Puisi dari Banyuwangi untuk Ibu Ani

Bu Ani telah pergi. Kabar duka itu menyerbu seluruh negeri. Bahkan hingga menuju relung sanubari pemuda Banyuwangi.

BANYUWANGI – Kepergian Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono membuat Indonesia berduka. Selama kurang lebih tiga bulan menjalani perawatan di National University Hospital, ibu negara periode 2004-2014 itu harus menyerah terhadap penyakit kanker darah yang dideritanya. Pukul 11.50 waktu Singapura, kabar duka itu menggemparkan tanah air.

Duka mendalam turut dirasakan oleh Achmad Rizki Fauzi, seorang pelukis difabel asal Banyuwangi, Jawa Timur. Rizki mengaku kaget saat kemarin (01/06) mendengar kabar jika Ani Yudhoyono telah tutup usia. Kabar duka itu ia dengar dari televisi. Rizki bercerita, saat itu keluarganya pun tercekat mendengar kabar tersebut.

“Dari dulu keluarga besar Rizki itu suka dengan gaya hidup keluarga Pak SBY dengan Ibu Ani,” ungkapnya kepada Jatimplus.id.

Sesaat setelah mendengar kabar duka tersebut, pemuda umur 22 tahun itu langsung terfikir untuk memberikan apresiasi kepada mendiang Ani Yudhoyono melalui karya dari coretan tangannya. Rizki bercerita, hanya butuh waktu satu jam untuk menyelesaikan sketsa wajah dari Bu Ani. Padahal biasanya ia membutuhkan waktu setidaknya satu jam setengah hingga dua jam untuk satu sketsa tokoh.

Achmad Rizki Fauzi dengan lukisan mendiang Ani Yudhoyono yang dibuatnya. FOTO: JATIMPLUS,ID/Suci Rachmaningtyas.

Meski dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya, tak mengurungkan perasaan duka mendalam yang dirasakannya. Dengan sepenuh hati Rizki mulai menggambar lekuk demi lekuk wajah mantan ibu negara tersebut. “Kaget banget, waktu dibilangin bapak kalau Ibu Ani meninggal. Kok secepat ini. Nggak pernah ada yang tahu umur seseorang,” ucapnya dengan nada getir.

Selain membuat sketsa wajah, Rizki juga membuat sebuah puisi untuk Ani Yudhoyono. Karya tulus itu ia tuangkan dengan media video berformat timelapse yang menunjukkan proses pembuatan gambar dan ditambah dengan musikalisasi puisi dari suaranya sendiri. Seluruh proses itu diakuinya hanya membutuhkan waktu yang singkat. Berikut puisi yang diciptakan Rizki untuk mendiang Ani Yudhoyono, sosok yang dikaguminya.

Kau selalu tegar

Mendampingi ayahanda kami yang sabar

Senyuman ramahmu

Selalu teringat di semua kalangan

Saat mentari berada di atas ubun kami

Kami disambut haru akan kabarmu

Kabar bahwa kau telah pergi

Kami akan merindukan keramahanmu

Kami hanya bisa melihat karyamu

Dari hasil jepretan kamera kecilmu

Selamat jalan ibu

Doa kami selalu menyertaimu

We love You

Rasa simpatik itu Rizki ungkapkan melalui karya, meski ia memiliki keterbatasan fisik. Ia terlahir dengan kedua tangan yang tak memiliki jari-jari sempurna. Pemuda kelahiran Banyuwangi ini belajar menggambar secara otodidak sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengaku mulai belajar  menggambar sketsa sejak kelas 3 SMP.

Dengan bantuan internet di sekolahnya, Rizki belajar berbagai teknik menggambar. Seperti doodle art, pointilis, cerita bergambar atau komik, hingga kini sketsa wajah. Meski tak memiliki jari sempurna, Rizki sangat lihai saat memainkan bolpoin ketika menggambar. Bolpoin itu ia apit menggunakan dua tangannya. Punggung tangan sebelah kanan ia jadikan tumpuan, sementara tangan kirinya mengapit dan menggerakkan bolpoin untuk sedikit demi sedikit menggoreskan tinta.

Perjalanan hidup yang ia tempuh tidak lah mudah. Sejak SD ia sering mendapat bullying dari teman sebayanya. Seperti disuruh untuk beli jajan atau verbal bullying dengan olokan yang menyerang fisiknya. Dulu ia pun menjadi pribadi yang minder, ia sering memasukkan tangannya ke kantong agar tak terlihat oleh orang lain. Namun seiring waktu berjalan, ia tumbuh menjadi pemuda yang semakin percaya diri. Hal itu tak terlepas dari peran kedua orangtua yang terus mendukungnya hingga kini. Menurut Rizki, peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter dalam sebuah keluarga. Dalam hal ini, ia pun menggagumi Ani Yudhoyono sebagai sosok ibu yang mengayomi dan ulet.

Rizki mengaku sering mengikuti aktivitas Ani Yudhoyono melalui Instagram. Ia pun tahu perkembangan Bu Ani selama dirawat di rumah sakit. Dalam puisinya, Rizki juga mengatakan jika saat ini hanya dapat melihat karya Bu Ani dari jepretan fotografi di akun tersebut. Rizki mengunggah hasil karya tentang sosok yang dikaguminya tersebut di akun Instagram miliknya, @riss_kei. Ia menulis takarir “Selamat Jalan Ibu Kami @aniyudhoyono”.

Jenazah Ani Yudhoyono rencananya akan dikebumikan pada sore hari ini di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Selamat jalan Ibu Ani. (Suci Rachmaningtyas)

print

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.