READING

Saat Lebaran, TN.Baluran Buka Lebih Siang

Saat Lebaran, TN.Baluran Buka Lebih Siang

Mudik lebaran saatnya berkumpul dengan keluarga. Piknik tipis-tipis ke Taman Nasional Baluran bisa jadi pilihan saat berlibur ke kampung halaman.

SITUBONDO – Perlu dicatat nih, Taman Nasional Baluran buka jam 10.00 WIB saat lebaran hari pertama tahun ini, yakni pada tanggal 5 Juni 2019. Pengumuman ini resmi dikeluarkan oleh Balai Taman Nasional Baluran, yang dibenarkan oleh Petugas Pelayanan Pengunjung, Trihari Suparto. Biasanya, taman nasional yang berada di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo ini buka pada pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. “Kunjungan saat liburan hari raya Idul Fitri biasanya baru akan ramai H+3 hingga seminggu setelah lebaran,” terang Trihari kepada Jatimplus.id.

Tak salah jika taman nasional di ujung timur Pulau Jawa ini diserbu wisatawan dari berbagai daerah saat libur lebaran tiba. Pasalnya keindahan alam yang membentang luas di area sabana hingga pantai bakal memberikan angin segar bagi pemudik dari perkotaan. Taman Nasional Baluran memiliki padang sabana seluas 300 hektar yang merupakan sabana alami terluas di Indonesia. Sabana Bekol merupakan habitat satwa seperti Rusa, Kerbau liar, Kera Abu-abu, Merak, dan Ayam Hutan. Jika beruntung, wisatawan dapat berjumpa dengan ragam fauna tersebut yang berkeliaran bebas mencari makan.

Wisatawan berfoto dengan latar belakang kawanan rusa. FOTO: JATIMPLUS.ID/ Suci Rachmaningtyas.

Taman Nasional Baluran juga menjadi tempat konservasi alam bagi mamalia lain seperti Banteng Jawa, Macan Tutul, Ajag, Kijang, Kancil, Anjing Hutan, Kucing Bakau. Terdapat sekitar 234 jenis burung yang tercatat pada tahun 2013. 65 di antaranya merupakan jenis yang dilindungi dengan 15 jenis yang terancam punah seperti Merak Hijau, Jalak Putih, dan Rangkok Badak.

Untuk pengamatan secara luas, pengunjung dapat mengamati ragam flora dan fauna dari menara pandang yang berada di sebuah bukit di belakang Pos Bekol. Dari atas ketinggian itu, hamparan sabana hijau membentang luas dibentengi oleh megahnya gunung Baluran. Jika sedang musim kemarau panjang, hijaunya padang sabana akan berubah dramatis menjadi kuning kecokelatan, yang menjadikan taman nasional ini dijuluki sebagai Africa van Java.

Sabana Bekol juga memiliki keunikan flora seperti Widoro bukol (Ziziphus rotundifolia) yang menjadi ikonik di sabana ini. Tak jarang wisatawan menyebutnya sebagai “pohon Raisa” karena penyanyi papan atas Indonesia itu pernah shooting di tempat ini. Di sabana Bekol ini, wisatawan dapat menjumpai salah satu ikon Taman Nasional Baluran, yakni puluhan rangka kepala banteng dan rusa yang dipajang untuk keperluan edukasi dan selfie.

Sekitar tiga kilometer dari Sabana Bekol, terdapat pantai berpasir putih cantik, yaitu Pantai Bama. Panorama Pantai Bama menawarkan ketenangan karena pantai ini memiliki karakter dengan ombak yang tak terlalu kencang. Terdapat pula kawasan mangrove atau hutan bakau yang dapat wisatawan jelajahi dengan menyusuri mangrovetrail yang berujung pada dermaga dengan pemandangan laut lepas.

Asyiknya bermain air di Pantai Bama Baluran. FOTO: JATIMPLUS.ID/ Suci Rachmaningtyas.

Namun perlu diperhatikan, memasuki kawasan Sabana Bekol dan Pantai Bama wisatawan harus ekstra berhati-hati akan kehadiran monyet nakal. Larangan memberi makan sangat ditegaskan oleh para petugas. Termasuk juga waspada lah jika membawa barang-barang yang mudah diambil oleh monyet, seperti kamera, kacamata, handphone, atau topi. Selain petugas, himbauan lain berasal dari salah satu guide atau pramuwisata yang sering membawa tamu ke Baluran, Eko Wahyudi. “Kalau masuk Baluran ya wajib mematuhi aturan yang ada. Contohnya kecepatan maksimal 20 kilometer per jam, jangan membunyikan klakson agar satwa di sana tidak terganggu atau tertabrak,” terang salah satu pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia wilayah Banyuwangi tersebut.

Himbauan tidak ngebut dalam berkendara di kawasan taman nasional bukan tanpa sebab. Sejak akhir tahun lalu, akses salah satu taman nasional tertua di Indonesia ini diperbaiki total. Jalan aspal mulus dapat pengunjung rasakan dari pintu masuk hingga sampai di area Pantai Bama. Saat akses masih berupa tanah dan batuan, jarak dari pintu gerbang hingga sampai Sabana Bekol membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Namun kini, wisatawan dapat merasakan kenyamanan saat berkendara dengan jarak tempuh cukup 45 menit.

Tiket masuk kawasan Taman Nasional Baluran untuk wisatawan nusantara yakni 16 ribu saat hari aktif dan 18.500 untuk hari libur. Sementara tiket masuk untuk wisatawan mancanegara 165 ribu untuk hari aktif dan 240 ribu untuk hari libur. Menurut Trihari, harga tiket masuk tersebut sudah termasuk asuransi bagi pengunjung. Terdapat tiket untuk kendaraan yakni bus kecil sebesar 50 ribu rupiah, roda empat atau mobil sebesar 10 ribu rupiah, sementara untuk roda dua cukup 5 ribu rupiah.

BALURAN PUNYA WISMA UNTUK MENGINAP

Menikmati kehidupan liar di Taman Nasional seluas 25 ribu hektar ini serasa tak cukup jika dihabiskan dalam waktu dua atau tiga jam. Wisatawan dapat menginap di area zona pemanfaatan dengan adanya guest house atau wisma khusus pengunjung yang ingin menginap. “Wisma tetep buka (saat lebaran),” jelas Trihari.

Terdapat empat akomodasi yang disediakan oleh pihak taman nasional. Yaitu Wisma Merak, Wisma Rusa, dan Wisma Banteng yang berada di area Sabana Bekol, dan Wisma Pilang di kawasan Pantai Bama. Tiap wisma memiliki harga yang bervariasi. Bagi pengunjung yang ingin menikmati deburan ombak pantai dan matahari terbit dapat memilih Wisma Pilang sebagai opsi menginap. Wisma yang menghadap ke pantai ini memiliki kapasitas 2 ruangan di dalamnya. Setiap ruangan dapat diisi maksimal 4 orang pengunjung. Per kamar dipatok dengan harga 200 ribu rupiah.

Wisma Banteng Taman Nasional Baluran. FOTO: JATIMPLUS.ID/ Suci Rachmaningtyas.

Tiga wisma lain berada di kawasan sabana. Di sini wisatawan dapat menyaksikan wildlife satwa penghuni taman nasional saat sepi. Momen menginap tentu menjadi waktu yang sangat tepat bagi pecinta fotografi kehidupan liar. Wisma Rusa memiliki kapasitas 7 ruangan. Wisma ini tergolong sangat terjangkau, yakni cukup 100 ribu untuk 1 kamar yang dapat diisi untuk 2 orang pengunjung. Wisma Rusa sangat cocok untuk pengunjung dalam rombongan besar yang ingin tetap satu ruangan bersama-sama.

Wisma Merak memiliki 3 ruangan yang dapat diisi 2 orang per kamar dan dipatok dengan harga 150 ribu rupiah. Terdapat 1 ruangan yang lebih privat yakni hanya diisi 1 orang pengunjung dengan harga 100 ribu rupiah. Wisma Merak cocok untuk pengunjung dengan rombongan kecil. Sementara Wisma Banteng menawarkan 1 unit penginapan yang dapat diisi untuk 4 orang dengan fasilitas 2 kamar, kamar mandi, ruang tamu, dan dapur mini. Wisma Banteng sangat cocok untuk wisatawan rombongan kecil dan lebih privat. Harga wisma ini dipatok dengan harga 400 ribu per unit. Penasaran gimana sensasi menginap di taman nasional dengan berbagai kehidupan satwa liarnya? Ayo kunjungi Taman Nasional Baluran segera yaa.. (Suci Rachmaningtyas)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.