READING

Sumber Banteng Tempurejo Tawarkan Terapi Ikan Wade...

Sumber Banteng Tempurejo Tawarkan Terapi Ikan Wader

KEDIRI-Kini ada semakin banyak pilihan berlibur di Kota Kediri. Sumber Banteng, salah satu destinasi alternatif bersantai dengan keluarga. Lokasinya ada di ujung timur Kota Tahu. Tepatnya di Lingkungan Kwangkalan, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren.

Seperti sumber air pada umumnya, ada banyak pepohonan di sana. Angin sejuk langsung menerpa wajah ketika pengunjung menginjakkan kaki di pintu masuk. Selain pemandangan hijau, mata langsung dimanjakan aliran sungai yang tenang.

Di sisi kiri aliran sungai ada jalur pedestrian yang sudah rata dan nyaman untuk digunakan. Meski rimbun, tempatnya tidak menyeramkan. Pernak-pernik dipasang sebagai pemanis. Membuat areal sumber menjadi instagramable.

Tidak hanya menawarkan suasana dan pemandangan yang menyejukkan saja, Sumber Banteng juga menyediakan beberapa wahana yang bisa dinikmati. Mulai dari sewa sampan, fasilitas saung, hingga terapi ikan wader.

Terdapat sejumlah tempat duduk memanjang dari bambu yang ditempatkan tepat di sisi sungai. Di alirannya ada banyak ikan bersilewaran. Ada koi, tawes, dan yang paling banyak adalah ikan wader. Warnanya yang senada dengan dasar sungai membuat kumpulan ikan-ikan tersebut tidak terlalu terlihat dari kejauhan.

“Favorit pengunjung kalau ke sini. Bersantai sambil mencelupkan kakinya ke sungai. Segar,” terang Sudarsono, pengelola Sumber Banteng.

Obyek Sumber Banteng ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat Lingkungan Kwangkalan. Dimulai tepat dua tahun yang lalu. Sebelumnya area tersebut adalah lahan tidur yang tidak digunakan karena  suasananya sepi dan terasa mencekam.

“Sebelumnya sumber ini dirawat dan digunakan warga Desa Ketami untuk mengairi sawah. Tapi sekarang sudah tidak lagi,” beber pria 40 tahun tersebut.

Khawatir sumber air menjadi mati dan tertimbun reruntuhan tanah, warga Lingkungan Kwangkalan, Tempurejo pun sepakat untuk mulai mengelolanya. Mulai dari membersihkan area sumber dan membangun bebebarapa fasilitas semi permanen di sana. Seperti saung, lapak pedagang, toilet, hingga musala sederhana.

Salah satu sudut di wisata Sumber Banteng. Foto: Jatimplus.ID/Dina Rosyidha.

“Masuk sini gratis. Hanya kita kenakan tarif untuk parkir dan sewa sampan Rp 2 ribu per kepala. Waktunya tidak dibatasi,” tambahnya.

Awalnya semua dilakukan secara swadaya oleh warga. Hingga kemudian menarik perhatian beberapa pihak untuk membantu mengembangkan area sumber. Seperti memberikan bantuan pernak-pernik hingga membangunkan fasilitas musala.

“Beberapa komunitas pecinta lingkungan pun kadang mampir ke area sumber. Karena senang, mereka menyumbang bibit ikan hingga tanaman,” katanya kepada Jatimplus.ID.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Sumber Banteng pada jaman dahulu kala biasa digunakan untuk angon (menggembala) kerbau. Ada banyak kerbau yang berendamdi sana setiap pagi hingga sore hari. Ketika hari mulai senja, kerbau-kerbau tersebut pulang menuju ke kandangnya di sebelah barang sumber.

“Ada kandang berupa juglangan (cekungan) di tengah aliran sungai dari sumber ini ke arah barat sana. Makanya dinamakan Kali Kandang,” urai Sudarsono.

Meski jumlahnya banyak tidak diketahui siapa pemiliknya. Kerbau-kerbau yang besar menyerupai banteng tersebut pergi dan pulang ke kandangnya tanpa ada penggembalanya. Semuanya berjalan begitu saja seperti sudah menjadi kebiasaan. “Itulah mengapa sumber ini disebut Sumber Banteng,” katanya.

Sumber Banteng sendiri berbentuk memanjang sekitar 200 meter. Beberapa pohon raksasa yang masih bertahan hingga saat ini adalah pohon abar dan beringin. Karena lokasinya tepat di pojokan Kota Kediri, pohon-pohon tersebut berada di wilayah Kabupaten Kediri.

“Sudah kita komunikasikan ke pejabat terkait untuk meminta izin mengelola area sumber,” jelas salah satu penggagas Sumber Banteng ini.

Ke depannya, pengelola akan terus menambah fasilitas dalam sumber, normalisasi sungai dan penghijauan. Dengan menggandeng forum komunitas hijau, pengelola berencana menanam 1500 pohon tabebuya di jalan menuju ke area sumber.

Sumber Banteng kini semakin dikenal. Kini pengunjungnya semakin meningkat. Jika sedang ramai-ramainya, pengunjung bisa mencapai seribu orang di akhir pekan. “Semoga tambah ramai dan berkembang,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.