READING

Selama Pandemi, ATCS Kota Prioritaskan Mobil Ambul...

Selama Pandemi, ATCS Kota Prioritaskan Mobil Ambulans Melintas

KEDIRI – Lalu lintas Kota Kediri dibuat lebih ramah terhadap mobil ambulans. Kendaraan darurat ini diprioritaskan untuk melaju lebih dulu dengan cara mengubah lampu lalu lintas menjadi hijau saat mobil ambulans melintas. Pusat kendalinya ada di ruang command center Dinas Perhubungan Kota Kediri.

Kemampuan mengatur lampu lalu lintas ini didukung oleh infrastruktur yang dimiliki Pemerintah Kota Kediri berupa kamera Area Traffic Control System (ATCS). Total ada 17 titik kamera yang tersebar di simpul-simpul utama jalur transportasi Kota Tahu. Keberadaan kamera ini memungkinkan petugas memantau kondisi lalu lintas selama 24 jam.

“Alhamdulillah sudah punya ATCS sejak 2014,” terang Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Selama wabah virus corona, Mas Abu meminta petugas agar lebih memprioritaskan mobil ambulans. Instruksi ini ditujukan agar para pasien bisa segera mendapat penanganan dan mengurangi potensi penularan ke petugas medis yang berada satu kendaraan. “Jadi jangan sampai mobil ambulans terjebak di lampu merah,” tambahnya.

Tidak hanya lampu ambulans, command center selama ini juga memprioritaskan beberapa kendaraan umum seperti bus sekolah dan angkutan kota terutama ketika jam-jam sibuk. Hal ini dilakukan agar para siswa yang setiap pagi memadati jalanan Kota Kediri bisa segera sampai ke tempat tujuan sebelum jam masuk.

Tidak hanya itu, petugas juga biasanya memberikan peringatan melalui speaker kepada para pelanggar lalu lintas di lampu merah. Bentuk pelanggarannya seperti tidak mengenakan helm, melewati marka jalan, dan berboncengan lebih dari kapasitas kendaraan. Kadang kala ada bus antar kota yang berhenti sembarang di dekat lampu merah sehingga memicu terjadinya macet.

“Kami terus memantau kondisi lalu lintas melalui Command Center Dishub Kota Kediri untuk mengatur lalu lintas melalui durasi traffic light” kata Bambang Trilasmono, Kabid Manajemen Angkutan Dinas Perhubungan Kota Kediri.

Untuk mengurai kemacetan berlebih, petugas biasanya melakukan perubahan pada durasi lampu merah dan hijau. Untuk jalur yang padat, durasi lampu hijaunya lebih lama dibandingkan lampu merah. Sedangkan untuk jalur yang sepi diberi jatah lampu hijau yang lebih pendek. Pengaturan nyala lampu hijau dan merah ini bisa berubah-ubah tergantung kondisi lalu lintas yang terpantau ATCS.

Sejauh ini beberapa perempatan yang paling dinamis ada di pinggiran kota. Seperti perempatan Semampir, Mrican, dan Perempatan Alun-alun Kota Kediri. Tidak hanya mengandalkan ATCS, petugas Dishub sesekali memantau di lapangan untuk melihat langsung kondisi lalu lintas. “Pas padat, petugas di lapangan mengurai kepadatan secara manual. Namun ada pula yang langsung mengontak Command Center untuk membantu mengatur traffic light-nya,” pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.