READING

Simak Fakta Museum KH Hasyim Asy’ari

Simak Fakta Museum KH Hasyim Asy’ari

JOMBANG – Museum Islam Nusantara Hasyim Asy’ari di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang begitu fenomenal. Presiden Joko Widodo bahkan rela berkunjung ke Jombang untuk meresmikannya. Apa kelebihannya?

Museum Nusantara Hasyim Asy’Ari atau yang biasa disingkat dengan akronim MINHA ini dibangun oleh tiga pihak. Mereka adalah Pemerintah Kabupaten Jombang, Pemerintah Propinsi Jawa Timur, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pembangunan museum ini dimulai sejak tahun 2012 silam dengan biaya proyek mencapai Rp 30 milyar. Sempat ditargetkan dibuka pada tahun 2015, peresmian museum ini baru diresmikan Presiden Joko Widodo hari ini.

Museum ini terletak di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, yang berjarak 500 meter dari Pesantren Tebuireng. Pesantren tersebut dipimpin KH Solahuddin Wahid yang juga adik kandung almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dia adalah penerus Kiai Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama.

Pembangunan museum ini diarsiteki oleh Sugeng Gunadi, seorang alumnus Institut Teknologi Bandung yang merupakan kakak kelas Solahudin Wahid. Dalam peresmian siang tadi, Sugeng hadir menyaksikan buah karyanya diresmikan Presiden.

Menurut Gus Solah, ide pendirian museum leluhurnya ini sebenarnya sudah ada sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun dalam perjalanannya museum itu baru bisa direalisasikan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Berdiri di atas lahan seluas 4,9 hektar, museum ini menyimpan banyak benda bersejarah bagi umat Islam di Nusantara. Mulai dari awal masuk dan bekembangnya agama Islam di Nusantara hingga peninggalan zaman perjuangan dan era reformasi agama Islam. Museum ini juga menyimpan barang-barang peninggalan KH Hasyim Asy’ari. Karena itu salah satu cita-cita dari pendirian museum ini adalah sebagai pusat pembelajaran Islam nusantara.

Seperti ditulis Tempo, arsitektur bangunan atap museum merupakan simbol kiai dan santri. “Kalau dilihat dari luar akan tampak dua atap utama yang saling menyatu dan salah satunya lebih rendah. Seperti santri yang sungkem ke kiai,” kata Aing Aing R. Nayadilaga, salah satu tim desain museum.

Sementara itu dalam sambutannya saat meresmikan MINHA siang tadi, Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada umat Islam untuk selalu menjaga perdamaian. Sebab masuknya Islam ke nusantara juga melalui jalan damai menggunakan media budaya lokal. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.