READING

PT KAI Luncurkan Kereta Eksekutif Harga Miring

PT KAI Luncurkan Kereta Eksekutif Harga Miring

BLITAR – PT Kereta Api Indonesia meluncurkan dua gerbong eksekutif pada rangkaian Kereta Api Singasari jurusan Blitar – Pasarsenen. Gerbong eksekutif dengan harga miring ini mulai beroperasi hari ini.

Manager Humas PT KAI Daerah Operasional 7 Madiun Ixfan Hendi Wintoko mengatakan dua gerbong eksekutif itu memiliki daya tampung masing-masing 50 tempat duduk. Jumlah itu lebih sedikit dari gerbong ekonomi yang dijejali 80 tempat duduk. “Penambahan gerbong eksekutif pada kereta Singasari berlaku mulai hari ini,” kata Ixfan kepada Jatimplus, Rabu 6 Februari 2019.

Menariknya, meski berstatus gerbong eksekutif, namun harga tiketnya lebih rendah di banding kereta eksekutif Gajayana yang memiiki relasi Malang – Gambir. Jika harga tiket Gajayana hampir menyentuh Rp 550 – 600 ribu per kursi, harga gerbong eksekutif KA Singasari hanya Rp 300 ribu. Pada hari libur atau akhir pekan naik menjadi Rp 400 – 450 ribu.

Dengan penambahan dua gerbong eksekutif ini daya angkut kereta api Singasari menjadi 598 seat (tempat duduk). Daya angkut ini mengalami penurunan yang sebelumnya sebesar 658 seat karena pergantian gerbong ekonomi menjadi eksekutif. Saat ini jumlah tempat duduk eksekutif di kereta ini sebanyak 150 seat.

Selain gerbong penumpang eksekutif dan ekonomi, kereta api ini juga dilengkapi rangkaian gerbong restorasi dan barang. Hal ini memudahkan pelanggan untuk membawa barang dalam jumlah besar ataupun sekedar menikmati kuliner di perjalanan.

Meski belum lama diluncurkan, gerbong eksekutif ini telah banyak menarik perhatian penumpang. Selain harga tiketnya yang relatif murah, kereta api Singasari menjadi satu-satunya kereta api eksekutif yang berjalan pagi hari. “Rata-rata kereta eksekutif jalan malam hari,” terang Ixfan.

Menurut catatan PT KAI, okupansi atau jangkauan penumpang untuk KA Singasari ini rata-rata mencapai 155 penumpang, dengan jumlah penumpang eksekutif sebanyak 63 orang. Sedangkan penumpang ekonomi jumlah okupansinya mencapai 715 penumpang untuk keberangkatan dari Daop 7.

Sementara okupansi penumpang yang datang dengan relasi Pasarsenen – Blitar adalah 63 penumpang untuk eksekutif dan 693 penumpang untuk kelas ekonomi.

Para penumpang yang sudah merasakan kenyamanan gerbong eksekutif KA Singasari rata-rata mengaku puas. Kereta api ini menjadi solusi atas keterbatasan tiket KA eksekutif Gajayana yang kerap ludes di tiket penjualan. “Pilihan kereta eksekutifnya tambah banyak dengan jadwal pagi,” terang Umamy, pelanggan moda transportasi kereta api.  

Pegawai di salah satu lembaga pemerintah di Kota Kediri ini mengaku kerap mengunjungi keluarganya di Jakarta menggunakan KA Gajayana. Konsekuensinya, dia harus merelakan pemandangan perjalanan sepanjang Kediri menuju Jakarta. “Kalau berangkat pagi bisa lihat pemandangan, tidak jenuh dan hanya tidur,” katanya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.