READING

Setelah Diprotes, Ribuan Mangrove Sungai Kalilo T...

Setelah Diprotes, Ribuan Mangrove Sungai Kalilo Tidak Jadi Ditebang

BANYUWANGI– Setelah menuai protes, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi mencabut surat permohonan pemotongan mangrove tertanggal 25 Nopember 2019 Nomor : 660/3882/429.104/2019 Perihal Permohonan Rekomendasi Pemotongan Pohon Mangrove. Pembatalan dilakukan dengan mengeluarkan Surat Nomor 660/5158/429.104/2019 tertanggal 17 Desember 2019 perihal Pencabutan Surat Rekomendasi Pemotongan Pohon Mangrove.

Sebelumnya,  Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi Guntur Priambodo yang juga Plt. Kepala Dinas Pengairan Banyuwangi  bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) beserta PT. pelindo III dan Pelindo Property Indonesia (PPI) meninjau lokasi aliran sungai yang dipenuhi pohon mangrove dari Jembatan Gantung sampai alur sungai Kalilo Kampung Ujung Kepatihan Banyuwangi.

“Jadi tentang pemotongan pohon mangrove yang sudah ada sejak tahun 2010 ini akan ditebang sekitar puluhan pohon saja sebagai bagian dari normalisasi. Jadi tidak ada pemotongan massal atau seluruh pohon mangrove.” kata Guntur.

Guntur menambahkan,  pihaknya  akan melakukan kajian  dan berkoordinasi dengan pihak terkait menyusul usulan pembabatan mangrove  yang telah dibuat oleh DLH Banyuwangi dengan tata guna yang baru.

“Sebenarnya yang di perlukan adalah normalisasi muara. normalisasi itu nanti terdiri dari beberapa kegiatan antara lain pengambilan sedimen, mengembalikan alur Sungai Kalilo. Kalau kita beri air lagi bisa ditampung ke sini sehingga bisa memiliki nilai tambah dan tidak akan merubah fungsi dari keberadaan mangrove itu sendiri,” urai Guntur.

Baca juga : berencana-tebang-ribuan-mangrove-dlh-banyuwangi-menuai-kecaman

Ia menambahkan,  nanti lokasi pohon mangrove  akan di manfaatkan sebagai destinasi wisata dengan membuat alur sisi kanan mengurung yang digunakan sebagai lintasan  wisatawan.

Sementara itu, PT PPI Banyuwangi, salah satu pihak yang disebut dalam surat permohonan pemotongan pohon mangrove yang diajukan Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi menyatakan, bahwa pemotongan pohon mangrove tidak ada dalam masterplan pembangunan pantai Boom yang dilakukan PT PPI Banyuwangi.

Operasional Manajer PT Pelindo Properti Indonesia (PPI) Banyuwangi Nurilma Septanti menyampaikan bahwa pada masterplan dibuatkan ecotracking mangrove. Dia menyebut ecotracking mangrove ini sudah ada dalam amdal pembangunan yang di lakukan PT PPI. Rencana pemotongan pohon mangrove ini sebenarnya tidak ada kaitanya dengan pembangunan yang ada di pantai Boom Marina yang sedang dilakukan PT PPI Banyuwangi.

“Kajian kami tidak ada istilahnya pemotongan atau penebangan pohon mangrove. Di masterplan kami tidak ada kegiatan untuk pemotongan,” kata Tanti.  Pihaknya hanya memfasilitasi dan diundang untuk bersinergi. Keputusan yang dibuat secara bersama-sama mungkin kata-katanya terlalu berlebihan kalau dibilang dipotong (pemotongan pohon mangrove),” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada 3.000 pohon mangrove yang ditanam PT PPI Banyuwangi.  Penanaman dilakukan karena nantinya memang ada area yang akan dihubungkan untuk area ecotracking mangrove.

Mengenai keberadaan mangrove yang sempat direncanakan untuk dipotong, Tanti mengaku sama sekali tidak mengganggu. Namun, yang mengganggu adalah sampahnya. Menurutnya, pengunjung yang datang ke pantai Boom pun banyak yang mengeluhkan soal sampah.

Reporter : Widie Nurmahmudy
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.