READING

Shalfa Avrila Siani Mulai Lakukan Rehabilitasi Psi...

Shalfa Avrila Siani Mulai Lakukan Rehabilitasi Psikologi dan Pindah Sekolah ke Kota Kediri

KEDIRI– Pemprov Jatim maupun Pemkot Kediri terus memberikan atensi atas kasus yang menimpa SAS (17). Atlet senam yang dipulangkan dari ajang Sea Games 2019 menerima kunjungan dari Dinkes Kota Kediri bersama psikolog (3/12). Tidak ketinggalan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pemprov Jatim.

Imam Mukhlas, kuasa hukum Shalfa menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dalam rangka pemulihan psikologi kliennya. Shalfa diketahui mengalami trauma atas isu “tidak perawan” yang menimpanya. Membuat gadis tersebut stress, murung, mengurung diri dan enggan bersosialisasi.

“Kunjungan ini menindaklanjuti instruksi gubernur dan walikota. Alhamdulillah keduanya memberikan perhatian besar terkait pemulihan psikologi  Dik Shalfa,” terang Imam kepada Jatimplus.ID.

Kunjungan tersebut merupakan pertemuan pertama kali yang dilakukan. Tim yang hadir ingin mengecek secara langsung, seperti apa kondisi terkini Shalfa. Imam belum bisa memastikan jadwal kunjungan lanjutan yang akan dilakukan dalam rangka pemulihan psikis ke depannya

“Ini tadi masih kunjungan perdana. Belum ada keputusan lanjutan,” bebernya.

Tidak hanya pemulihan psikis saja. Pemerintah juga langsung mengakomodasi permintaan untuk pemindahan sekolah. Siswa kelas XII SMA di Gresik ini rencananya akan segera dipindahkan ke SMA di Kota Kediri. Imam juga menjelaskan bahwa Walikota Abu Bakar sudah memberikan lampu hijau.

“Beliau (Walikota, red) sudah memberikan kebebasan Shalfa untuk pindah ke sekolah mana saja di Kota Kediri,” tambahnya.

Hanya saja hingga saat ini belum ada keputusan dari yang bersangkutan. Ada kemungkinan atlet asal Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto ini memilih SMAN 7 Kediri karena lokasinya paling dekat dengan rumahnya. Meski belum ada keputusan pasti, Dinas Pendidikan Kota Kediri sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemprov Kediri.

Langkah ini diambil karena saat ini pendidikan menengah atas dan kejuruan sudah masuk ke ranah Pemprov. Makanya Disdik Kota Kediri tidak bisa bekerja sendirian dalam memproses kepindahan sekolah Shalfa.

“Ibu Khofifah dan Pak Wali sama-sama memberikan kebebasan terkait kepindahan ini. Jadi tidak ada masalah,” katanya.

Sementara itu, banyak kabar tersiar jika perwakilan KONI Jatim sempat diusir oleh Walikota Abdullah Abu Bakar hari Minggu (1/12). Ini lantaran perwakilan KONI tersebut yang seharusnya diminta untuk menjelaskan duduk perkaranya dan meminta maaf kepada keluarga malah melontarkan kembali fitnah masalah keperawanan dan siap membawa kasus tersebut ke pengadilan.

Hal ini membuat Abu geram dan tanpa segan memanggil petugas  keamanan untuk mengusirnya dari rumah dinasnya di Jalan Basuki Rahmat Kota Kediri. Bahkan pertemuan tersebut membuat Shalfa pingsan hingga harus digotong meninggalkan ruang pertemuan. Video ini diupload di akun instagram @infokediriraya.

Atas perlakuan tidak mengenakkan tersebut, tim kuasa hukum Shalfa masih belum menempuh jalur hukum. Pihaknya masih mencoba untuk menunggu itikad baik dari pelatih dan pihak-pihak terkait untuk meminta maaf. Pasalnya perkataan dan perlakuan tidak mengenakkan tersebut cukup melukai tidak hanya nama baik atlet itu sendiri, tetapi juga kehormatan keluarga.

“Keinginan ini sendiri sudah diamini Ibu Khofifah. Apapun alasannya, pelatih diminta untuk meminta maaf,” tegasnya.

Makanya sampai saat ini Imam masih menunggu kepulangan sang pelatih dari Manila. Jika memang tidak ada itikad baik, barulah pihaknya akan menggugatnya ke meja hijau. “Kita tunggu saja nanti perkembangannya seperti apa,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.