READING

Protes Kepada KPAI Meluas Hingga ke Daerah

Protes Kepada KPAI Meluas Hingga ke Daerah

KEDIRI – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan mengirimkan petisi kepada Presiden Joko Widodo terkait polemik eksploitasi anak yang disampaikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Faktanya, PB Djarum konsisten memberikan dukungan pembiayaan event hingga ke daerah.

Tagar #bubarkanKPAI yang trending di media sosial bisa jadi adalah bentuk kemarahan masyarakat. Di saat pemerintah belum mampu mensupport olahraga bulu tangkis hingga berjaya di kompetisi internasional, KPAI justru menggagalkan upaya pembinaan atlit bulutangkis yang dilakukan perusahaan rokok Djarum.

“Bulutangkis itu memang perlu bapak angkat agar bisa terus berkembang,” kata Mohammad Ali Santoso, Sekretaris PBSI Kota Kediri saat dihubungi Jatimplus.ID, Senin 9 September 2019.

Mohammad Ali mengatakan, selama ini tidak ada lembaga selain PD Djarum yang concern terhadap kegiatan pengembangan dan pembinaan atlit. Perusahaan rokok ini juga konsisten mensupport dan mensponsori kejuaraan di daerah.

Bahkan di Jawa Timur, setiap tahun PB Djarum menggandeng Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk menyelenggarakan event. Djarum juga mensubsidi dana kepada setiap kota/kabupaten yang mengirimkan atlit di ajang tersebut. “Kota Kediri menerima suntikan dana lima belas juta dari Djarum,” kata Ali.

Sikap KPAI yang menyerang PB Djarum ini dikhawatirkan bisa menghentikan support dari perusahaan itu. Hal ini tentu berdampak pada proses pembinaan atlit muda di Kota Kediri. Saat ini jumlah atlit yang aktif di KONI Kota Kediri cabang olahraga bulutangkis mencapai 300 orang. “Jadi ya kami sangat merasakan dampaknya jika benar PB Djarum menghentikan audisi,” tambah Mohammad Ali yang juga menjabat humas PBSI Provinsi Jawa Timur.

Untuk itu PBSI, menurut Mohammad Ali, akan mengajukan petisi kepada Presiden Joko Widodo. Mereka meminta agar presiden mau membuka kembali negosiasi dengan Djarum agar mengurungkan rencana penghentian audisi di tahun 2020 nanti. “Kita optimis petisi kita bisa tembus sampai ke kemenpora dan presiden,” ujarnya.

Terlebih lagi tahun depan akan diadakan Olimpiade Musim Panas di Tokyo, Jepang, di mana  Indonesia memiliki harapan besar di ajang tersebut.

Sementara itu Lembaga Perlidungan Anak Kota Kediri, Ulul Hadi meminta masyarakat tak buru-buru bereaksi kepada KPAI. Menurut dia KPAI tidak sedang mengganjal atlit bulutangkis untuk berprestasi. “KPAI pada dasarnya tidak melarang beasiswanya, tetapi lebih pada eksploitasi terselubungnya,” kata Ulul.

Dia juga berpendapat jika langkah yang diambil KPAI pusat sudah tepat. Bahwa penggunaan logo dan merek Djarum di setiap spanduk bulutangkis maupun kaos atlit yang masih anak-anak tidak dibenarkan. Ini lantaran nama Djarum sudah identik dengan produk rokok.

Namun dia juga menyesalkan jika sikap itu menuai respon dari Djarum secara berlebihan, seperti menghentikan audisi. Dia optimis polemik ini akan menemukan titik temu jika kedua pihak sama-sama memiliki tujuan mulia.

“Di Kota Kediri sendiri pasti banyak atlet yang memiliki cita-cita bisa menjadi pemain bulutangkis profesional. Tanpa campur tangan pihak swasta, pasti akan sulit terealisasi,” kata Ulul.

Ulul Hadi juga meminta masyarakat untuk berpikir rasional atas tuntutan pembubaran KPAI. Lembaga ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk melindungi anak-anak dari berbagai pelanggaran hak yang terselubung. Seperti menggunakan anak dalam kegiatan politik, mempekerjakan anak untuk mengemis maupun prostitusi, hingga keberadaan hiburan sinetron yang melibatkan anak.

“Kalau dibubarkan dan tidak ada organisasi yang menaungi, siapa lagi yang memberikan perhatian pada anak-anak ini,” pungkasnya.

Penulis : Dina Rosyidha
Editor : Hari Tri Wasono

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.