READING

Rawon Rosobo Jombang, Empal Jumbonya Bikin Melongo

Rawon Rosobo Jombang, Empal Jumbonya Bikin Melongo

JOMBANG -Rawon ini tidak biasa. Karenanya jangan melongo saat melihat daging empalnya yang berukuran jumbo. Tidak hanya gede. Irisan tebal daging sapi goreng itu juga empuk. Kelunakan seratnya serasa dipresto. Gampang disuwir. Sekali gigit, langsung prul. Lepas.

Empal besar itu berasa manis. Jika pernah mencicipi daging brongkos masakan khas Yogyakarta, kurang lebih begitulah manisnya. Rasa manis itu yang membedakan Depot Rawon  Rosobo, Mojoagung, Jombang dengan warung rawon lainnya. Manis menjadi kekuatan pembeda.

“Kalau rawon lain empalnya biasanya hanya gurih. Ini manis, “kata Elliana Leo penikmat rawon Rosobo asal Surabaya. Di sela kepulan uap panas, kuah rawon Rosobo terlihat hitam pekat. Istilah dapurnya angklek. Khas gaya Jombangan. Tidak bening seperti lazimnya kuah rawon mataraman.

Warna gelap itu berasal dari kondimen buah kluak atau kepayang. Buah yang bijinya mengandung asam sianida dan bisa berefek memabukkan. Sekedar tahu saja. Dari efek yang ditimbulkan biji kepayang itulah terbit terminologi mabuk kepayang. 

Meski hitam pekat, kuah rawon Rosobo tidak terlalu mengkilat. Tanda kilat menunjukkan melimpahnya minyak. Serupa dengan daging empalnya. Rasa kuah itu juga manis di lidah.“Kuah dan empalnya sama sama manis, “sambung Elliana mengapresiasi.

Depot Rawon Rosobo Mojoagung Jombang. FOTO: JJATIMPLUS.ID/moh.fikri zulfikar

 

Diatas permukaan kuah mengapung taburan tauge dan brambang goreng. Beberapa butir diantaranya menempel diatas empal. Ada juga sambal terasi yang melekat di sudut piring saji. Elliana menikmati nasi rawonnya dengan selembar kerupuk emping.

Setiap suapan, kerupuk melinjonya reflek digigit kecil. Terus begitu. Sampai ukurannya semakin mengecil. Rasa manis empal dan kuah rawon yang bergulat dengan pahit gurih emping melinjo memberi sensasi yang beda. “Dengan emping rasanya semakin nendang, “kata Elliana.

Legenda 80an Sampai Sekarang

Depot Rawon Rosobo berada di pinggir jalan raya Mojoagung-Jombang. Tidak sulit dicari. Sebelum terimbas proyek pembangunan taman, usaha kuliner ini pernah bertempat di sekitar pasar Mojoagung. Namun saat inipun juga tidak sulit menemukannya.

Rawon Rosobo Mojoagung Jombang. FOTO: JATIMPLUS.ID/moh fikri zulfikar

Dirintis sejak tahun 1984 oleh Pak Kadir, rawon Rosobo masih bertahan sebagai yang terfavorit di Jombang. Terutama bagi para penikmat masakan tradisional. Rasanya kurang lengkap datang ke kota santri tanpa menyempatkan bersantap rawon Rosobo.

“Alhamudulillah, sampai sekarang masih digemari, “tutur Pak Kadir. Mengingat daging empalnya berukuran jumbo dan di lidah memuaskan, harga rawon masih tergolong standar. Seporsi Rp 25 ribu. Pak Kadir menganggap harga yang dia patok masih wajar.

“Saya kira harga kami sama dengan rawon pada umumnya,”ungkapnya. Selain rasa, kelebihan depot Pak Kadir  adalah memiliki pelayanan yang cepat. Porsi rawon sudah disiapkan diatas meja. Begitu datang pesanan, pelayan tinggal menuangkan kuah dan disajikan.

Selain rawon yang menjadi menu spesial, depot Rosobo juga menyediakan menu lain. Diantaranya nasi rames, ayam bakar, cumi bakar dan bakso. Pentol bakso Rosobo juga berukuran jumbo dan sebagai ciri khas disajikan dengan kuah rawon.

Oh ya, sekedar diketahui. Depot Rawon Rosobo Mojoagung, Jombang ini buka setiap hari mulai pukul 05.30 Wib hingga 21.30 Wib. Bagi yang hendak berkunjung, sebaiknya datang lebih awal. Karena khawatirnya akan kehabisan.

Reporter: Moh Fikri Zulfikar

Editor : Mas Garendi  

print

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.