READING

Sosok Mbah Wasil, Ulama Kediri Yang Membuat Tutut ...

Sosok Mbah Wasil, Ulama Kediri Yang Membuat Tutut Soeharto Ketakutan

KEDIRI – Mitos tentang keangkeran tanah Kediri hingga kini masih menjadi misteri. Selain petilasan Prabu Jayabaya, makam Syaikh Syamsuddin al-Wasil kerap dikaitkan dengan mitos itu.

Hingga kini jejak Syaikh Syamsudiin al-Wasil masih bisa dirasakan secara fisik oleh warga Kediri. Berbeda dengan Prabu Jayabaya yang dikabarkan muksa (hilang), jasad ulama ini terpendam di makam komplek Masjid Setono Gedong, Kecamatan Kota, Kediri. Masyarakat setempat menyebutnya dengan Mbah Wasil.

Prof. Dr. Habib Mustopo, guru besar Universitas Negeri Malang yang melakukan penelitian berbasis data historis dan arkeologis mengatakan bahwa sosok Mbah Wasil adalah ulama besar yang hidup di abad ke-12. Abad di mana masa pemerintahan Kerajaan Kadiri dipimpin oleh Prabu Sri Aji Jayabaya.

Buku Atlas Wali Songo yang ditulis Agus Sunyoto menyebutkan, Mbah Wasil berasal dari Persia, yang datang ke Kediri untuk berdakwah atas permintaan Raja Kadiri. Mbah Wasil didatangkan untuk membahas kitab Musyarar, yang berisi ilmu pengetahuan khusus seperti perbintangan (ilmu falak) dan nujum (ramal-meramal).

baca juga: Kisah Tutut Soeharto Balik Kucing di Makam Mbah Wasil Kediri

Beberapa sejarawan menyebut Mbah Wasil sebagai guru spritual Sri Aji Jayabaya. Pendapat ini menjelaskan mengapa makam Mbah Wasil berada di kompleks makam Setono Gedong, dan dihormati oleh masyarakat Kediri kala itu. Jejak purbakala ini berupa reruntuhan candi di area makam, yang telah ditetapkan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan sebagai cagar budaya.

Hingga kini makam Mbah Wasil masih menjadi jujukan masyarakat untuk berziarah. Ini pula yang membuat geliat perekonomian warga sekitar tumbuh, selain keberadaan lokasi makam yang berada di pusat perdagangan Kota Kediri.

Mitos “wingitnya” tanah Kediri yang menjadi pantangan pemimpin negeri untuk datang kerap dikaitkan dengan makam ini. Salah satunya adalah Siti Hardiyanti Indra Rukmana atau Mbak Tutut, anak Presiden RI ke-2 Soeharto.

Tutut yang kala itu mengikuti pemilihan calon presiden tahun 2004 dijadwalkan berkunjung ke makam Mbah Wasil. Rencananya, Tutut akan berziarah bersama Jenderal (Purn) R. Hartono dan petinggi Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) yang mengusungnya.  

Kedatangan Tutut ini dielu-elukan warga yang memenuhi jalan menuju makam. Mereka juga berebut bersalaman dengan anak Soeharto yang pernah menjabat Menteri Sosial di Kabinet Pembangunan VII tahun 1998.

Di tengah sorak sorai itu, tiba-tiba kehebohan terjadi. Tutut yang berjalan memasuki kompleks masjid Setono Gedong mendadak berbalik arah dan bergegas kembali ke dalam mobil. Bersama R. Hartono, Tutut masuk ke dalam kendaraan yang langsung membawanya pergi meninggalkan kompleks makam Mbah Wasil. Tutut pergi tanpa menyampaikan alasannya.

Sampai sekarang tidak pernah ada penjelasan alasan kepergian Tutut yang misterius itu. Sebagian orang mempercayai hal itu terkait mitos makam Mbah Wasil yang mengancam pencalonan Tutut sebagai presiden. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.