READING

PT Liga Periksa Lokasi Bentrok Suporter di Kediri

PT Liga Periksa Lokasi Bentrok Suporter di Kediri

KEDIRI – Insiden bentrok suporter antara Persik Kediri dengan PSIM Yogyakarta menjadi perhatian serius PT Liga Indonesia Baru (LIB). Operator liga tersebut mendatangi lokasi bentrok di Kediri dan mencari data terkait rusuh yang menghancurkan ratusan sepeda motor serta mobil tersebut.

Kedatangan PT Liga Indonesia Baru di Kediri ini terjadi Rabu, 4 September 2019. Didampingi panitia pelaksana pertandingan Persik Widodo, mereka meminta keterangan kronologi pecahnya bentrok di area Stadion Brawijaya, Senin 2 September 2019.

Lokasi pertama yang menjadi obyek pemeriksaan adalah Taman Tirtayasa Kota Kediri. Di lokasi ini, puncak kerusuhan antara suporter Persik Kediri dan PSIM Yogyakarta pecah. Sedikitnya 231 sepeda motor dan fasilitas umum hancur akibat dalam kerusuhan itu.

“Tentu kalau melihat ini, kita tidak dalam posisi untuk menentukan hukuman apa yang paling tepat. Itu sudah menjadi ranah PSSI. Kita mencoba melihat kondisi terakhir secara aktual dan melaporkan secara faktual nanti ke PSSI,” kata Hanif Marjuni, Direktur Media PT LIB kepada Jatimplus.ID.

Selain Tirtayasa, PT. LIB juga melihat kondisi Stadion Brawijaya, serta melakukan klarifikasi terhadap pihak kepolisian Resor Kediri Kota terkait bentrokan tersebut. Mereka ingin mengetahui bagaimana upaya pengamanan saat pertandingan berlangsung hingga kemudian pecah menjadi bentrokan massal.

Dari hasil pengamatan sementara, Hanif menyebut jika secara fisik kerusakan yang terjadi tidak dalam kategori parah. Dia lebih melihat pada dampak kejadian tersebut, baik dari sisi demografi maupun psikologis publik. Hal itu akan menjadi kajian bersama PSSI setelah mengumpulkan data di lapangan.

Hingga saat ini PT. LIB belum bisa memberikan rekomendasi apapun terkait kerusuhan ini. Pihaknya masih akan melaporkan seluruh hasil pengamatan tersebut ke PSSI. “Nanti kita akan laporkan secara keseluruhan, dan PSSI akan menyampaikan rekomendasi apa yang tepat untuk berikutnya,” kata Hanif.

Terkait ganti rugi, PT. LIB menyampaikan tengah membicarakan dengan kedua manajemen tim, yakni Persik Kediri dan PSIM Yogyakarta. Karena dalam aturan, PT. LIB tidak berhak memberikan ganti rugi kecuali pertandingan digelar di tempat netral yang dikoordinir oleh PT. LIB.

“PT LIB tidak akan memberikan ganti rugi, kecuali pertandingan itu harus dilakukan di tempat netral dengan koordinasi LIB. Karena kita melihat kejadian itu di luar area pertandingan,” tukas Hanif.

Setelah dari Kediri, PT LIB juga akan berkoordinasi langsung dengang manajemen PSIM Yogyakarta. Hasil klarifikasi itu akan dibahas untuk menentukan sikap yang akan diambil PSSI. Diperkirakan proses tersebuat akan memakan waktu hingga dua pekan.

Sementara itu sejumlah suporter Persik mulai terlihat mengambil kendaraan mereka yang terparkir di kawasan Taman Tirtayasa. Sebelumnya polisi melarang mereka mengambil motor yang rusak untuk kepentingan penyidikan.

Penulis : Desis Kurnia
Editor : Hari Tri Wasono

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.