Sedot WC, Jasa Yang Tak Bisa Ditawar

SURABAYA – Menawar harga saat melakukan transaksi barang dan jasa adalah hal biasa. Namun tahukah kamu bahwa ada jasa yang tak bisa ditawar, yakni tukang sedot WC.

Sebagai sarana pembuangan sekaligus kelengkapan membersihkan diri, keberadaan WC tentu sangat vital. Bayangkan jika rumah tak memiliki WC atau harus menumpang di WC umum saat sedang kebelet. Tentu merepotkan bukan.

Apalagi jika WC rumah tiba-tiba mampet. Meski puluhan timba digelontorkan ke dalam kloset, namun tak membuat kotoran di dalamnya bergeming. Emosi bahkan bisa memuncak ketika air yang disiramkan justru meluber memenuhi lantai kamar mandi. Hiiii…..jorok.

Jika sudah demikian, memanggil jasa sedot WC adalah solusi satu-satunya. Namun niat itu kembali goyah ketika mengetahui harga yang dibanderol ternyata tak murah. Yakni Rp 250.000 – 300.000 per kubik tinja yang disedot.

Untuk kapasitas septic tank perumahan, setidaknya dibutuhkan 5-6 kubik sekali sedot. Ini berarti pemilik rumah harus merogoh kocek hingga 1,8 juta untuk mengosongkan septic tank. Itu belum termasuk ongkos jasa pembersihannya. Wow, harga yang cukup mahal untuk urusan “belakang”.

Namun jangan coba-coba menawar harga yang mereka patok. Dengan santai para penyedia jasa sedot WC akan memberikan alibi yang sulit dibantah. “Sudahlah, tidak usah ditawar. Siapa coba yang mau mengobok-obok dan membersihkan kotoran sampeyan,” katanya.

Jika sudah demikian, kita tak punya cukup alasan untuk melanjutkan negosiasi harga. Satu-satunya peluang yang bisa dilakukan adalah menawar ukuran kotoran yang disedot menjadi kerja borongan. Harga paketan ini biasanya masih menyentuh angka Rp 1,5 juta, termasuk service kloset hingga lancar.   

Tak sekedar memasukkan selang pipa ke dalam septic tank, urusan sedot tinja ini juga memastikan tak ada saluran kloset yang terhambat. Untuk itu, mereka tak segan-segan memasukkan tangan ke dalam leher kloset hingga sampai ke siku. Ini untuk memastikan tak ada sesuatu yang menghambat. Biasanya pembalut wanita paling banyak nyangkut.

Tak cukup itu, irisan mereka dengan kotoran juga terjadi saat menarik selang pipa dari dalam septic tank. Ujung selang paling bawah yang masuk ke dalam septic tank akan langsung ditutup dengan tangan agar sisa kotoran yang ada tak berceceran. Selanjutnya selang itu dimasukkan ke dalam bak air yang telah disediakan.

Antok, salah satu teknisi jasa sedot WC asal Surabaya mengaku tak pernah bercita-cita menjadi tukang sedot WC seumur hidupnya. Namun karena tuntutan ekonomi, dia menerima ajakan temannya untuk menjadi tukang sedot WC. “Siapa yang mau kerja ginian,” katanya nyinyir.

Lantas kemana isi septic tank itu dibuang? Menurut Antok, proses pembuangan itulah yang sebenarnya menjadi faktor mahalnya harga jasa sedot WC. Sebab mereka kerap membuangnya hingga ke luar kota ketika tak ada lagi areal sawah yang mau menampung. Sebelumnya kotoran itu dibuang ke sawah sebagai nutrisi tanaman.

Seiring makin habisnya areal sawah serta banyaknya petani yang menolak, para jasa sedot WC membuangnya ke kota besar sebagai makanan ternak lele. “Biasanya saya buang ke peternakan lele yang mau menerima,” kata Antok.

Dari pendapatan tersebut, dia harus berbagi dengan pemilik armada. Karena tak semua tukang sedot WC memiliki kendaraan sendiri. Apalagi kendaraan yang dibutuhkan harus dilengkapi tangki besar, selang pipa, dan kompresor untuk menyedot. (*)

Print Friendly, PDF & Email

  1. […] Baca juga Sedot WC, Jasa Yang Tak Bisa Ditawar […]

  2. Avatar
    Rezasayuti

    27 August

    Kemana Limbah tinja ini di buang? Pertanyaan ini mungkin menjadi perwakilan kepada audience pembaca yang lain.
    Yang kami tahu kalo di ibukota misal di jakarta untuk sarana buangaN limbah tinja ini di tampung oleh pemda daerah di kolam oksidasi kemudian kembali di olah menjadi pupuk kompos kering yang pasti berbayar.
    Semoga untuk playanan limbah tinja di daerah pun terakomodir seperti itu dengan baik dari hulu sampai hilir, guna menjaga lingkungan agar tidak tercemar .

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.