READING

Suroboyo Bus “Sampai” ke Markas Besar PBB di Ameri...

Suroboyo Bus “Sampai” ke Markas Besar PBB di Amerika Serikat

Membuat sistem trasportasi umum yang nyaman dan kreatif telah dilakukan oleh Pemkot Surabaya yaitu dengan Suroboyo Bus, naik bus bayarnya pakai sampah. Upaya ini menjadikan Risma diundang presentasi di PBB, AS.

SURABAYA- Di Terminal Purabaya, Surabaya, sebuah bus tampak baru sedang ngetem. Tak jauh dari tempat bus ngetem itu, orang-orang menunggu dengan membawa botol bekas air kemasan. Ada yang besar ukuran 1,5 lt, ada yang ukuran kecil (500ml). Mereka mengantre dengan tertib untuk mendapatkan tiket naik Suroboyo Bus, keliling kota Surabaya. Rute yang ditempuh kira-kira 2 jam bila tidak macet. Suroboyo Bus merupakan ide Tri Rismaharini untuk menjadikan Surabaya bebas sampah plastik pada tahun 2020.

Irvan Wahyu Drajad, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya memantau pergerakan Suroboyo Bus. FOTO: JATIMPLUS.ID/Titik Kartitiani

“Sebetulnya merupakan upaya Pemkot untuk menyediakan angkutan umum yang nyaman untuk warganya. Nah, sekalian mengurangi plastik, makanya bayarnya pakai plastik,” kata Irvan Wahyu Drajad, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya kepada Jatimplus.id sambil menunjukkan pergerakan Suroboyo Bus di layar. Dari ruangan ini, titik-titik macet bisa terlihat sehingga estimasi perjalanan bus bisa diperhitungkan.

Program yang diluncurkan pada bulan April 2018 ini diminati masyarakat. Ada yang mencoba karena penasaran, namun lama-lama menjadi sarana trasnportasi yang nyaman bagi penggunanya. Tak hanya masyarakat Surabaya yang menyambut baik, namun juga dunia hingga  Risma menjadi pembicara di United Nation (UN) Climate Action Summit yang berlangsung di Markas Besar PBB, UN Headquarter, New York Amerika, 22-23 September 2019. Dalam forum PBB itu, Wali Kota Risma menjadi pembicara bersama Presiden Kenya dan Presiden Turki.

Wali Kota Surabaya menjadi pembicara di United Nation (UN) Climate Action Summit yang berlangsung di Markas Besar PBB, UN Headquarter, New York Amerika, 23/09/2019.
FOTO: dok. Humas Pemkot Surabaya

Menurut rilis yang diterima Jatimplus.id dari Pemkot Surabaya (25/09/2019), forum yang dihadiri kepala negara dari berbagai belahan dunia tersebut, Wali Kota Risma adalah satu-satunya kepala daerah yang hadir sebagai pembicara. Dalam forum itu, Rima yang juga Presiden UCLG ASPAC (The United Cities and Local Governments Asia Pacific) memaparkan tentang berbagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam perubahan iklim yaitu dengan sistem transportasi ramah lingkungan.

Menurut Risma, transportasi adalah bagian dari pusat kesejahteraan rakyat. Namun, transportasi juga menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca sebesar 28 persen. Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik adanya Action towards Climate friendly Transport (ACT) atau Aksi Menuju Transportasi yang Ramah Iklim.

“Makanya, kami mencoba beralih dari transportasi perkotaan yang berpolusi ke angkutan umum dengan meluncurkan bus kota bernama Suroboyo Bus,” papar Risma.

Risma juga membangun Park and Ride yang berfungsi memudahkan masyarakat berganti kendaraan. Misalnya dari sepeda motor ke bus, warga dapat menitipkan kendaraannya, bahkan bagi pejalan kaki pun juga disediakan jalur pedestrian yang  bersih dan aman.

“Suroboyo Bus kami juga bisa mengangkut sepeda. Uji emisi reguler juga dilakukan dengan hasil hampir 90 persen kendaraan lulus uji emisi,” katanya.

Selain diciptakan untuk membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, pada saat yang bersamaan, bus ini juga berfungsi sebagai pengelolaan sampah plastik. Menurut laporan yang dilansir Reuters (23/10/2018), Surabaya menghasilkan sampah plastik sebanyak 400 ton/hari atau 15% dari total sampah di kota ini. Suroboyo Bus berhasil mengumpulkan di atas 250kg/hari atau sekitar 7,5ton/bulan.

Pengolahan botol plastik dari Suroboyo Bus di Rumah Kompos, Bratang, Surabaya. FOTO: JATIMPLUS.ID/Titik Kartitiani

Penumpang mengumpulkan 10 gelas plastik atau 5 botol plastik ukuran 500ml untuk mendapatkan 1 stiker tiket untuk perjalanan 2 jam. Botol-botol tersebut dikumpulkan di Rumah Kompos Bratang untuk dilepas label dan tutupnya, kemudian diangkut ke pengolahan plastik. Selain pengelolaan botol bekas, di Rumah Kompos ini juga tempat untuk mengelola sampah organik dari kota untuk dijadikan pupuk.

Wali Kota Risma memastikan Pemkot Surabaya sudah menerapkan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) mulai dari rumah tangga. Tidak hanya itu, ia memastikan hasil limbah-limbah tersebut diolah lagi menggunakan teknologi agar menjadi energi.

“Kami juga dapat menghasilkan listrik di lokasi pembuangan akhir kami. Saat ini sudah mulai menggunakan sel surya serta kincir angin hibrida untuk energi alternatif,” tegasnya.

Mengurangi Daerah Banjir dari 50% Menjadi 2%

Di forum dunia itu, Wali Kota Risma juga menyampaikan administrasi kota dan layanan publik yang menggunakan sistem daring. Upaya ini dilakukan untuk memangkas biaya operasional dan pengurangan penggunaan kertas.

“Bahkan, cara ini kami nilai sangat efektif. Sebab selain mengurangi anggaran, juga dapat memudahkan masyarakat mengakses layanan yang mereka butuhkan kapan pun dan di mana pun,” kata Risma di hadapan forum PBB.

Di samping itu, untuk menjaga keseimbangan kota, berbagai bidang pun dilakukan. Salah satunya terus melakukan penanaman pohon, pembangunan taman, pelestarian hutan mangrove, pembuatan waduk dan menggelar car free day (CFD) setiap hari Minggu pagi.

“Itu upaya yang kami lakukan bersama masyarakat. Jumlah taman di kota kami mencapai 475 taman umum, luas mangrove 2.871 hektare dan total 72 waduk yang sudah dibangun di Kota Surabaya,” tambah Risma.

Semua inovasi ini dilakukan agar masyarakat dapat menikmati kualitas udara yang lebih baik. Hal tersebut terbukti dari turunnya suhu udara mencapai 2 derajat celcius.

“Bahkan, sudah bisa mengurangi daerah banjir dan sekarang tinggal 2 persen dari awalnya 50 persen,” pungkasnya (Titik Kartitiani).

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.