READING

Sampah Menggunung, Ini Ide Legislator Kota Kediri

Sampah Menggunung, Ini Ide Legislator Kota Kediri

KEDIRI – Sampah masih menjadi persoalan klasik masyarakat kota besar, termasuk Kediri. Masyarakat dituntut aktif menangani persoalan sampah sejak dari rumah tangga.

Kampanye pengelolaan sampah ini disuarakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kediri. Mereka mengajak setiap rumah tangga di Kota Kediri untuk disiplin memilah sampah. “Setiap rumah tangga harus mulai memilah sampah sebelum dibuang,” kata Ashari, politisi Partai Demokrat yang duduk di Komisi C, Kamis 6 Februari 2020.

Ia berharap perilaku memilah sampah organik dan non organik ini bisa mengatasi persoalan sampah yang menjadi kendala Pemerintah Kota Kediri sejak dulu. Dengan keterbatasan lahan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), volume sampah rumah tangga justru tidak menurun.

Ashari berpikir volume sampah yang ada harus dikurangi. Caranya dengan mengolah sampah non organik menjadi biji plastik, dan menjadikan sampah organik sebagai kompos. “Pengolahan sampah non organik ini ada di masing-masing kelurahan, jadi tidak menumpuk di TPA,” kata Ashari.

Membangun instalasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) ini, menurut Ashari, bukan hal mustahil. Dengan keberadaan anggaran Prodamas yang melekat di tiap Rukun Tetangga, masyarakat bisa membangun instalasi pengolahan sampah sendiri. Jika memungkinkan tiap kelurahan memiliki TPST masing-masing.

Untuk menjaga sistem itu, pemerintah diminta membuat regulasi yang mengatur perilaku masyarakat dalam membuang sampah. Misalnya, rumah tangga yang tak melakukan pemilahan sampah akan beresiko sampahnya menumpuk di rumah. “Sebab petugas pemungut sampah tak akan mengambil sampah yang tak dipilah,” kata Ashari.

Sebaliknya, rumah tangga yang tertib mengelola sampah akan mendapat apresiasi dengan tidak membayar biaya petugas sampah. Seluruh operasional petugas pemungut sampah akan ditanggung pemerintah daerah melalui APBD. Sedangkan pengadaan gerobak sampah dan lain-lain bisa dianggarkan dari Prodamas.

Ashari optimis mekanisme ini akan mampu mengendalikan volume sampah yang menjadi persoalan klasik. Jika tak dikelola dengan baik, pemerintah daerah akan kehabisan lahan untuk menjadi tempat pembuangan akhir.  

Data Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menyebut jumlah sampah yang masuk ke TPA mencapai 1,4 ton per hari. Berbagai upaya untuk menekan volume sampah selama ini belum memberikan hasil signifikan.

Saat ini jumlah TPS di Kota Kediri sebanyak 47 lokasi, tersebar di 46 kelurahan di tiga kecamatan. Dari jumlah itu, baru lima yang berkonsep 3R (reuse, reduce, recylce), yakni Kelurahan Banjaran, Kaliombo, Banjarmlati, Tempurejo, dan Rejomulyo. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.