverifikasi pengajuan,” tegas Apip.

Sementara itu meski alokasi Prodamas naik hingga seratus persen, namun dipastikan tak akan menambah beban keuangan daerah. Sebab dengan dilimpahkannya kegiatan pembangunan kepada masyarakat, maka anggaran untuk satuan kerja terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum akan berkurang. Program ini hanya mengutak-atik dan menggeser alokasi anggaran agar bisa dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.