READING

Rawan Gempa, Begini Cara Bangun Rumah Tahan Goncan...

Rawan Gempa, Begini Cara Bangun Rumah Tahan Goncangan

Indonesia merupakan salah satu wilayah yang rawan terjadinya gempa bumi. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Januari 2020 sendiri sudah ada sekitar 516 kejadian. Angka ini sedikit lebih direndah dibandingkan gempa yang terjadi pada Bulan Desember 2019 sebanyak 691 kejadian.

Meski bencana gempa bumi saat ini didominasi dengan gempa dengan magnitudo di bawah 5 dan relatif tidak merusak, tetap diperlukan upaya pencegahan sejak awal. Bukan dengan meminimalisasi jumlah kejadiannya tetapi meminimalkan potensi kerugiannya baik berupa material maupun korban jiwa.

Kaum milenial saat ini pun sudah semakin aware dengan hal-hal yang berkaitan dengan  properti, desain eksterior hingga interior bangunan. Namun dengan melihat potensi gempa yang terjadi di Indonesia, alangkah baiknya dalam membangun rumah tidak hanya memerhatikan bentuk dan model bangunan saja, tetapi juga mempertimbangan safety dan ketahanannya terhadap segala jenis bencana.

Pada prinsipnya, membangun rumah tahan gempa itu dengan membuat bangunan menjadi sefleksibel mungkin terhadap getaran dan pergerakan tanah. Caranya yakni dengan mengandalkan kelenturan sambungan antar bangunan rumah. Bukan justru membuat bangunan sekaku mungkin.

Dikutip dari www.media.rooang.com, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membangun rumah.

Buat struktur dan denah bangunan yang simetris.

Struktur bangunan yang sederhana dan simetris ini ditujukan agar gaya getaran akibat gempa bisa didistribusikan secara merata ke seluruh elemen struktur dan bagian rumah. Bukan berarti bentuk bangunan standar dan membosankan. Pemilik rumah tetap bisa berkreasi dengan model-model kekinian.

Pemilik rumah bisa bermain pada hiasan dan bentuk eskterior bangunan sesuai dengan model kontemporer maupun minimalis. Permainan warna juga bisa dilakukan agar rumah tetap tampak menarik dan eye catching.

Gunakan material bangunan yang ringan.

Material ringan ini bisa dilihat pada rumah-rumah tradisional Indonesia yakni dengan menggunakan material kayu dan bambu dengan atap rumbia atau akar ilalang. Begitu pula dengan konsep bangunan yang diterapkan di Jepang. Mereka menggunakan dinding dan pintu-pintu geser yang terbuat dari kayu dan kertas.

Bukan berarti kita harus membangun bangunan kuno dan ketinggalan zaman. Saat ini sudah ada banyak material yang lebih modern namun tetap memiliki sifat ringan yang sama. Seperti beton aerasi atau bata ringan yang teskturnya lebih baik daripada bata biasa atau batako. Untuk atap juga bisa menggunakan baja ringan dan genteng aspal atau seng gelombang. Sedangkan untuk dinding rumah bisa dikombinasi dengan partisi dari gypsum atau GRC agar massa bangunan secara keseluruhan bisa lebih ringan.

Konstruksi bangunan dan pondasi harus kuat namun lentur.

Konstruksi yang dimaksud adalah ketahanan bangunan terhadap gempa dengan mempertimbangkan struktur pondasi, kolom, balok dan struktur atap yang menyatu dengan sambungan yang memadai. Seperti konstruksi kayu, selain perlu tambahan struktur menyilang (bracing), struktur harus dilengkapi dengan plat baja pengikat di setiap pertemuan (joint).

Sedangkan pondasinya sebaiknya dibangun di atas tanah yang memiliki permukaan keras. Kedalaman pondasi yang kuat minimal yakni 60-75 cm.

Beberapa konstruksi yang tahan gempa seperti yang disampaikan dalam laman resmi BNPB adalah :

  • Rumah Dome atau mirip kubah raksasa dengan kondisi atap menyatu dengan dinding rumah.
  • Growing House yang berbentuk seperti joglo dengan alas rumah yang tidak menempel pada tanah sehingga juga bisa untuk antisipasi banjir
  • Barrataga (Bangunan rumah rakyat tahan gempa)
  • Rumah instan menggunakan beton bongkar pasang (rumah risha)
  • Rumah Rika (Rumah instan kayu)
  • Ruspin (Rumah Unggul sistem panel)

Penulis: Dina Rosyidha
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.