READING

Seorang Warga Blitar, Jawa Timur, Positif Corona

Seorang Warga Blitar, Jawa Timur, Positif Corona

KEDIRI- Pemerintah Kabupaten Blitar melalui rilis 22/03/2020 mengkonfirmasi bahwa salah satu warganya dinyatakan postif corona setelah dikonfirmasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur pada hari yang sama.

Tanggal 20 Maret, pasien tersebut datang dari Bogor dengan mobil pribadi kemudian menuju rumah orang tuanya di Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Sejak di Bpgor pada tanggal 11 Maret 2020, pasien sudah merasa sakit.

Sesampai di Kota Blitar, pasien berobat ke RS Syuhada Haji (Kota Blitasr) kemudian dirujuk RSI Aminah (Kota Blitar). Sabtu, 21/03/2020 dirujuk ke RSUD Kabupaten Kediri di Pare, rumah sakit yang ditunjuk sebagai RS rujukan Covid-19. Hari Minggu sore, 22/03/2020, diketahui pasien positif Covid-19 dan kini menempati ruang isolasi di RSUD Kabaputen Kediri.

Pemerintah daerah kini sedang menagadakan pelacakan kontak erat dengan pasien kemudian kontak tersebut diajurkan untuk mengisolasi

Juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan BNPB di YouTube, Senin (23/3/2020) menyampaikan bahwa total kasus corona sejumlah 579 kasus, berarti ada penambahan 65 kasus positif corona. Sehari sebelumnya, sejumlah 514 kasus positif corona, 48 pasien meninggal, dan 30 pasien sembuh.

Di Jawa Timur, kasus positif coro sejumlah 41 kasus, dengan jumlah terbanyak di Surabaya sejumlah 29 kasus dan 1 orang di Sidoarjo.

Pemkot Kediri Siapkan Anggaran 20.3 M untuk Penanganan Covid-19

Di Kota Kediri, melalui pantauan dari laman https://corona.kedirikota.go.id/ per 23/03/2020 sejumlah 62 orang ODR (Orang Sehat Dalam Risiko), 2 orang masuk kategori ODP (Orang Sehat Dalam Pemantauan).

Saat ini Pemkot Kediri telah menganggarkan Rp 20,3 miliar yang diambil dari perubahan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)sebesar Rp 15,3 miliar ditambah Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik/ Bantuan Operasional Kesehatan yang ada di Puskesmas sebesar Rp 5 miliar. Jika anggaran ini nanti tidak cukup, Pemkot Kediri akan menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT) dan perubahan Dana Alokasi Umum (DAU).

“Penggunaan anggaran ini sebagian besar dialokasikan untuk pengadaan masker, hand sanitizer, desinfektan, sprayer, dan APD untuk rumah sakit dan Puskesmas,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr. Fauzan Adima.

“Untuk masker, hand sanitizer, dan desinfektan nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Fauzan mengatakan anggaran tersebut juga akan digunakan untuk penyediaan dan perbaikan ruang isolasi untuk RSUD Gambiran, Kota Kediri.

Sejak membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 15 Maret 2020, Pemerintah Kota Kediri langsung bergegas untuk mencegah virus corona masuk. Upaya-upaya tersebut seperti penyemprotan desinfektan, pemasangan tempat cuci tangan di berbagai tempat publik, dan menyiapkan ruang isolasi di rumah sakit, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat, dan himbauan di berbagai media, seperti media sosial, grup WA, mobil himbauan yang keliling, himbauan di setiap lampu traffic light di Kota Kediri. Selain itu Kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan massal dihentikan, salah satunya Car Free Day di Jalan Dhoho.

Pemkot juga membuka call center 24 jam di nomor (0354) 2894000 sekaligus menerima aduan melalui aplikasi chatting WhatsApp di nomor 08113787119 (Titik Kartitiani).

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.