READING

Punya Kantor Baru, Bupati Kediri Dorong Imigrasi L...

Punya Kantor Baru, Bupati Kediri Dorong Imigrasi Lebih Inovatif

KEDIRI – Bupati Kediri Hj. Dr. Haryanti Sutrisno menyambut positif pembangunan kantor Imigrasi Kelas II Non TPI di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Keberadaan kantor ini akan membantu pelayanan keimigrasian masyarakat Kediri dengan cepat.

Bupati Haryanti Sutrisno mengatakan pembangunan kantor Imigrasi Kelas II Non TPI ini akan mendukung aktivitas bandara internasional yang akan dibangun di kawasan itu. “Kantor Imigrasi ini menjadi sangat penting mengingat akan menjadi pintu masuk dari luar negeri dan akan mempermudah pengawasan bagi WNA,” terangnya dalam peresmian kantor Imigrasi Kediri Kelas II Non TPI, di Jl. Jawa Bedrek Selatan, Desa Grogol Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri, Kamis 23 Januari 2020.

Tingginya peranan kantor Imigrasi ini membuat Bupati berharap untuk meningkatkan kinerja dan terobosan dalam melayani masyarakat. Dengan banyaknya lalu lalang pengguna bandara, kinerja kantor Imigrasi harus inovatif.

Bupati Haryanti Sutrisno juga menjelaskan jika proyek bandara ini merupakan proyek startegis nasional yang akan mendongkrak perekonomian warga setempat. Karena itu tak ada alasan bagi siapapun untuk tidak mendukung proyek ini.

Irjen Kemenkumham Jhoni Ginting mengatakan peresmian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri ini akan mendukung operasional bandara ke depan. “Pembangunan gedung baru ini diharapkan bisa memberi layanan yang baik untuk masyarakat Jawa Timur,” kata Jhoni.

Tak hanya menaikkan status Kantor Imigrasi Kediri dari kelas III menjadi kelas II, Kemenkumham juga mengumumkan beroperasinya kantor Imigrasi yang baru di Pamekasan dan Ponorogo mulai hari ini. Ginting memastikan seluruh layanan kantor tersebut akan bersih dari pungutan liar maupun calo.

Salah satu infrastruktur pengawasan yang dipasang adalah CCTV di setiap sudut kantor. Selain itu, kantor tersebut juga dilengkapi gate barrier yang hanya memberi akses khusus bagi pengguna layanan yang terdaftar saja. Sehingga orang-orang yang tidak berkepentingan dipastikan tak bisa memasuki areal kantor.

Data Kantor Imigrasi Kediri tahun 2019 menyebutkan ada 561 permohonan tinggal kunjungan di wilayah kota dan Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Jombang. Sedangkan untuk izin tinggal sementara tercatat 284 orang, izin tinggal tetap 12 orang.

Jika bandara internasional Kediri telah beroperasi, diperkirakan mobilitas orang asing akan semakin tinggi. Demikian pula permohonan izin tinggal. Di sinilah peranan petugas imigrasi menjadi penting untuk mengidentifikasi aktivitas orang asing.

Tahun lalu, jumlah WNA (warga negara asing) yang dideportasi dari wilayah Kantor Imigrasi Kediri sebanyak 18 orang. Mereka berasal dari Thailand, Malaysia, Jerman, Tiongkok, Myanmar, dan Timor Leste. Sebagian besar menjalani masa tinggalnya melebihi izin waktu yang telah ditetapkan sehingga harus dipulangkan. (Advertorial)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.