READING

Stop, Pulang ke Kediri Harus Karantina Dulu

Stop, Pulang ke Kediri Harus Karantina Dulu

KEDIRI – Upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 atau virus Corona terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri. Diantaranya dengan mendirikan tempat karantina bagi pendatang yang masuk ke wilayah Kabupaten Kediri.

Sejak pandemi Covid-19 melanda, Pemerintah Kabupaten Kediri bersikap cepat melakukan perlindungan warganya. Seluruh potensi penyebaran virus dijaga ketat, termasuk memantau kedatangan warga dari luar Kabupaten Kediri.

Setiap pendatang atau pemudik dipastikan akan menjalani masa karantina terlebih dulu sebelum bertemu keluarganya. Mereka akan dipantau oleh petugas kesehatan hingga dinyatakan aman untuk berbaur dengan masyarakat.

Tak hanya satu, tempat karantina ini dibangun di beberapa tempat oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kediri. Salah satunya di Kecamatan Grogol, tepat di depan Polsek Grogol.

Di tempat ini para pendatang atau pemudik yang akan masuk ke wilayah Grogol harus menjalani masa karantina. “Jika ada warga yang kembali dari perantauan, tidak langsung pulang ke rumah. Tetapi tinggal di rumah singgah selama 14 hari untuk diobservasi dan dicek kesehatannya,” kata Bupati Kediri Haryanti Sutrisno saat meninjau lokasi tersebut, Jumat 17 April 2020.

Untuk mencegah penyebaran virus Corona lebih luas, Haryanti meminta kepada warganya untuk melarang kerabatnya mudik di bulan ramadhan. Upaya ini dilakukan untuk melindungi warga Kabupaten Kediri dari potensi penularan Covid-19 yang dibawa para pemudik. “Mari kita sayangi keluarga dan orang tua untuk tidak pulang saat ini,” kata Haryanti.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi menjelaskan, selain di Kecamatan Grogol, tempat isolasi atau observasi juga dibangun di Kecamatan Pare dan Plemahan. Dia berharap para pemudik bisa mematuhi ketentuan ini sampai dinyatakan aman oleh petugas medis. “Jika sudah lolos dari tes kesehatan akan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Disini kita siapkan 12 tempat tidur, nanti bisa kami tambah sampai 20,” terangnya.

Saat ini ada tiga orang yang menjalani observasi. Satu warga Kabupaten Kediri, dua lainnya dari luar daerah. Ketiganya telah menjalani rapid test dan dinyatakan negatif. (Advertorial)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.