READING

Sejuta Ide Sujiman di Tengah Wabah Corona

Sejuta Ide Sujiman di Tengah Wabah Corona

KEDIRI – Sujiman tidak ubahnya dengan warga kebanyakan. Pekerjaan formalnya bersama Pemerintah Provinsi Jatim pun terhenti akibat pandemi. Meski demikian, Sujiman tidak kehabisan akal ditengah keterbatasan akibat wabah corona.

Pria 59 tahun ini kini aktif memproduksi gentong plastik hasil daur ulang. Seiring dengan adanya himbauan pemerintah untuk sesering mungkin cuci tangan, gentong karya Sujiman pun kebanjiran pesanan. “Tidak menyangka sebenarnya. Awalnya iseng mengunggah ke grup Whatsapp RT ternyata banyak yang berminat,” terang Sujiman.

Sebenarnya gentong cuci tangan yang dijual Sujiman adalah gentong plastik biasa. Hanya saja oleh pria asal Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini ditambah dengan lukisan tangan agar lebih menarik jika ditaruh di depan rumah. Seperti yang terlihat di depan rumah Sujiman. Ada tiga gentong kecil untuk cuci tangan bergambar bunga di sana.

Karena unik dan menarik, tetangga Sujiman pun memesan gentong yang sama. Hal ini juga menarik minat Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri yang kemudian ikut melakukan pemesanan. Kini ada puluhan gentong yang dipesan per minggunya.

“Saya bukan pelukis, jadi gambaran saya seadanya. Tapi ternyata banyak yang suka,” tambahnya.

Sujiman saat ini disibukkan dengan pesanan gentong ukuran 25 liter yang dipesan lebih dari 100 unit. Beberapa unit rencananya akan dipasang di beberapa titik di Kota Kediri. Selebihnya adalah pesanan warga sekitar. Untuk gentong yang berukuran kecil, oleh Sujiman dijual Rp 50 ribu per unit.

“Tadinya saya gambari sendiri. Kemudian ada teman pelukis yang menawarkan jasanya, makanya saya ajak sekalian,” bebernya.

Mengingat semakin langkanya bahan baku membuat harga gentong plastik pun naik. Kendala ini membuat Sujiman harus membatasi jumlah pesanan. Modal usahanya tidak mencukupi jika harus berproduksi dalam jumlah besar.

Kegiatan reuse gentong plastik untuk cuci tangan ini ternyata mencuri perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Bukan meminta produk gentong, mereka justru meminta Sujiman untuk membuat video kampanye cuci tangan. Sayang permintaan ini belum bisa direalisasikan Sujiman karena keterbatasan kemampuan.

“Selain sibuk mengerjakan banyak hal, saya juga tidak ahli membuat video. Jadi tidak saya iya-kan,” ujarnya kecewa.

Sebelum dikenal sebagai pembuat gentong plastik cuci tangan, Sujiman memang sudah aktif dan kreatif. Alumni Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) ini berhasil meracik ramuan dekomposer dengan menggunakan mikroorganisme lokal (MOL) sebagai pengganti cairan EM4.

Oleh Sujiman kemudian diberi nama dekomposer MOL Multiguna. Berkat inovasinya ini, dia berhasil meraih juara II juara II Inovasi Teknologi tingkat Nasional tahun 2012.

Selain itu, Sujiman juga membuat alat dekomposer yang bisa mendekomposisi sampah organik menjadi kompos tanpa menimbulkan bau dan air lindi. Ratusan dekomposer rakitannya ini dipesan pelanggan dari berbagai kota di Jawa Timur termasuk lembaga pemerintah.

Berkat kreatifitasnya tersebut, Sujiman pun diminta untuk menjadi narasumber berbagai acara terkait teknologi tepat guna. Serta masuk dalam tim evaluasi Desa/Kelurahan Berseri Pemerintah Provinsi Jatim sejak 2014. Namun akibat wabah virus, program tersebut dihentikan.

Di tengah kosongnya aktivitas di luar rumah, Sujiman pun tidak kehabisan ide. Dia melakukan berbagai percobaan terkait teknologi sederhana tepat guna mulai dari membuat pot, membuat kokedama, dan membuat semaian tanaman hias. Sujiman juga membuat casing biopori sehingga kompos mudah diambil dan lubang tidak mampet.

Semuanya menarik para konsumen untuk membeli dan ikut memanfaatkan teknologi sederhana buatannya. Berkat ujicoba yang dilakukannya, Sujiman punjuga tidak pernah absen mengisi acara-acara pembinaan pertanian dan lingkungan.

“Kalau melakukan apapun dengan ikhlas, selalu ada jalan dan akan dibukakan rezeki,” pungkas peraih juara II Inotek Kota Kediri 2018 ini optimis.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.