READING

Produksi APD Rumahan di Jombang Banjir Order

Produksi APD Rumahan di Jombang Banjir Order

JOMBANG – Niat baik berbalas kebaikan. Inilah pepatah yang tepat untuk menggambarkan usaha milik Nina Hardiana, perajin Alat Pelindung Diri (APD) di Desa Plosogeneng, Kecamatan Kota, Kabupaten Jombang. 

Di rumahnya Jalan Sumantri Nomor 4 Dusun Plosogeneng, untaian benang bertengger di mesin jahit. Puluhan perempuan paruh baya di balik mesin terus menggerakan tangan menyelesaikan pesanan Alat Pelindung Diri (APD). Jumlahnya mencapai ribuan potong.

Seperti tanpa lelah, mereka terus bekerja membuat APD untuk melindungi para tenaga medis yang bekerja di garda depan penanggulangan Covid-19.

Dengan telaten ibu-ibu ini memotong bahan sesuai sketsa pakaian. Dengan gunting, mereka memotong bahan kain spunbond non woven dengan ketebalan 70 gsm. Usai tergunting dan membentuk pola, pekerja lain membawanya ke mesin jahit listrik.

“Sebagian pekerja ini juga korban lockdown karena tidak bisa bekerja di luar rumah,” cerita Nina Hardiana, pemilik usaha APD kepada Jatimplus.ID.

Rumah usaha milik Nina Hardiana ini sebenarnya bukan home industri peralatan medis. Melainkan usaha rumahan pakaian baju pengantin. Saban hari istri Tommy Purwanto ini mengerjakan gaun khusus pengantin. Namun saat pandemi Covid-19 menerjang, usahanya terpuruk.

Kabar tentang sulitnya tenaga medis mendapatkan APD memantik keprihatinan Nina. Dia berpikir untuk  membantu membuatkan beberapa pakaian APD paramedis. “Saat melihat banyak rumah sakit dan paramedis yang kesulitan mendapatkan baju APD, saya membuat 20 pcs untuk didonasikan,” kata Nina.

Dari niatan baik inilah akhirnya banyak yang  tahu jika home industri yang selama ini membuat gaun pengantin bisa membuat APD. Sejak bantuan donasi diterima tim medis, banyak yang menawarinya untuk memproduksi lebih. Beruntung kemampuan para pekerjanya di bidang kain cukup bagus. Meski sempat mengalami kendala karena perbedaan bahan, kini hasil produksinya sudah memenuhi standar kebutuhan medis.

Kini Nina mengaku kebanjiran pesanan baju APD. Saat ini dia harus memproduksi 2.000 potong baju yang biasa digunakan petugas medis dan paramedis yang merawat pasien Corona. Pesanan datang dari RSUD Jombang serta rumah sakit di Blitar, Pamekasan, Surabaya, dan Jakarta. Selain rumah sakit, pemesan juga dari donatur yang akan membagikan gratis baju APD ke rumah sakit. “Sekarang sehari bisa membuat 200 pcs,” katanya.

Untuk bahan baku didapatkan Nina dari Surabaya. Setiap rol kain sepanjang 100 meter cukup untuk membuat 40 pcs baju. Baju APD buatan Nina di jualdari harga Rp 55 ribu per potong. Cukup murah di tengah situasi sulit sekarang ini.

Subsidi Sembako

Kepedulian juga muncul dari sejumlah dermawan di Jombang. Selain mendonasikan APD, mereka juga membagikan sembako untuk warga yang terdampak virus Corona. Di desa Mojokrapyak, seorang pengusaha membagikan paket sembako dan masker kepada seluruh masyarakat.

Paket sembako yang diberikan berupa beras 2 kg, minyak goreng, daging ayam 1 kg, dan masker. Tim relawan mendatangi dan mengetuk pintu masing masing rumah warga agar tak memicu kerumunan massa. Setiap warga yang belum menggunakan masker diminta langsung memakai masker yang diberikan. “Kita bagikan 2.250 paket sesuai dengan jumlah KK di desa saya ini,” ujar Warsubi, seorang pengusaha ternak ayam.

Penulis: Lufi Syailendra
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.