READING

Rumah Sakit Kabupaten Kediri Bisa Uji PCR Sendiri

Rumah Sakit Kabupaten Kediri Bisa Uji PCR Sendiri

KEDIRI –Pemerintah Kabupaten Kediri menerima bantuan satu unit mesin PCR (Polymerase Chain Reaction). Keberadaan mesin ini diharapkan membantu mengatasi pandemi Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Penyerahan mesin PCR dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat ini dilakukan di Gedung Grahadi Surabaya, Senin 15 Juni 2020. Selain Kabupaten Kediri, ada 9 kota dan kabupaten di Jawa Timur yang menerima bantuan serupa.

Mereka adalah Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jember, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Malang.

Sesuai peruntukannya, mesin PCR ini ditempatkan di Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK). Dengan mesin ini, penemuan kasus konfirmasi Covid-19 akan lebih cepat dan masif.  “Dengan adanya mesin PCR, kini pemeriksaan spesimen dapat dilakukan di Kabupaten Kediri, tidak perlu lagi dikirim ke Surabaya. Sekali running bisa 90 sampel selama 2 jam. Kemudian mixing dan masuk ke alat PCR selama sekitar 1 jam, hasil selesai sekitar 3-3.5 jam,” kata Direktur RSKK Dr. dr. Ibnu Gunawan.

Direktur RSKK Dr. Ibnu Gunawan menerima mesin PCR

Ibnu menambahkan, dengan mesin ini, diharapkan tidak ada lagi pasien yang harus dirawat lama di rumah sakit karena menunggu hasil swab yang lama. Sehingga mempercepat upaya memutus rantai penularan Covid-19.

Jika instalasi mesin sudah selesai, Rumah Sakit Kabupaten Kediri akan mampu melakukan pemeriksaan swab mandiri. Penentuan hasil pemeriksaan swab dan langkah pengobatan selanjutnya juga bisa dipercepat.

Saat ini terdapat 23 klaster penularan Covid-19 di Kabupaten Kediri. Terdiri atas Klaster Araya Tulungagung (10 orang), Klaster Jakarta (2 orang), Klaster Kalimantan (1 orang), Klaster Maspion Sidoarjo (6 orang), Klaster Sampoerna (1 orang), Klaster Pelatihan Haji (5 orang), Klaster Pabrik Rokok Mustika (53 orang), Klaster Pondok Pesantren Temboro (8 orang), Klaster Surabaya (11 orang), Klaster Gresik (1 orang), Klaster Desa Ngadiluwih (2 orang).

Klaster Desa Kwadungan (4 orang), Klaster Desa Kambingan (5 orang), Klaster Desa Toyoresmi (5 orang), Klaster Desa Bobang (3 orang), Klaster Desa Kedawung (3 orang), Klaster Desa Kedak (27 orang), Klaster Desa Sidorejo (2 orang), Klaster Desa Sumberbendo (3 orang), Klaster Desa Padangan (2 orang), Klaster Desa Gampeng (3 orang), Klaster Desa Ketawang (3 orang), dan Klaster Baru (24 orang).

“Terdapat 184 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri, dengan 152 orang dirawat, 22 orang sembuh dan 10 orang meninggal,” kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Dr. Ahmad Chotib. (Advertorial)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.