READING

Sado-Masokis, Penyimpangan Seks Ala Film “Fifty Sh...

Sado-Masokis, Penyimpangan Seks Ala Film “Fifty Shades of Grey”, Bolehkah?

Setiap manusia dewasa memiliki preferensi sek masing-masing dan cara melampiaskan. Dari berbagai jenis fantasi seks, ada salah satu istilah yang cukup santer dibahas dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga. Salah satunya adalah sado-masokis. Apa itu?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sado-masokis berarti  sifat menyakiti pasangan sebelum melakukan hubungan seks. Sedangkan menurut penjelasan konsultan seks, Dr. Ferryal Loetan, ASC&T, Sp RM, Mkes-MMR seperti yang dikutip oleh www.okezone.com, sado masokis sendiri berasal dari dua kata yakni sadis dan masokis.

Sadis berarti efek nikmat yang didapatkan dari seseorang setelah menyakiti lawan main baik secara fisik maupun psikisnya. Sedangkan masokis berarti kebalikannya yakni seseorang yang mendapatkan kenikmatan justru ketika disakiti pasangan ketika berhubungan seksual.

Ada yang menganalogikan perilaku sado-masokis ini dengan para penyuka makanan pedas. Sensasi pedas sendiri adalah reaksi lidah yang terbakar akibat bersentuhan dengan zat tertentu seperti cabai. Seorang penyuka pedas tidak akan puas dengan rasa makanan hingga dia bisa merasakan rasa pedas pada level yang ditolerir lidah.

Jenis tindakan sado-masokis antara lain dengan mengikat pasangan ketika berhubungan badan. Selain membatasi gerak pasangannya, biasanya mereka juga menutup mata pasangan hingga melakukan penganiayaan dengan memukul, mencekik, menjambak, hingga mencambuknya.

Beberapa kasus sado-masokis yang paling ekstrim adalah hipoksifilia yakni kondisi penderita terangsang secara seksual ketika konsumsi oksigen dibatasi. Ada berbagai cara yang mereka lakukan mulai dari menggunakan bahan kimia, membekap mulut dan hidung menggunakan kantung plastik, hingga menjerat leher.

Ada banyak pandangan yang berbeda dalam menyikapi keberadaan orang-orang yang mengidap sado-masokis. Dokter Ferryal beranggapan bahwa sado-masokis tidak berbahaya selama para pengidap sadistis bertemu dengan pengidap masokis. Keduanya bisa saling memenuhi hasrat dan fantasi seks sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Toh juga keduanya melakukan dengan kesepakatan sebelumnya. Dr. Ferryal juga menekankan agar cara-cara yang dilakukannya dalam batas wajar dan tidak dalam pengaruh minuman keras atau narkotika. Jika dilakukan di luar kesadaran, dikhawatirkan aktivitas ini justru berujung pada kematian.

Sado-masokis bisa dikategorikan berbahaya jika orang yang menderita sadistis ini bertemu dengan orang normal. Bukan terpenuhinya kepuasan setelah melakukan hubungan intim, dikhawatirkan penganiayaan justru berdampak pada rasa trauma pada pasangan normal. Pada tolok ukur normal, aktivitas ini dinilai tidak wajar. Tenaga ahli mengategorikan perilaku sado-masokis sebagai kelainan pada kejiwaan sehingga diperlukan upaya rehabilitasi.

Sado-masokis terbentuk akibat tekanan psikologis maupun kekerasan fisik ketika masa kanak-kanak. Bisa jadi karena kondisi keluarga yang tidak harmonis, pelecehan dari lingkungan akibat longgarnya pengawasan dari orang tua, hingga kesalahan dalam pergaulan.

Meski berkaitan dengan aspek kejiwaan, bukan berarti pengidap sado-masokis adalah orang yang tidak waras. Di kehidupan sehari-hari, sikap dan perilaku mereka sangat wajar dan tidak ada keanehan apapun. Ketidakwajaran baru akan terlihat ketika yang bersangkutan melakukan aktivitas seks baik ketika sendiri maupun bersama pasangannya.

Mengingat perilaku sado-masokis ini dinilai tidak wajar dilakukan, ada banyak upaya yang bisa dilakukan demi mengembalikan perilaku para pengidapnya menjadi normal kembali. Salah satunya adalah dengan melakukan terapi psikis dan pemberian obat-obatan untuk menurunkan kadar hormon testosteron dan obat antidepresi. Keduanya harus dilakukan di bawah pengawasan dokter ahli.

Penulis : Dina Rosyidha
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.