READING

Renggut Banyak Nyawa, Kenali Gejala DBD

Renggut Banyak Nyawa, Kenali Gejala DBD

KEDIRI – Serangan demam berdarah menggila di awal tahun ini. Jumlah penderita meningkat tajam di sejumlah daerah di Jawa Timur. Apa yang perlu diwaspadai?

Serangan demam berdarah yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti betina ini membuat pemerintah daerah pusing. Meski terjadi hampir di setiap pergantian musim di awal penghujan, namun penyakit ini seperti tak pernah berkurang.

Di Kabupaten Kediri jumlah penderita demam berdarah pada bulan ini telah mencapai 265 kasus. Sembilan diantaranya telah meninggal dunia akibat kehilangan kadar trombosit tubuh. Serangan demam berdarah tahun ini meningkat dibanding tahun lalu pada periode yang sama.

Serangan serupa juga terjadi di Kabupaten Tulungagung. Selama rentang waktu 1 – 17 Januari 2019, sebanyak 179 kasus demam berdarah terjadi di kabupaten ini. Dua diantaranya meninggal dunia dengan status anak-anak.

Hal serupa juga dialami warga Kabupaten Jombang yang memaksa petugas Palang Merah Indonesia (PMI) setempat kewalahan memasok kebutuhan trombosit pasien. Selama 1 – 15 Januari 2019 ini sebanyak 350 kantong trombosit telah dikirmkan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah rumah sakit di Jombang. “Jika biasanya permintaan hanya 10 kantong per hari, kini menjdai 30 kantong,” kata Kepala Bagian Pelayanan Medis UTD PMI Jombang Rahmat Siswojo.

Lantas apa yang harus diwaspadai oleh masyarakat dari wabah demam berdarah ini? Mengingat sebagian korban yang rawan adalah anak-anak.

Kenali Gejalanya

Gejala demam berdarah kerap mengecoh masyarakat hingga petugas medis karena kemiripan dengan demam lainnya. Bahkan tak jarang masyarakat kerap mengabaikan demam yang dialami anak-anak mereka dengan stigma influenza. Mereka baru dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kondisi yang lebih buruk.

Dr. Catherina Pipit Hapsari dari Puskesmas Pesantren, Kota Kediri menjelaskan demam berdarah dengue atau disingkat DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa nyamuk.

Gejala klinis paling ringan dari penyakit ini adalah demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Kondisi ini bisa meningkat lebih parah dan dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah drastis, serta berujung pada kematian. “Virus ini bisa mematikan,” kata Pipit kepada Jatimplus.ID.

Sejumlah analisis menyebut gejala demam berdarah dimulai sekitar 4 – 10 hari setelah pasien mendapat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Pada anak-anak yang belum pernah terinfeksi, gejala yang dialami cenderung lebih parah dibandingkan orang dewasa. Karena itu pasiuen dan keluarganya wajib mengetahui perbedaan gejala demam berdarah dengan gejala penyakit lain agar mendapat pertolongan tepat.

Demam tinggi mendadak

Saat anak Anda mengalami demam, segera kenali jenis demamnya. Pada gejala demam berdarah, demam terjadi secara mendadak dengan suhu tinggi. Perbedaan yang mencolok dari demam lain adalah gejala demam berdarah bisa mencapai 40 Celcius. Sementara demam yang menjadi gejala influenza tak akan setinggi itu. Biasanya demam pada DBD akan terjadi selama 2 – 7 hari.

Setelah gejala demam berdarah seperti demam terjadi, pasien akan merasakan nyeri pada bagian otot dan sendi. Gejala  demam berdarah ini disertai dengan tubuh menggigil dan berkeringat.

Nyeri pada otot

Setelah mengalami demam, pasien akan mengeluhkan nyeri pada otot dan sendi. Gejala ini biasanya diikuti dengan tubuh menggigil serta berkeringat.

Sakit pada kepala dan bagian belakang mata

Beberapa jam setelah mengalami demam, pasien akan mengalami sakit kepala yang cukup parah. Biasanya rasa sakit terjadi di sekitar dahi. Sakit kepala ini juga kerap disertai rasa sakit pada bagian belakang mata.

Mual dan muntah

Perasaan tidak nyaman pada perut atau pencernaan biasanya diikuti dengan mual dan muntah. Mayoritas pasien biasanya mengalami gejala ini selama 2 – 4 hari.

Kelelahan

Demam disertai nyeri otot dan masalah pencernaan akan berdampak pada gangguan nafsu makan. Akibatnya tubuh akan mudah kelelahan karena berkurangnya asupan makanan dan sistem imun tubuh yang melemah.

Jika Anda atau keluarga mengalami gejala seperti itu, segera periksakan ke Puskesmas atau dokter. Petugas medis akan melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk laboratorium untuk memastikan keberadaan virus DBD di dalam tubuh. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.