Siapa Menantang Bupati Kediri?

Kediri – Suasana ramai berlangsung di rumah makan Duta Minang Jalan Mayor Bismo Kediri. Setengah ruang pertemuan rumah makan Padang itu dipenuhi kepala desa dan relawan Slamet Budiono. Mereka tengah menggelar konferensi pers atas hasil keputusan Mahkamah Agung yang memenangkan gugatan kepala desa terhadap Bupati Kediri.

Saivol Firdaus, pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Universitas Islam Kediri yang mewakili tujuh kepala desa pemohon judicial review mengatakan, Mahkamah Agung telah membatalkan sejumlah pasal dalam Perda Nomor 5 tahun 2017 tentang pengisian perangkat desa.  “Perda itu menabrak UU Desa dan mengebiri hak kepala desa,” kata Saivol kepada wartawan, Sabtu 27 Oktober 2018.

Bersama lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno menerbitkan perda itu untuk mengambil alih pengisian perangkat desa. Perda itu mengatur pembentukan tim khusus yang berwenang menyusun soal ujian calon perangkat dan merekomendasikan pemenangnya.

Menurut Saivol, pengisian perangkat desa, sesuai UU Desa, adalah hak sepenuhnya kepala desa. Hal itu tak bisa diambil alih oleh bupati secara sepihak untuk menentukan perangkat semaunya. Kemunculan perda ini pula yang memicu gelombang aksi unjuk rasa di kantor bupati dan DPRD hingga beberapa waktu.

Di mata Ashari, relawan Slamet Budiono (SB) yang mendampingi para kades, keputusan Mahkamah Agung ini memiliki arti lebih. Menurutnya, harus ada orang yang berani menantang dominasi kekuasaan Bupati Haryanti di Kediri agar tak menjadi tirani. “Bupati bisa dilawan kok, dan kami membuktikan itu,” katanya.

Posisi perangkat desa menjadi penting untuk dijaga agar tak menjadi alat politik kekuasaan. Hal itulah yang menjadi alasan Relawan SB melakukan pendampingan para kepala desa mengajukan gugatan judicial review.

Lebih dari itu, Ashari berharap ada tokoh-tokoh Kediri yang berani menunjukkan sikap melawan dominasi keluarga bupati. Salah satunya adalah Slamet Budiono, Direktur PT Gudang Garam Tbk. Slamet Budiono dinilai mampu mengimbangi elektabilitas keluarga bupati yang telah berkuasa selama puluhan tahun. “Kami mendukung Pak Slamet menjadi calon bupati,” kata Ashari.

Slamet Budiono bukan satu-satunya yang siap melawan bupati. Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mengatakan partainya siap menjadi penantang bupati Kediri demi tegaknya demokrasi. Dia adalah Basuki Babussalam, Sekretaris Pengurus Wilayah PAN Jawa Timur. Pernyataan itu disampaikan Zulkifli Hasan dalam pertemuan kader di Convention Hall Simpang Lima Gumul beberapa waktu lalu.

Sementara itu kubu petahana tak mau tinggal diam. Eggy Adityawan disebut-sebut akan meneruskan kepemimpinan Kabupaten Kediri. Dia adalah anak Bupati Haryanti Sutrisno. Di media sosial, nama Eggy ramai diperbincangkan setelah menggalang dukungan warganet melalui fanpage Sahabat Eggy. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.