READING

Segera Dibuka, Ini Fakta Jembatan Brawijaya

Segera Dibuka, Ini Fakta Jembatan Brawijaya

KEDIRI – Jembatan Brawijaya yang menghubungkan wilayah timur dan barat Kota Kediri hampir rampung. Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu mengurai kemacetan lalu-lintas di Kediri.

Setelah lama mangkrak dan sempat menjadi catatan Badan Pemeriksa Keuangan, proyek pembangunan jembatan Brawijaya akhirnya di depan mata. Proyek senilai Rp 66 milyar ini ditargetkan rampung akhir bulan Desember tahun ini.

Keberadaan jembatan Brawijaya ini cukup vital dalam menunjang transportasi masyarakat Kediri. Selama bertahun-tahun warga kota ini hanya mengandalkan jembatan lama peninggalan penjajahan Belanda. Dua jembatan lain yakni jembatan alun-alun dan jembatan Semampir lebih banyak mendukung akses transportasi antar kota.

Jembatan Brawijaya yang dikerjakan oleh perusahaan konstruksi PT Fajar Parahyangan dari Bandung ini memiliki panjang 175 meter. Melintasi permukaan sungai Brantas yang lebar dan deras, jembatan ini terlihat cukup kokoh. Dalam uji muatan yang dilakukan tim Institut Teknologi 10 November Surabaya beberapa waktu lalu, jembatan ini mampu menahan beban hingga 800 ton. Pengukuran itu dilakukan dengan memarkir 16 unit truk di atasnya.

Dengan beroperasinya jembatan baru ini, para pengendara tak lagi dihadapkan pada kemacetan luar biasa saat menyeberangi sungai Brantas. Selama ini mereka berdesak-desakan di mulut jembatan lama hanya untuk mengantre melintasi jembatan. Kepadatan ini terutama terjadi pada pagi dan sore hari, bertepatan dengan keberangkatan dan kepulangan jam sekolah maupun jam kantor.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Ferry Djatmiko mengatakan pemerintah telah menyusun rekayasa lalu-lintas di kawasan jembatan Brawijaya. Diantaranya dengan memasang traffict light di sisi timur jembatan. Lampu lalu-lintas itu dipasang sebelum memasuki area jembatan untuk mengatur kendaraan dari arah timur dan selatan. “Pengaturan itu hanya di area jembatan saja. Lainnya tidak ada perubahan arus,” kata Ferry kepada Jatimplus, Rabu 12 Desember 2018.

Aturan lain yang akan diberlakukan Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu-lintas Polres Kediri Kota adalah penggunaan akses jembatan lama. Jika selama ini jembatan tersebut dipergunakan kendaraan roda dua dan empat dengan sistem buka tutup di jam tertentu, ke depan tidak lagi. Jembatan lama hanya berlaku satu arah dari timur ke barat. Itupun hanya kendaraan roda dua yang diperkenankan lewat. “Lainnya masuk jembatan baru,” kata Ferry.

Sesuai jadwal pengerjaan, jembatan itu harus tuntas sebelum tanggal 23 Desember 2018. Selanjutnya pekerjaan itu akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Kediri untuk diresmikan. Hingga kini belum diketahui kapan jembatan itu akan resmi dibuka untuk umum.

Terjerat Korupsi

Perjalanan panjang Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar untuk menyelesaikan pembangunan jembatan Brawijaya patut diapresiasi. Tak hanya lama, pembangunan jembatan ini juga terjerat kasus hukum akibat dugaan korupsi.

Proyek ini bahkan telah dimulai pada tahun 2012, saat Abdullah Abu Bakar menjabat Wakil Walikota Kediri. Kala itu Wali Kota Kediri dijabat oleh Samsul Ashar. Sejak ide jembatan itu diluncurkan, polemik soal prosedur pembangunannya telah muncul.

Dalam sidang pengadilan tindak pidana korupsi di Surabaya beberapa waktu lalu, majelis hakim menemukan jika Samsul Ashar telah menandatangani lelang proyek senilai Rp 71 milyar sebelum mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Belakangan proyek itu nyata-nyata dikorupsi dengan melibatkan sejumlah pejabat pelaksana kala itu.

Akibat terjerat kasus ini, pemerintahan Abdullah Abu Bakar sempat tersandera untuk melanjutkan pembangunannya. Bahkan Abdullah nekat menyurati Presiden Joko Widodo untuk meminta solusi agar bisa melanjutkan pembangunan jembatan tanpa terhalang proses hukum yang sedang berjalan. Badan Pemeriksa Keuangan juga menemukan sisa lebih penggunaan anggaran APBD Kota Kediri akibat tak bisa diserapnya anggaran proyek tersebut.

Kini setelah penantian panjang, warga Kota Kediri segera bisa menikmati sarana penyeberangan sungai yang memadai. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.