READING

Siap Ramaikan Pasar Digital, UMKM Kota Belajar Mot...

Siap Ramaikan Pasar Digital, UMKM Kota Belajar Motret Produk

KEDIRI – Hari ini para pelaku UMKM sudah mulai bergerak kembali dalam memajukan bisnisnya. Mereka memulainya dengan melakukan persiapan untuk go digital. Salah satunya dengan mengasah kemampuan fotografi produk agar semakin eye catching ketika diupload di media sosial.

Pagi ini (15/07) mereka mengikuti pelatihan fotografi yang dipandu langsung oleh praktisi di bidang terkait yakni Adhi Kusumo. Ada setidaknya 20 orang peserta yang tampak antusias mengikuti proses pelatihan. Mengingat wabah COVID-19 belum berakhir, mereka mengikuti kegiatan ini dengan menerapkan protokol ketat seperti dicek suhu tubuhnya, mengenakan masker, mencuci tangan saat baru datang, dan menjaga jarak antar peserta selama kegiatan.

Dalam acara tersebut, mereka mendapatkan satu teori baru dan mendasar tentang fotografi produk yakni rumus HASIL. HASIL sendiri merupakan singkatan dari caHaya, Alas, komposiSi, dan detaiL. “Cukup gunakan kamera ponsel dan terapkan rumus ini agar foto menarik,” terang Adhi saat mengisi acara pelatihan yang digelar di salah satu kafe di Kota Kediri.

Fotografi sendiri berasal dari kata “foto” yang berarti cahaya. Keberadaan cahaya menjadi hal yang sangat penting terhadap hasil dari sebuah foto. Untuk foto produk sendiri dibutuhkan cahaya yang cukup untuk menerangi keseluruhan dari produk agar setiap detail dari produk bisa terpotret dengan baik.

Sedangkan alas atau latar belakang yang digunakan produk haruslah warna-warna yang netral dan polos. Hal ini ditujukan agar mata yang memandangnya bisa langsung fokus pada gambar produk dan tidak terbagi oleh hal-hal lain yang mungkin saja ikut terpotret di dalam frame.

Komposisi foto merupakan teknik pengambilan gambar untuk menciptakan “mood” tertentu. Kita bisa menekankan pada satu mood tertentu. Kita bisa melakukan penekanan pada warna (tone) atau bentuk (shape) tertentu sehingga benda yang sebenarnya terlihat biasa saja menjadi lebih menarik dan “dramatis” ketika telah berubah menjadi gambar.

Berbeda dengan foto jenis lainnya, foto produk lebih baik jika dipotret dengan detail dan close up. Hal ini untuk memberikan gambaran secara utuh bentuk produk kepada calon pembeli. Selain meningkatkan jumlah klik, penjual tidak perlu panjang-panjang menjelaskan dalam kolom deskripsi. Cukup penjelasan tentang jenis bahan saja (untuk produk baju, tas, sepatu) atau deskripsi varian rasa (untuk produk makanan).

“Rumus HASIL ini sangat penting untuk diterapkan agar foto yang dihasilkan bisa menarik calon pembeli,” tambah Adhi.

Sementara itu, Nur Muhyar, Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kota Kediri menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang dalam proses pendampingan UMKM untuk memasuki pasar digital. Salah satunya dengan menyiapkan workshop dan seminar-seminar yang bersifat aplikatif.

“Beberapa diantaranya seperti foto produk, konten video, social media marketing, marketplace marketing, hingga materi tingkat lanjut semacam optimasi mesin pencari (SEO).”

Tidak hanya itu, Nur Muhyar juga saat ini telah berkomunikasi dengan beberapa vendor jual beli online besar untuk melakukan kerjasama dengan para pelaku UMKM di Kota Kediri. Diharapkan kerjasama ini bisa membantu produk-produk lokal Kota Kediri bisa ikut berkibar dan meramaikan pasar digital di dunia maya. “Kami sedang penjajakan untuk kolaborasi lebih lanjut dengan beberapa e-commerce besar seperti Tokopedia, Bukalapak dan Shopee,” pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.