READING

SK Coffee Lab, Sulap Bangunan Mangkrak Menjadi Bas...

SK Coffee Lab, Sulap Bangunan Mangkrak Menjadi Basecamp Komunitas

KEDIRI- Jika pada umumnya kafe dibuka di pusat keramaian untuk menarik perhatian pengunjung, tidak dengan Setia Kawan (SK) Coffee Lab. Meski masih berada di pusat kota, lokasinya relatif jauh dari jalan raya, sekitar 50 meter ke dalam gang.

Suasana sekitar gang pun cukup sunyi. Tidak ada rumah penduduk dan tidak banyak yang hilir mudik. Wajar karena memang gang tersebut tidak digunakan sebagai jalur umum. Di ujung gang hanya ada kompleks rumah dinas Perhutani yang tidak semuanya berpenghuni.

baca juga: Larangan Dicabut Wisatawan Kembali Nikmati Kawah Ijen Banyuwangi

Siapapun pasti berpikir SK Coffee Lab akan sama senyapnya dengan komplek perumahan tua di belakangnya. Namun nyatanya suasananya terlihat kontras. Sejak dibuka pada pagi hari, sudah banyak pengunjung yang meramaikan kafe. Situasi ini sudah berlangsung sejak dibuka tahun 2017 silam.

Puluhan sepeda motor berjajar di depan kafe. Saking luasnya lahan kosong di sekitar kafe, beberapa mobil pun bisa masuk dan parkir di sana. Inilah yang membuat Arief Priyono tidak ragu memilih lokasi tersebut untuk dijadikan coffee shop. “Memang tantangannya di promosi awal,” terang Arief Priyono, pemilik SK Coffee Lab kepada Jatimplus.ID.

baca juga: Ekspedisi Wonosalam Menyusuri Jejak Wallace di Wonosalam Jombang

Dia mengisahkan, bangunan SK Coffee Lab dulunya adalah rumah kuno yang banyak kerusakan di sana-sini akibat letusan Gunung Kelud awal tahun 2014. Sempat mangkrak hampir empat tahun, Arief justru tertarik memanfaatkannya sebagai kedai kopi.

Tidak banyak yang dilakukan Arief untuk menyulap bangunan tersebut menjadi kedai kopi. Hanya beberapa perbaikan di bagian rumah yang rusak berat, rumah itu sudah terlihat berbeda. Sebagai pemanis, Arief menambahkan beberapa ornamen yang dipadu padan interior bangunan agar tetap catchy menjadi tempat nongkrong.

“Memang kita buat kafe ini bernuansa vintage, homely dan humble jadi tidak banyak mengubah bentuk bangunan,” tambah pria yang pernah belajar uji citarasa kopi di Balai Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Jember.

Pemilik SK Coffee Lab Arief Priyono saat menerima kunjungan mahasiswa IAIN Tulungagung. Foto Jatimplus/Dina Rosyida

Menurut Arief, dulunya bangunan yang berada di Jalan PK Bangsa No. 39 b Banjaran ini pernah dijadikan tempat usaha. Namun karena lokasinya tidak cukup representatif untuk berniaga membuat usaha tersebut terhenti. Makanya ketika dirinya berinisiatif membuka kafe di sana, ada beberapa orang yang sempat menyangsikan. “Alhamdulillah ternyata SK Coffee Lab sampai sekarang masih diminati,” tandasnya.

Dia mempercayai bahwa kunci sukses bisnis adalah marketing. Selama ini, pria kelahiran Pati Jawa Tengah ini tidak bosan-bosannya berpromosi melalui media sosial. Dia juga menjadikan kafenya sebagai basis tempat berkumpulnya komunitas-komunitas pemuda di Kediri.

Jika orang lain menganggap lokasi yang jauh dari jalan utama sebagai kendala, justru bagi Arief adalah hal yang menguntungkan. Dengan lokasi yang jauh dari keramaian, membuat penikmat kopi bisa ngobrol dengan nyamantanpa terganggu kebisingan kendaraan.

Selain itu, lahan parkir yang luas bisa memuat banyak kendaraan. Bahkan tidak jarang beberapa komunitas mengadakan acara di sana. Cara inilah yang menjadikan SK Coffee Lab semakin dikenal dan jumlah kunjungannya terus mengalami trend positif di setiap bulannya. “Kegiatan komunitas kan pasti ada aja. Jadi ramainya tetap berkelanjutan tidak di awal buka saja,” katanya.

Sejalan dengan itu, SK Coffee Lab juga menyediakan ruang meeting. Jadi tak sekedar kongkow, pengunjung bisa dengan nyaman membahas proyek yang sedang dikerjakan sekaligus menikmati suasana yang santai dan nyaman sambil ngopi.

Bahkan jika segmentasi dan bentuk acaranya memiliki kesamaan dengan tujuan SK Coffee Lab, Arief justru membiayai kegiatan komunitas di kedai kopinya. Tidak sekedar menggratiskan tempat, tetapi juga memenuhi kebutuhan akomodasi pengisi acara dan item lain yang diperlukan. “Karena sasaran segmentasi kita adalah komunitas, kita treat mereka agar bisa senyaman mungkin ngumpul di SK Coffee Lab. Tapi tetap kita batasi sebulan hanya bisa menerima maksimal empat event saja,” bebernya.

Tidak hanya menjual pelayanan dan fasilitas saja. Arief juga sangat menjaga kualitas menu yang disajikan di SK Coffee Lab. Selain berbagai jenis kopi, ada banyak menu yang disediakan di sana. Mulai dari wedang jahe, teh, maupun minuman berbasis powder seperti matcha, redvelvet dan minuman lainnya.

Menunya pun tidak asal-asalan. Semuanya diproses dengan cara profesional. Mulai dari pemilihan bahan, pembuatan, hingga penyajiannya. Untuk menu kopi, barista yang dipilih Arief haruslah paham kopi. Pembelian bahan baku juga harus mempertimbangkan track record roaster atau penjualnya. “Misalkan untuk wedang jahe kita gunakan jahe beneran. Gulanya gula aren. Cangkirnya juga kualitas premium. Jadi semua menu di sini mendapat sentuhan yang serius,” promonya.

Kini lokasi sekitar SK Coffee Lab semakin ramai. Bahkan Walikota Abdullah Abu Bakar pun gemar ngopi di sana. Dari yang sebelumnya tidak ada aktivitas ekonomi di gang tersebut, kini ada dua tempat usaha lain yang buka tidak jauh dari kafe. Arief berharap ke depannya kedai kopi yang dikelolanya bisa semakin berkembang.

Penulis : Dina Rosyidha
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.