READING

Suka Daging Bekicot? Waspadai Penyakit Ini

Suka Daging Bekicot? Waspadai Penyakit Ini

 

KEDIRI – Bagi masyarakat Kediri, bekicot menjadi salah satu jenis makanan favorit. Hewan berjenis siput ini bahkan menjadi makanan khas setelah diolah menjadi keripik dan sate. Masyarakat kerap menyebutnya dengan 02.

Selain tahu kuning dan getuk pisang, bekicot cukup banyak diburu wisatawan saat berada di Kediri. Kelezatan sate bekicot serta gurihnya olahan keripik membuat produk makanan ini bertengger di tiap etalase pusat oleh-oleh.

Baca juga: Kopi Berontoseno, Kopi Legendaris Asal Kota Kediri

“Daging bekicot ini unik. Kenyal dan enak jika menjadi sate, sekaligus gurih dan renyah jika dijadikan keripik. Ini menu favorit saya jika pulang kampung,” kata Arif Purwanto, warga Kediri yang tinggal di Surabaya kepada Jatimplus, Minggu 14 Oktober 2018.

Namun tahukah kamu jika di balik kelezatan daging bekicot ini menyimpan bahaya yang mengancam kesehatan?

Sebuah situs kesehatan di Indonesia baru-baru ini mengumumkan tujuh bahaya mengkonsumsi daging bekicot. Keracunan hingga kerusakan ginjal bisa mengancam siapapun yang mengkonsumsi daging bekicot, jika salah dalam memasaknya.

sate bekicot

  1. Merusak Sistem Pencernaan

Bekicot dapat membawa bakteri salmonella pada permukaan tubuhnya jika tidak dicuci dengan bersih dan dimasak dengan matang. Bakteri ini akan dengan cepat menyebar di saluran pencernaan serta mengiritasi dan merusak organ pencernaan seperti lambung. Akibatnya seseorang akan terserang dehidrasi, diare, lesu, dan lemah tubuh.

  1. Infeksi Usus

Kebiasaan bekicot yang tinggal di wilayah lembab dan kotor memungkinkan terkontaminasi dengan berbagai macam telur cacing. Keberadaan telur cacing ini akan bertahan di dalam tubuh bekicot jika tak dibersihkan dan direbus dengan masak saat mengolahnya. Celakanya, telur cacing ini mampu bertahan hidup dan menginfeksi usus manusia serta berkembang biak di jaringan usus besar.

Baca juga: “The Power of Kepepet” AG Handycraft Bangun Bisnis Perhiasan Tembaga Bakar

  1. Keracunan

Selain lezat dan gurih, daging bekicot ternyata mengandung logam berat seperti tembaga dan merkuri. Jika dikonsumsi secara berlebihan, komposisi logam berat tersebut bisa memicu keracunan. Biasanya penderita akan mengalami mual, muntah, kepala pusing, serta kehilangan keseimbangan. Segera periksa ke dokter jika mengalami hal itu usai menyantap daging bekicot.

  1. Meningitis

Daging bekicot yang dimakan secara mentah beresiko menyebabkan kerusakan jaringan otak dan mengarah ke penyakit meningitis. Sebab tak hanya berpotensi membawa larva dan telur cacing, bekicot juga bisa mengandung racun sianida yang berasal dari partikel kecil yang melekat pada tubuhnya. Di beberapa kasus, penyakit meningitis kerap berakhir dengan kematian.

  1. Gangguan Ginjal

Kebiasaan bekicot yang tinggal di tempat lembab membuka peluang terkonatminasinya daging bekicot dengan zat arsen anorganik. Zat ini berupa senyawa logam yang berada dalam air tanah, dan bersifat racun serta mengiritasi ginjal.

So, pastikan daging bekicot yang kamu makan telah dimasak dengan benar dan aman ya. Jika memungkinkan, hindari memakan daging bekicot yang dimasak setengah matang seperti sate. Karena di balik bahaya tersebut, daging bekicot juga mengandung protein, kalsium, fosfor, dan lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan tubuh.

Baca juga: Stik Tahu Wijaya Kembar Kediri, Inovasi Tahu Berlapis Coklat 

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.