READING

RSUD Dr. Iskak Dipercaya Rawat Dubes Irak

RSUD Dr. Iskak Dipercaya Rawat Dubes Irak

TULUNGAGUNG – Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung dipercaya membantu pemulihan kesehatan Duta Besar Irak. Tamu negara itu mendadak mengalami gangguan kesehatan saat menjalani lawatan di Jawa Timur.

Duta Besar Irak untuk Indonesia Abdullah Hasan Saleh, 63 tahun, mendadak mengalami gangguan kesehatan saat berkunjung di Blitar. Bersama rombongan dari kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia, Abdullah rencananya mengunjungi sejumlah daerah untuk melihat aktivitas masyarakat Indonesia.

“Di tengah kegiatan turun ke daerah tiba-tiba mengeluh sakit. Kami membawanya ke rumah sakit Wlingi yang terdekat. Selanjutnya dirujuk ke RSUD Dr. Iskak Tulungagung yang memiliki peralatan lebih lengkap,” kata Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Sunarko yang mendampingi Abdullah.

Abdullah yang mengeluhkan sakit segera dilarikan ke RSUD Dr. Iskak Tulungagung yang menjadi rumah sakit rujukan di wilayah eks-Karisidenan Kediri. Di tempat ini, Abdullah mendapat penanganan cepat dari tim medis yang bertugas.

Direktur RSUD Dr. Iskak Tulungagung Dr. Supriyanto Sp.B dan Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo saat memantau kondisi Dubes Irak Abdullah Hasan Saleh. Foto Dok. RSUD. Dr. Iskak

Tak berapa lama usai mendapat perawatan kondisi kesehatan Abdullah Hasan Saleh berangsur-angsur membaik. Sunarko mengaku lega atas perkembangan kesehatan Abdullah yang notabene merupakan tamu negara. Tak hanya di ruang gawat darurat, bahkan penanganan di ruang rawat inap mendapat perhatian khusus Direktur RSUD Dr. Iskak Tulungagung Dr. Supriyanto, Sp.B.

Sunarko mengaku melarikan tamunya ke Tulungagung untuk mendapat perawatan maksimal. Mengingat RSUD Dr. Iskak saat ini telah memiliki berbagai fasilitas khusus seperti penanganan penyakit jantung yang didukung peralatan dan dokter spesialis mumpuni.

Dia juga menyampaikan apresiasi atas kerja cepat tim medis sejak di Instalasi Gawat Darurat hingga ruang perawatan. Bahkan Sunarko menilai standar kinerja rumah sakit ini telah melampaui kinerja rumah sakit di kota besar. “Kami sampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada manajemen RSUD Dr. Iskak,” ujarnya.

Sebab tak hanya membawa nama Tulungagung, profesionalitas RSUD Dr. Iskak turut membawa nama baik bangsa Indonesia di negara sahabat. Bahkan Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo turut menjenguk dan memantau kesehatan Abdullah di rumah sakit.

RSUD Dr. Iskak Tulungagung sendiri dikenal menjadi rumah sakit pemerintah dengan layanan penyakit jantung terbaik. Melalui program Layanan Sindroma Koroner Akut (Laskar), rumah sakit ini diklaim mampu menandingi rumah sakit khusus jantung Harapan Kita di Jakarta.

Layanan Sindroma Koroner Akut yang didukung dengan teknologi dan tenaga medis profesional ini mampu menurunkan angka kematian (mortalitas) dalam kasus serangan jantung pada masyarakat hingga 50 persen, serta menurunkan angka terjadinya penyakit (morbiditas) hingga 90 persen.

Usia harapan hidup di Kabupaten Tulungagung saat ini naik signifikan hingga 73,74 tahun. Sementara angka harapan hidup rakyat Indonesia adalah 69,3 tahun. Upaya ini menuai apresiasi luar biasa dari Forum Layanan Publik PBB dan memilih Laskar Tulungagung sebagai inovasi pemerintah terbaik. Apalagi saat ini serangan jantung masih menjadi ancaman pembunuh nomor satu di dunia.  

Jauh sebelum ajang penghargaan dunia ini berlangsung, RSUD Dr Iskak Tulungagung juga dinobatkan menjadi rumah sakit pemerintah pertama yang memiliki fasilitas pemasangan ring jantung berstandar internasional (WHO) oleh Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI). Selama ini penanganan serupa hanya dimiliki rumah sakit jantung swasta Harapan Kita di Jakarta. (Adv Humas RSUD Dr. Iskak Tulungagung)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.