READING

Saksi a de charge Tak Lengkap, Jeruji Besi Siap Me...

Saksi a de charge Tak Lengkap, Jeruji Besi Siap Menanti Ahmad Dhani

SURABAYA- Untuk membela diri atas kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjeratnya, musisi Ahmad Dhani Manaf  mengajukan tiga saksi ahli a de charge (meringankan).

Hanya saja dari tiga saksi ahli yang diajukan Dhani, hanya saksi ahli Pidana dan ahli ITE yang hadir. Sedangkan saksi ahli Bahasa gagal diperiksa karena alasan sibuk.

Menurut  Direktur Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan penyidik hanya memberi kesempatan dua kali kepada Dhani (mengajukan saksi a de charge), yakni 1-11 November 2018 dan 11-20 November 2018.

Diluar itu kesempatan telah tertutup. Artinya tahapan akan berlanjut. “Artinya kami telah melaksanakan tahap proses penyidikan pemberkasaan, “ujar Gunawan.

Dampak ujaran “idiot” yang direkam dalam video blog (Vlog), ayah Al, El dan Dul itu ditetapkan tersangka dugaan pencemaran nama baik.

Ujaran ditujukan kepada sejumlah orang saat Dhani berada di Hotel Majapahit Surabaya 26 Agustus 2018 lalu. Sebelumnya penyidik telah menyita akun Instagram dan telepon selular Dhani. Tempat tinggal mantan suami Maia Estianti di Jakarta itu juga sempat digeledah.

Saat ini berkas penyidikan telah rampung. Penyidik, kata Gunawan  tinggal menunggu hasil pemeriksaan laboratorium barang bukti yang disita. Setelah itu berkas perkara Dhani akan langsung dilimpahkan kepada kejaksaan.

“Saat ini tinggal menunggu pemeriksaan laboratorium, “jelasnya.

Sementara meski saksi ahli yang hadir tidak sesuai harapan, Dhani tetap optimis bisa lepas dari jeratan hukum. Bos manajemen Republik Cinta itu merasa tidak melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan.

“Ngapain banyak banyak. Satu saja sudah cukup, “sumbar  musisi berkepala pelontos itu seperti dilansir dari inews.id

Baca Juga :

Ahmad Dhani Mau Jualan Kaos

Ahmad Dhani Langganan Urusan Polisi

Sementara terkait kasus yang menjerat Dhani, sejumlah orang yang mengatasnamakan Koalisi Bela NKRI Surabaya mendesak polisi segera melakukan penahanan. Dengan menyandang status tersangka, Koalisi yang terdiri dari 45 elemen masyarakat itu menilai Dhani sudah layak ditahan.

“Kami khawatir dia (Ahmad Dhani) akan melarikan diri, “ujar Rudi Rosadi selaku juru bicara koalisi Bela NKRI Surabaya. Dalam kasus pencemaran nama baik  ini Dhani terancam dijerat pasal UU ITE No 19 Tahun 2016, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.