READING

Sehari Hanya 14 Ribu Kendaraan, Tol Jomo Kurang Di...

Sehari Hanya 14 Ribu Kendaraan, Tol Jomo Kurang Diminati

MOJOKERTO- Target pengguna jalan bebas hambatan (tol) Jombang-Mojokerto (Jomo) sebanyak 27 ribu kendaraan per hari. Sudah hampir setahun beroperasi, jumlah  pengguna jalan tol Jomo rata rata masih 14 ribu kendaraan per hari.

Peminat jalan tol yang terhubung dengan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) itu relatif minim. Keramaian tol dengan panjang 40,5 kilometer itu hanya terlihat di akhir pekan. Diluar week end, masih lebih banyak pengguna jalan yang memilih jalur konvensional bebas bayar.

Seperti dilansir dari sindonews.com, Manajemen Pendapatan Tol (MPT) Jomo, Rifan Tsamany mengatakan,  awal Januari 2018 jumlah pengguna tol Jomo rata rata 10 ribu per hari. “Saat ini 14 ribu kendaraan per hari, “ujarnya.

Untuk menarik minat pengguna jalan, pengelola Tol melakukan berbagai daya upaya. Salah satunya dengan menjalankan program Terima Kasih Pelanggan dimana melakukan undian bagi para pengguna jalan tol.

Sementara di sisi lain, meski belum genap setahun, yakni tepatnya 11 bulan dibuka, angka kecelakaan di tol Jomo sudah sebanyak 139 kasus. Dari kasus itu, tiga pengendara diantaranya meninggal dunia.

Kecelakaan lebih banyak disebabkan faktor human error, yaitu pecah ban, ngebut melebihi batas kecepatan dan sopir mengantuk.

Menurut Humas PT Astra Tol Dela Rosita, angka kecelakaan terbilang kecil jika dibandingkan panjang ruas tol. Kendati demikian upaya pencegahan (kecelakaan) terus dilakukan, yaitu salah satunya memasang papan batas kecepatan di setiap kilometer.

Pemasangan itu terutama di ruas jalan yang patut diwaspadai pengendara, yaitu kilometer 697 seksi 1 dan kilometer 709.

“Karena  banyak kecelakaan disebabkan pengendara memacu kecepatan lebih dari 100 km per jam yang merupakan batas tertinggi, “jelasnya.

Diluar pemasangan papan batas kecepatan, pengelola tol bekerjasama dengan kepolisian lalu lintas. Dengan piranti speed gun, polisi siap menindak pengemudi yang melanggar batas kecepatan.

Seperti diketahui, tarif termurah jalan tol Jomo sebesar Rp 6 ribu dan termahal Rp 138 ribu. Tinggi rendah traif dipengaruhi golongan atau jenis kendaraan yang melintas.

Pembangunan jalan tol Jomo bertujuan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah titik. Diantaranya jalan By Pass Mojokerto (simpang empat Mertek hingga simpang lima Kenanten).

Kemudian juga pertigaan Mengkreng yang merupakan tempat pertemuan jalur dari wilayah Nganjuk, Kediri dan Jombang. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.