READING

Susur Sungai Bukan Hal Yang Menakutkan Jika Lakuka...

Susur Sungai Bukan Hal Yang Menakutkan Jika Lakukan Hal Ini

Kegiatan berpetualang di alam adalah hal yang positif. Karena kegiatan ini bisa meningkatkan kecerdasan alam atau naturalist intelligence yangmasuk dalam kategori kecerdasan sosial atau interpersonal seseorang. Ada banyak jenis kegiatan berpetualang ini. Salah satunya adalah susur sungai.

Secara ringkas, susur sungai adalah kegiatan menyusuri sungai dengan tujuan mengenalkan ekologi sungai. Ada banyak hal yang bisa dipelajari karena karakteristik sungai ini sangat beragam. Tergantung ada di mana sungai tersebut berada. Apakah di sekitar hutan, kawasan pertanian, pedesaan atau di perkotaan.

Dikutip dari www.kompas.com, mantan ketua divisi arung jeram, mahasiswa pecinta alam Universitas Gajah Mada (UGM), M. Hari Subarkah menjelaskan ada beberapa kriteria tertentu ketika melakukan susur sungai. Kriteria ini didasarkan pada usia peserta, lebar dan jenis sungai, dan tujuan susur sungai.

Menurut Barkah, untuk siswa SD-SMP hanya boleh melakukan susur sungai dengan lebar 1-2 meter dan hanya bersifat mengenalkan saja. Sedangkan usia SMA-Mahasiswa, peserta bisa mulai dikenalkan bahaya sungai dengan menyeberanginya hingga rekonstruksi kegiatan penyelamatan ketika di sungai.

Ada beberapa hal yang Jatimplus.ID himpun dari beberapa sumber terkait dengan persiapan susur sungai

  • Kegiatan asesmen yang meliputi pengecekan kondisi alam dan cuaca sekitar sungai, serta jalur-jalur yang akan dilalui ketika menuju ke tempat susur sungai.

Kegiatan asesmen ini harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum kegiatan dilaksanakan. Bukan sekali-dua kali saja, kegiatan ini harus selalu dipantau perkembangannya bahkan hingga satu jam pelaksanaan. Ini dikarenakan kondisi cuaca bisa berubah-ubah. Selain melakukan asesmen fisik sungai secara mandiri, jangan remehkan opini masyarakat sekitar yang sudah mengetahui kebiasaan kecepatan arus dan jumlah debit air sungai tersebut ketika masuk musim penghujan.

  • Hitung rasio antara jumlah dan karakteristik peserta dengan jumlah pendamping.

Idealnya setiap lima peserta kategori anak didampingi oleh satu orang pendamping. Rasio ini ditujukan agar tidak ada anak yang terlepas pengawasannya dari pendamping sehingga keselamatannya terus terpantau.

Sedangkan untuk peserta yang sudah masuk kategori dewasa idealnya 1:10. Karena mereka dianggap sudah bisa mengambil keputusan dan bisa melakukan penyelamatan secara mandiri maupun berkelompok.

  • Berikan pembekalan sebelum acara. Kegiatan ini bisa dilakukan secara indoor dengan menjelaskan potensi-potensi kecelakaan yang mungkin terjadi di lapangan. Pembina acara sudah harus memberikan gambaran, hal-hal apa saja yang harus dilakukan ketika peserta susur sungai mengalami hal yang tidak diinginkan.
  • Tidak hanya pembekalan berupa materi saja. Setiap peserta juga akan lebih aman lagi jika dibekali alat pelindung diri. Minimal berupa helm dan pelampung. Alat-alat lainnya yang mungkin diperlukan yakni tali tambang, tongkat hingga sepatu anti slip yang didesain khusus untuk berpetualang di alam.
  • Alat komunikasi dan transportasi juga harus disiagakan. Hal ini ditujukan agar jika kecelakaan benar terjadi, panitia acara bisa segera mengambil tindakan. Yakni dengan menghubungi rumah sakit atau puskesmas terdekat, tim sar atau nomor perangkat desa setempat agar bantuan dan pertolongan bisa segera datang.

Ada banyak hal yang perlu disiapkan untuk melakukan kegiatan yang bersifat menantang alam. Bukan hanya sekedar percaya dengan kemampuan diri. Atau hanya berdasarkan pengalaman kita yang tidak seberapa sehingga meremehkan hal-hal eksternal yang mungkin terjadi di luar kuasa kita.

Penulis : Dina Rosyidha
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.