Serabi Imut Kaya Toping Khas Malang

Serabi imut kaya toping khas Kota Malang. Foto Moch Fikri Zulfikar

MALANG – Menjelajahi kuliner khas Kota Malang seperti tak ada habisnya. Salah satunya adalah jajanan serabi imut di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Selain memiliki rasa yang khas dan tak ada di tempat lain, serabi ini makin spesial dengan tambahan aneka toping. Ada 47 jenis toping yang bisa dipilih sesuka hati. Mulai keju, coklat, hingga buah-buahan. Harganya juga murah, antara Rp 2.500 hingga Rp 8.000 per serabi.

Minggu 7 April 2019 Jatimplus mengunjungi kedai milik Harianto ini. Dia mengaku sudah sepuluh tahun berbisnis kuliner serabi. Bermula dari bekerja di Bandung ikut kakaknya berjualan serabi, Harianto pulang ke kampung halamannya di Malang. “Serabi asalnya memang dari Bandung. Saya modifikasi dengan tambahan toping hingga menjadi kuliner khas Kota Malang,” ungkapnya.

Harianto pemilik kedai serabi imut di Kota Malang. Foto Moch Fikri Zulfikar

Ada 47 jenis toping yang disediakan di kedai ini. Meski terdiri dari puluhan jenis toping, namun varian dasar rasanya adalah manis, asin, dan daging. Toping yang paling laris adalah coklat keju. Disusul dengan toping rasa buah-buahan seperti duren hingga strawberry yang tak kalah lezat.

baca juga: Kampung Kelir Perlukah

Soal toping Harianto tak setengah hati. Selain rasa standar yang banyak ditemui di kedai lain, dia menyediakan toping ekstrim seperti telur dan sosis. Bagaimana rasanya? Coba sendiri deh biar gak penasaran.

Tak sekedar menjual keragaman toping, Harianto mempertahankan cara tradisional untuk memasak sebagai nilai lebih. Untuk menjaga rasa autentik serabi, dia menggunakan tungku dan penggorengan dari tanah liat dan kayu bakar untuk memasak.”Inilah yang membuat serabi kami berbeda dengan yang lain,” ujarnya.

baca juga: Pedasnya Bebek Teror Yang Bikin Menangis

Kekhasan serabi ini diakui oleh Firdausya, warga Kota Surabaya yang mencicipi serabi imut. Dia mengetahui serabi imut ini dari teman kuliahnya. Sehingga ketika mendapat tugas pekerjaan ke Malang, Firdausya meluangkan waktu untuk mampir. “Saya coba rasa duren, mangga, dan abon,” katanya sambil menunjukkan pesanannya.

Menurut dia serabi buatan Harianto cukup berbeda dengan serabi yang dia cicipi di Bandung. Penambahan toping menjadi alasan pembeda serabi imut dengan serabi Bandung. Apalagi hebatnya, penambahan toping ini sama sekali tidak merusak cita rasa serabi.

Memasak serabi imut menggunakan alat berbahan tanah liat. Foto Moch Fikri Zulfikar

Di kedai ini Firdausya memiliki menu favorit, yakni serabi toping kream rasa mangga. Menurutnya rasa mangga memiliki unsur asam dan manis yang dipadu dengan gurih serabi. Apalagi jika penambahan topingnya cukup melimpah hingga lumer. “Nikmat sekali,” katanya.

Tak hanya bisa dinikmati di tempat, serabi ini juga bisa dibawa pulang lho. Sehingga selain apel, serabi imut bisa menjadi pilihan buah tangan yang memikat.  

Tak sulit untuk mememukan lokasi kedai ini. Lokasinya berada di deretan Stasiun Kota Malang, tepatnya di sebelah utara stasiun. Jika turun dari kereta, tinggal mengayunkan kaki ke arah utara sejauh 100 meter. Kedai serabi imut akan tampak di timur jalan raya. (Moh. Fikri Zulfikar)      


Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.