READING

Program Penanganan Jantung RSUD Iskak Menarik Perh...

Program Penanganan Jantung RSUD Iskak Menarik Perhatian PBB

TULUNGAGUNG – Layanan Sindroma Koroner Akut Terintegrasi (LASKAR) Rumah Sakit Umum Daerah Dr Iskak Tulungagung menjadi pembahasan forum internasional Perserikatan Bangsa Bangsa. Program ini dinilai efektif menekan tingkat kematian hingga 47,3 persen.

Dalam acara resmi tahunan PBB, United Nation Public Service Forum Award (UNPSA) di Republik Azerbaijan, program LASKAR dipresentasikan oleh Direktur RSUD Dr Iskak Tulungagung Dr. Supriyanto Dharmorejo, Sp. B, FINACS, Mkes. Di depan para delegasi negara, dokter spesialis bedah ini memaparkan konsep LASKAR dan keberhasilannya.

“Program LASKAR telah berhasil menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh masyarakat Kabupaten Tulungagung dari ancaman penyakit jantung,” kata Dr. Supriyanto, Senin 1 Juli 2019.

Kesuksesan inovasi ini telah diakui oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menyematkan program tersebut sebagai Inovasi Terbaik Bidang Kesehatan di ajang lomba Sistem Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) Kementan-RB tahun 2018.

Menurut riset, inovasi tersebut menyumbang kenaikan derajat reformasi birokrasi secara signifikan, dan mampu menurunkan tingkat kematian hingga 47,3 persen dalam periode tahun 2015 – 2018.

Dan pekan lalu, program tersebut diperbincangkan di forum tertinggi bangsa-bangsa se-dunia dalam UNPSA yang diselenggarakan di Republik Azerbaijan tanggal 24 – 27 Juni 2019. Sebelumnya program RSUD Dr. Iskak yang lain, yakni INSTAGRAM (Instalasi Gawat Darurat Modern) juga menorehkan prestasi di forum UNPSA di Marrakesh Maroko.

Dr. Supriyanto Dharmoredjo, SP. B, FINACS, MKes memberikan penjelasan strategi inovasi reformasi birokrasi kepada para panelis dan peserta seluruh dunia. Foto: Humas RSUD Dr. Iskak

Dr. Supriyanto memaparkan, kesuksesan inovasi ini tak berjalan dengan sendirinya. Ada banyak kendala yang harus disiasati manajemen rumah sakit terkait sarana transportasi dan pembiayaan dalam aplikasinya. Hal ini mengingat kondisi geografis Kabupaten Tulungagung yang luas dengan mayoritas kawasan pegunungan.

“Namun dengan akuntabilitas pengelolaan keuangan berbasis teknologi informasi memadai, kami bisa menyelesaikan kendala teknis tersebut hingga skema pengobatan gratis bagi warga tak mampu,” kata Dr. Supriyanto.

Menurut dia, akuntabilitas kinerja serta strategi untuk menjamin keberlanjutannya program yang diterapkan menuai apresiasi delegasi seluruh dunia. Bahkan moderator panelis merekomendasikan kepada bangsa-bangsa lain di dunia untuk meniru dan memodifikasi konsep tersebut sesuai kondisi geografis, ketersediaan sarana-prasarana, serta sumber daya manusia yang ada.

Uenjaga kelangsungan program ini di Tulungagung, Dr. Supriyanto memasukkan janji layanan publik rumah sakit ke dalam peraturan daerah No. 6 Tahun 2018 tentang Pelayanan Publik. Dimana jika terdapat tenaga medis maupun non medis yang tidak melaksanakan tugasnya sesuai dengan Janji Layanan Publik yang diperjanjikan, masyarakat bisa menuntut hak mereka baik secara yuridis maupun non yuridis. 

“Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh stake holder baik organisasi vertikal, Polres Tulungagung, maupun organisasi horisontal terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung,  yang selama ini aktif dan konsisten bekerja sama di bawah pimpinan Bapak Plt Bupati Tulungagung Bapak Drs. Maryoto Bhirowo MM,” ungkap Dr. Supriyanto.   

Program ini juga berjalan karena keterlibatan aktif organisasi keagamaan NU dan Muhamadiyah, serta kelompok masyarakat peduli bencana Tulungagung BASARTA, ANSOR/BANSER, SENTKOM, dan PMI TULUNGAGUNG. (Advertorial RSUD Dr. Iskak Tulungagung)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.