READING

Satu Kilometer Satu Smart Camera Pantau Tol Jomo

Satu Kilometer Satu Smart Camera Pantau Tol Jomo

JOMBANG- Alat pemantau jalan bebas hambatan (tol) dengan sistem terintegrasi tengah disiapkan di jalan tol Jombang-Mojokerto (Jomo). Pemasangan alat yang berupa smart camera itu akan meniru ruas tol Merak-Tangerang (72 km), yakni dengan sebanyak 145 titik smart camera di sepanjang ruas tol.

Saat ini PT Astra Infra Solutions (AIS) selaku pelaksana operasional jalan tol Jomo tengah melakukan penjajakan. “Ini sedang kita jajaki, “kata Chief Astra Infra Solutions Kris Ade Sudiyono kepada wartawan.

Gagasan itu rencananya akan direalisasikan tahun 2019. Setiap satu kilometer di tol Jomo, targetnya terpasang satu unit smart camera. Dengan panjang ruas tol (Jomo) 40,5 kilometer, asumsinya akan ada 40 smart camera. Pemasangan itu diluar yang sudah terpasang di sejumlah titik strategis.

Menurut Ade Sudiyono, keberadaan smart camera yang terintegrasi dengan Kantor Pelayanan Tol, diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kepada pengguna tol.

Sementara dengan diresmikan Presiden Joko Widodo Kamis (20/12), seluruh bagian  tol Jomo bisa beroperasi penuh. Maksimalnya fungsi tol Jomo tidak lepas dari tuntasnya pembangunan tol seksi 2,3 dan 4.

Tol Jomo sendiri beroperasi mulai bulan September 2017. Dengan peresmian itu, kini, jalan tol Trans Jawa telah tersambung mulai dari Merak hingga Grati, Pasuruan, Jawa Timur.

Bersama dengan itu, pengelolaan operasional Tol Jomo beralih dari PT Marga Harjaya Infrastruktur (PT MHI) atau Astra Infra Toll Road kepada PT AIS (PT Astra Infra Solutions).

Selain operasional, PT AIS  juga akan fokus pada pemeliharaan, pengumpulan pendapatan, jasa pengaturan lalu lintas serta pengelolaan aset berbasis tekhnologi terkini.

“Fokus kami juga pada pengelolaan tol yang efisien dan peningkatan kepuasan pengguna jalan tol, “terang Ade Sudiyono seperti dilansir dari kompas.com.

Sementara PT MHI akan berinisiatif pada bagaimana meningkatkan kepuasan pelanggan jalan tol. Kemudian juga mengembangan bisnis dan sumber pendapatan lainnya.

Bersolek dengan Trembesi dan Tabebuya

Sementara itu, untuk estetika dan menciptakan suasana teduh, sebanyak 8.400 pohon trembesi akan ditanam di sepanjang ruas jalan tol Trans Jawa di wilayah Jawa Timur.

Selain trembesi juga disiapkan sebanyak 650 bibit pohon Tabebuya seperti yang  tumbuh di beberapa titik ruas jalan Kota Surabaya. Kemudian juga 200 bibit kepoh, dan masing masing 100 bibit flamboyan, maja, tanjung, bunga kupu kupu, eucalyptus, ketapang dan salam.

Penanaman akan dilakukan Djarum Foundation yang dilanjutkan perawatan selama 3 tahun berikutnya, yakni meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan hingga penggantian bibit baru bila ada yang rusak.

“Kami akan merawat selama 3 tahun sampai batang pohon dirasa cukup besar, “kata Vice Presiden Djarum Foundation FX Supanji disela prosesi simbolis penanaman trembesi di Alun Alun Sidoarjo.

Trembesi yang dikenal sebagai pohon hujan, yakni berketinggian sampai 20 meter dan bertajuk lebar dinilai efektif menyerap gas Co2. Satu batang trembesi dewasa mampu menyerap 28 ton Co2 per tahun.

Sementara Tabebuya memiliki keelokan bunga dan daun yang memikat. Untuk kepoh, flamboyan, maja, tanjung dan lain lain, akan ditanam pada ruas interchange, kantor pengeloa jalan tol dan rest area. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.