READING

Saat Bambang dan Jokowi Berjabat Tangan

Saat Bambang dan Jokowi Berjabat Tangan

BAMBANG (41) tak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Senyumnya mengembang tak henti henti.“Alhamdulillah, kulo kasil salaman kalih Pak Jokowi mas (Alhamdulillah saya berhasil menjabat tangan Pak Jokowi, mas), “katanya kepada Jatimplus dengan mata berkaca kaca.

Hujan deras mengguyur kawasan Kali Bogel Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Dan Bambang yang sehari hari bekerja sebagai sopir, tidak memperdulikan itu.

Baju dan celana warga Desa Soso, Kecamatan Wlingi, yakni berjarak sekitar 30-40an kilometer dari Kali Bogel, sudah basah kuyub. Begitu juga dengan sepatunya, terbenam di genangan lumpur. Yang terpenting hari ini bisa bertemu Jokowi.

“Yang penting sudah bisa salaman dengan Pak Jokowi, “katanya setengah berteriak melawan gemuruh hujan.

Kabar Presiden Joko Widodo yang hendak meninjau proyek pengendalian banjir Kali Bogel Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, sudah didengar warga sehari sebelumnya. Kabar itu menyedot perhatian, dan mendorong orang untuk bergerak mendatangi kawasan Kali Bogel.

Bambang satu diantara ratusan, bahkan ribuan warga yang menanti kedatangan Jokowi. Dia bercerita, agar bisa masuk ke lokasi tinjauan Jokowi dirinya datang mruput, pagi pagi.

Saking khawatir dikira membawa benda berbahaya oleh petugas yang melakukan sterilisasi, tas berisi bekal makanan dari rumah, ditinggal begitu saja di sepeda motornya.

“Daripada nanti dilarang masuk, tas saya tinggal di sepeda motor. Ilang yo bene mas (hilang ya sudah mas), “tuturnya.

Ayah satu anak itu mengaku sangat mengidolakan Jokowi. Bukan karena Jokowi menjabat presiden. Saat masih menjadi walikota Solo dua periode, Bambang mengatakan sudah terpukau. Bahkan saat itu dia sempat menebak, suatu saat Jokowi bisa menjadi presiden.

“Saya bukan dukun. Tapi saya pernah menebak, dengan kepemimpinannya, suatu saat Pak Jokowi bisa menjadi presiden. Dan itu benar, “kenangnya.

Cara bicara Jokowi yang kalem, bagi Bambang meneduhkan. Sebagai kawulo alit (orang kecil/warga biasa), dirinya merasa diemong, diayomi. Bagi dia, kebiasaan blusukan Jokowi ke desa desa, kampung kampung, bertemu dengan warga masyarakat adalah tabiat yang tidak di buat buat. Bukan pencitraan.

“Saya bukan orang partai. Tidak paham politik. Karenannya tidak pernah peduli Pak Jokowi berangkat dari partai manapun, “papar Bambang.

Namun demikian sopir antar daerah itu belum pernah bertatap muka langsung dengan Jokowi. Selama ini Bambang hanya melihat dari layar televisi. Juga sebatas mengikuti pemberitaan dari media sosial dan media online.

Suatu hari, kata Bambang dirinya  ingin datang ke Istana. Hanya sekedar bertemu dan berjabat tangan. Namun karena suatu hal, rencana itu urung dilaksanakan. Karenannya, ketika kesempatan ada di depan mata, Bambang tidak ingin menyia nyiakan begitu saja.

“Tolong bantu saya bisa salaman ya mas”. Bambang sempat meminta tolong Jatimplus. Melihat penjagaan aparat yang ketat, pesimis bisa bersalaman dengan Jokowi. Bahkan sempat terlontar, akan menarik perhatian dengan nekat menceburkan diri ke Kali Bogel, kalau dilarang salaman.

Bene, njegur nang kali ae mas, kalau dilarang salaman (Gak papa, nyebur ke sungai aja, kalau dilarang salaman), “katanya. Untungnya, niat Bambang (nyebur ke sungai) tidak terjadi.

Di tengah guyuran hujan lebar, usai melakukan tinjauan, Presiden Jokowi yang diteriaki warga sambil melambaikan tangan minta disalami, langsung datang menghampiri. Warga pun berebut berdesak desakan.

Tiba giliran tangan Bambang yang dijabat Jokowi, lelaki itu langsung berseru, “Kulo trisno lahir batin kaleh panjenengan Pak Jokowi (Saya cinta lahir batin dengan Pak Jokowi). Sontak orang orang disekitarnya tertawa.

Selain tersenyum, terlihat Jokowi juga menyempatkan bercakap cakap. Sayang, gemuruh hujan yang kelewat deras membuat suara Presiden RI ketujuh itu tidak jelas terdengar. Dari lokasi tinjauan hingga menuju mobil berplat RI 1 tempat Jokowi turun, massa terus berjubel jubel, berdesakan. Semuanya minta disalami.

Diantara kerumunan massa, Bambang masih berdiri, terpaku ditempatnya. Wajahnya sumringah bahagia. Tangan kanannya yang baru saja bersentuhan dengan tangan Jokowi, masih dipeganginya.

Rasane koyok suwargo mas (Rasanya seperti sorga mas). Hari ini saya senang sekali. Saya yakin Pak Jokowi akan menjadi presiden lagi, “tuturnya dengan senyum puas.

Selain meninjau proyek pengendalian banjir di Kali Bogel, Kecamatan Sutiojayan, kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Blitar dalam rangka membagikan 2.500 sertifikat tanah untuk warga Kabupaten dan Kota Blitar.

Dalam kunjungan itu, Jokowi juga menyempatkan berziarah ke makam Proklamator RI Soekarno. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.