READING

Siapa Bertanggungjawab di Perlintasan Kereta Api

Siapa Bertanggungjawab di Perlintasan Kereta Api

Kecelakaan maut yang menewaskan satu keluarga di perlintasan kereta api Pagesangan Surabaya patut menjadi perhatian PT Kereta Api Indonesia. Dengan dalih keterbatasan personil dan UU Perkeretaapian yang memprioritaskan kereta api, PT KAI kerap mengumbar perlintasan tak berpalang.

Nasib malang dialami pasangan suami istri Gatot Sugeng Priyadi dan Indah Widyastutik, warga Trosobo Taman Sidoarjo. Bersama putra mereka, keluarga kecil ini tewas tersambar kereta api Sri Tanjung jurusan Surabaya – Lempuyangan, Minggu 21 Oktober 2018. “Seluruh korban yang berada di dalam mobil tewas di lokasi,” kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia.

Menurut informasi warga, kecelakaan maut itu terjadi saat keluarga tersebut mengendarai mobil Pajero dari arah barat menuju timur. Tak terlihat tanda-tanda akan melintasnya kereta api saat mobil malang itu menyeberangi rel bersama kendaraan lain.

Saat kendaraan lain berhasil melintasi rel, tidak demikian dengan mobil Pajero yang ditumpangi korban. Mobil itu tiba-tiba tersambar KA Sri Tanjung yang melaju cepat hingga menyeret badan mobil beberapa meter. Kondisi mobil ringsek dan menewaskan ketiga penumpangnya di lokasi kejadian.

Eva Guna Pandia mengatakan perlintasan tersebut tak mendapat penjagaan petugas resmi dari PT KAI. Sehari-hari perlintasan itu hanya bergantung pada relawan yang memperingatkan pengendara saat kereta api hendak melintas. “Tidak ada petugas resmi dari PT KAI,” kata perwira polisi tersebut.

Undang-Undang No 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapiaan, pasal 1 angka 4 mengatur bahwa jalur kereta adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api. Termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api.

Peraturan Pemerintah No 72 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan angkutan kereta, lebih detil mengatur pemakai jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan. Jika terjadi kecelakaan atau tertabraknya pemakai jalan oleh kereta api, hal itu secara tegas tidak termasuk kecelakaan perkeretaapian. Karena pada prinsipnya pintu perlintasan untuk mengamankan perjalanan kereta api.

Kedua regulasi tersebut juga menjadi legitimasi “keutamaan” kereta api saat melaju di kawasan publik. Sehingga baik di perlintasan yang dijaga ataupun tidak dijaga, seluruh kecelakaan yang terjadi bukan menjadi tanggung jawab PT KAI.

Banyaknya peristiwa kecelakaan yang merenggut tak sedikit korban jiwa di perlintasan kereta api patut menjadi evaluasi pemerintah. Keamanan pemakai jalan tak boleh dinomor duakan hanya berdasarkan dua peraturan tersebut.

PT KAI harus bertanggung jawab penuh atas keamanan perlintasan kereta api di sepanjang jalur kereta. Karena menggantungkan keselamatan pemakai jalan pada relawan adalah hal terburuk yang tak bisa dibiarkan. (*)

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.